CIREBON — Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Sebuah panggung seni, proses latihan, pembagian tugas, hingga keberanian tampil di hadapan ratusan orang juga dapat menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Gambaran tersebut terlihat dalam Darurrohmah Art Show 2026 yang menghadirkan berbagai kreativitas santri Pesantren Darurrohmah.
Dalam pertunjukan tersebut, masyarakat mungkin hanya melihat hasil akhir berupa penampilan para santri di atas panggung. Namun di balik pertunjukan tersebut terdapat rangkaian proses yang panjang. Para santri harus berlatih, berdiskusi, bekerja sama, menyesuaikan diri dengan anggota tim, menyelesaikan persoalan, menghadapi tekanan, hingga memastikan penampilan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Ruspandi, S.Pd., Kepala SMK Muhammadiyah Lemahabang, yang turut menyaksikan Darurrohmah Art Show 2026, melihat kegiatan tersebut dari perspektif pendidikan vokasi. Menurutnya, proses mempersiapkan sebuah pertunjukan memiliki banyak kesamaan dengan pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning yang banyak digunakan dalam pendidikan vokasi.
Dalam dunia vokasi, peserta didik tidak cukup hanya mengetahui teori. Mereka harus memiliki pengalaman mengerjakan sesuatu secara nyata. Mereka perlu berhadapan dengan target, tenggat waktu, pembagian pekerjaan, persoalan yang tidak selalu dapat diprediksi, serta tuntutan untuk menghasilkan karya yang dapat dilihat dan dinilai oleh orang lain.
Pengalaman seperti itulah yang menurut Ruspandi dapat melatih berbagai keterampilan penting. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin, beradaptasi, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan ketika generasi muda memasuki dunia kerja.
Darurrohmah Art Show juga menunjukkan bahwa pembelajaran dapat terjadi melalui banyak bentuk. Seorang santri yang tampil di atas panggung belajar membangun kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. Santri yang terlibat dalam kepanitiaan belajar tentang manajemen kegiatan. Mereka yang membantu teknis belajar mengenai tanggung jawab dan ketelitian. Sementara mereka yang terlibat dalam kreativitas visual, musik, ataupun penampilan belajar bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi karya.
KH Warso Winata, Lc., M.A., Pengasuh Pesantren Darurrohmah, melihat bahwa ruang kreativitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren. Menurutnya, kreativitas harus diarahkan agar tidak berhenti pada hiburan, tetapi mampu membawa nilai, pesan, dan manfaat bagi masyarakat.
Dalam perspektif dakwah, seni mempunyai kemampuan untuk menjangkau masyarakat melalui bahasa yang berbeda. Sebuah karya dapat menyampaikan pesan dengan cara yang menyentuh, menarik, dan mudah diterima oleh generasi muda. Karena itu, kreativitas santri bukan sesuatu yang terpisah dari pendidikan agama, tetapi dapat menjadi salah satu media untuk menanamkan dan menyampaikan nilai-nilai positif.
Sementara itu, Ahmad Madani, praktisi pemasaran dan pendidikan vokasi, melihat bahwa pengalaman para santri dalam Darurrohmah Art Show juga mempunyai nilai sebagai portofolio. Menurutnya, generasi muda perlu mulai menyadari bahwa pengalaman mengerjakan proyek, mengelola kegiatan, tampil di depan publik, ataupun menghasilkan karya merupakan bagian dari rekam jejak profesional yang dapat mereka dokumentasikan.
Madani menilai, portofolio tidak harus menunggu seseorang bekerja atau lulus dari sekolah. Portofolio justru dapat mulai dibangun sejak masih menjadi pelajar atau santri. Pengalaman menjadi panitia, tampil dalam pertunjukan, membuat desain, membantu dokumentasi, mengelola media sosial, mengatur acara, ataupun memimpin sebuah tim merupakan pengalaman yang mempunyai nilai jika terdokumentasi dengan baik.
Darurrohmah Art Show 2026 pada akhirnya menunjukkan bahwa sebuah panggung juga dapat berubah menjadi laboratorium pendidikan. Tidak ada papan tulis dan tidak ada ujian tertulis, tetapi terdapat proses belajar yang nyata. Santri belajar melalui pengalaman, belajar menghadapi tantangan, belajar menghasilkan karya, dan belajar mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka kerjakan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































