Pasuruan, Jawa Timur — Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mulai memperkuat identitasnya sebagai kawasan wisata berbasis potensi lokal melalui kehadiran Eduwisata Kasegher. Kawasan yang mengintegrasikan potensi Kampung Herbal dan Sumber Segaran tersebut resmi diperkenalkan melalui kegiatan Grand Launching Eduwisata Kasegher yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMATEKPA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Grand Launching tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan konsep baru pengelolaan potensi wisata Desa Sukolelo kepada masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Camat Prigen, Wakil Rektor III UMM, Kepala Desa Sukolelo, perangkat desa, pengelola wisata, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, hingga mahasiswa dan tim PPK Ormawa HIMATEKPA UMM.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Eduwisata Kasegher tidak hanya diarahkan sebagai program mahasiswa, tetapi mulai dibangun sebagai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk memastikan agar pengembangan kawasan wisata dapat terus berjalan setelah program mahasiswa berakhir.
Eduwisata Kasegher dikembangkan dengan menggabungkan dua potensi utama Desa Sukolelo, yakni Kampung Herbal dan Sumber Segaran. Keduanya sebelumnya telah memiliki daya tarik masing-masing, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu alur kunjungan wisata. Melalui konsep Kasegher, kedua potensi tersebut disatukan dalam sebuah kawasan edukasi yang menawarkan pengalaman wisata sekaligus pembelajaran kepada pengunjung.
Nama Kasegher merupakan singkatan dari Kawasan Edukasi Sumber Segaran dan Kampung Herbal. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan lingkungan, tetapi juga mengangkat pengetahuan, aktivitas masyarakat, produk lokal, serta inovasi teknologi sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Dari Potensi Lokal Menjadi Kawasan Eduwisata
Desa Sukolelo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Salah satunya adalah keberadaan Kampung Herbal yang memiliki beragam tanaman herbal yang dibudidayakan oleh masyarakat. Tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, bunga telang, dan berbagai tanaman lainnya menjadi bagian dari potensi lokal yang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran bagi pengunjung.
Potensi tersebut kemudian dipadukan dengan keberadaan Sumber Segaran yang menawarkan pengalaman wisata berbasis alam. Integrasi kedua lokasi diharapkan dapat membuat kunjungan wisata menjadi lebih terarah dan memberikan pengalaman yang lebih beragam.
Pengunjung tidak hanya diajak menikmati kawasan, tetapi juga dapat mengenal tanaman herbal, melihat proses budidaya, mempelajari pengolahan produk, mengikuti kegiatan edukatif, serta menikmati lingkungan Sumber Segaran.
Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengubah pola kunjungan wisata yang sebelumnya cenderung terpisah menjadi sebuah pengalaman wisata yang lebih terintegrasi.
Dalam pengembangannya, Kasegher juga mengusung konsep wisata yang melibatkan masyarakat. Kelompok masyarakat, pengelola wisata, pelaku UMKM, pemuda, serta kelompok herbal menjadi bagian dari ekosistem yang diharapkan dapat menggerakkan aktivitas kawasan.
Menghadirkan Inovasi Smart BioDome
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam pengembangan Eduwisata Kasegher adalah Smart BioDome. Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai ruang edukasi tanaman yang menggabungkan kegiatan budidaya dengan penerapan teknologi Internet of Things (IoT).
Smart BioDome menjadi salah satu titik edukasi yang dirancang untuk memperkenalkan kepada pengunjung bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian dan budidaya tanaman. Sistem pemantauan berbasis teknologi digunakan untuk membantu mengetahui kondisi lingkungan di dalam area budidaya.
Pengunjung nantinya tidak hanya melihat tanaman yang tumbuh, tetapi juga dapat memperoleh pengetahuan mengenai bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung proses budidaya.
Keberadaan Smart BioDome sekaligus menjadi upaya untuk memberikan wajah baru bagi kawasan wisata Desa Sukolelo. Potensi pertanian dan herbal yang sebelumnya menjadi aktivitas masyarakat dikembangkan menjadi pengalaman edukasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Selain Smart BioDome, kawasan Kasegher juga dikembangkan dengan berbagai aktivitas edukatif lainnya. Pengunjung dapat memperoleh pengalaman mengenai tanaman herbal, kegiatan pengolahan produk, hingga pengenalan potensi lingkungan sekitar. Dengan konsep tersebut, wisata di Kasegher tidak hanya berorientasi pada aktivitas rekreasi, tetapi juga mengandung unsur edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengenalan potensi lokal.

Grand Launching Jadi Momentum Kolaborasi
Grand Launching Eduwisata Kasegher menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran dalam pengembangan kawasan. Kehadiran Camat Prigen, Wakil Rektor III UMM, Kepala Desa Sukolelo, serta berbagai unsur masyarakat dan pengelola wisata memberikan ruang untuk memperkenalkan capaian program sekaligus membangun komitmen bersama terhadap keberlanjutan Kasegher.

Bagi pemerintah desa, keberadaan Kasegher dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengoptimalkan potensi yang selama ini dimiliki Desa Sukolelo. Potensi herbal, sumber daya alam, aktivitas masyarakat, serta produk UMKM dapat dikembangkan dalam satu konsep wisata yang lebih terarah.
Sementara bagi perguruan tinggi, program tersebut menjadi bentuk implementasi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat.
Pertemuan berbagai pihak dalam Grand Launching juga menjadi bagian dari proses membangun jejaring kerja sama. Pengembangan destinasi wisata membutuhkan dukungan yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fasilitas fisik. Pengelolaan kelembagaan, promosi, sumber daya manusia, aksesibilitas, produk wisata, hingga pemeliharaan fasilitas membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Karena itu, Grand Launching tidak hanya menjadi kegiatan peresmian, tetapi juga menjadi penanda dimulainya pengelolaan Kasegher sebagai kawasan wisata yang diharapkan dapat terus berkembang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































