Kirim Press Release
Contact Us
  • Login
  • Register
Siaran Berita
Collaborator
  • Berita Utama
    Coretax Sistem Pajak Gagal yang Bikin Denda 1 Juta Rupiah

    Terrible! Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda

    anyaran

    Program Pendidikan 2026 Fokus pada Mutu dan Inklusivitas, Peran Akademisi Jadi Kunci

    Kisah guru SD

    Minimnya Fasilitas Menuju Sekolah Viral! Kisah Guru SD jaga Murid Menyeberangi Arus Deras Jadi Sorotan

    Kemkomdigi: Jaringan Pulih 98% di Hari yang Sama Pascagempa M 7,6

    Kemkomdigi: Jaringan Pulih 98% di Hari yang Sama Pascagempa M 7,6

    1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

    1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Foto Hasil Tangkapan Layar YouTube Kemenag)

    Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    Penulis: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

    Mengungkap Fakta, Menantang Bahaya

    Penulis: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

    Realitas Pendidikan di Tengah Keterbatasan Ekonomi yang Mengubur Mimpi Anak Bangsa

    Penulis: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

    MBG di Sekolah, Guru yang Dipersalahkan

  • Ekonomi & Bisnis
    WhatsApp Image 2025 11 04 at 16.31.16 b32cf40a

    Dari Dapur ke Ekonomi Rakyat: MBG Jadi Motor Baru Penciptaan Jutaan Lapangan Kerja dan UMKM Naik Kelas

    Special Screening Pelangi di Mars Perkuat Ekonomi Kreatif sebagai The New Engine of Growth

    Special Screening Pelangi di Mars Perkuat Ekonomi Kreatif sebagai The New Engine of Growth

    Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

    Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

    Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di NTT

    Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di NTT

    1774541789567

    Competitiveness or Control? Rethinking America’s Economic Narrative in a Multipolar World

    Pelabuhan WIKA Beton (Foto: WTON)

    Tembus 80 Ribu Muatan, Pelabuhan Kontingensi WIKA Beton Jadi Jalur Alternatif Vital Mudik 2026

    Pastikan Pasokan Energi di Sumbagut Aman Selama Lebaran, Kilang Pertamina Dumai Tetap Beroperasi 24 Jam dan Perkuat Sinergi Stakeholder

    Pastikan Pasokan Energi di Sumbagut Aman Selama Lebaran, Kilang Pertamina Dumai Tetap Beroperasi 24 Jam dan Perkuat Sinergi Stakeholder

    IMG 20260321 WA0007

    Lonjakan Penjualan Minyak di Tengah Bayang-Bayang Konflik Global: Analisis Dinamika Ekonomi, Geopolitik, dan Ketidakpastian Pasar Energi Dunia

    Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi

    Harga Minyak Dunia Melonjak, Menteri ESDM: Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi

  • Internasional
    Kementerian Luar Negeri Memfasilitasi Evakuasi Bertahap 32 WNI dari Iran

    Kementerian Luar Negeri Memfasilitasi Evakuasi Bertahap 32 WNI dari Iran

    Ketegangan Geopolitik Kerek Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel

    Ketegangan Geopolitik Kerek Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel

    Menteri Fiona bersama Presiden IISB dan Tim pada Ifthar Gathering SERAMBI 2026 di University of Queensland. (Foto: Abid Khofif/IISB)

    Hangatnya Ramadan di Australia: Menteri Queensland dan Lebih dari 400 Diaspora Indonesia Hadiri Ifthar Gathering SERAMBI 2026 di University of Queensland

    Dubes Iran Minta D-8 Kutuk Serangan AS-Israel

    Dubes Iran Minta D-8 Kutuk Serangan AS-Israel

    Venezuela

    Venezuela di Bawah Tekanan AS, China dalam Dampaknya

    Gedung Pancasila di kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jalan Taman Pejambon Nomor 6 Jakarta Pusat. (Foto: Dok.Kemlu)

    Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Venezuela dalam Kondisi Aman

    gamelan

    Indonesia Tangkal Pengaruh Asing di Pasifik dengan Strategi Diplomasi Gamelan

    IMG 20251221 WA0019

    Prabowo dan Diplomasi Mandiri: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Tengah Ketegangan Global

    Screenshot 2025 12 13 000720

    Komunitas Perantau Aceh di Turki Memberikan Donasi Pada Korban Banjir yang Terjadi di Sumatra

  • Nasional
    IMG 20260424 WA0053

    Prioritaskan Ketahanan Pangan Nasional, Kunker Komisi IV DPR RI Di Sulsel Di Apresiasi

    Pasar tradisional menjadi salah satu ruang hidup bagi pelaku UMKM dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui transaksi harian antara pedagang dan pembeli, sektor ini berperan penting dalam menjaga perputaran ekonomi lokal serta menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat.

    Antara Pemberdayaan dan Realitas Kebijakan: Analisis UMKM di Kabupaten Tulang Bawang pada Era Qudrotul Ikhwan Karyonagoro

    IMG 20251112 WA0046

    Wakil Ketua DPRD Palembang : CFN Sangat bagus dan Meminta Pemerintah Parkir Pengunjung Mobil hingga Sepeda Motor Digratiskan

    WhatsApp Image 2026 04 24 at 10.15.46 AM

    Exploring the Spiritual Heritage and Local Industry of Sodong Village in Semarang

    Desain tanpa judul 6 1

    Raih Juara I Tenis Lapangan, Bapas Bengkulu Perkuat Kebersamaan di Ajang Olahraga HBP ke-62

    Desain tanpa judul 5 1

    Resmi Berganti Kepala, Bapas Bengkulu Siap Perkuat Pembimbingan dan Pelayanan bagi Masyarakat

    Perkuat Sinergi Lingkungan, LDII Kota Kediri Studi Banding Pengolahan Sampah dan Urban Farming ke Pomosda Nganjuk

    Perkuat Sinergi Lingkungan, LDII Kota Kediri Studi Banding Pengolahan Sampah dan Urban Farming ke Pomosda Nganjuk

    WhatsApp Image 2026 04 23 at 20.27.48

    Praktisi Ekonomi Nilai Peningkatan Mutu dan Inklusivitas Pendidikan Kunci Menuju Generasi Emas 2045

    WhatsApp Image 2026 04 21 at 09.41.18

    Kepala Kantor Pertanahan Kota Lhokseumawe Ucapkan Selamat Hari Kartini, Dorong Perempuan Terus Berkarya

  • Properti dan Infrastruktur
    RuangKayu Jasa Interior Bandung Terpercaya 2026: Harga, Desain, dan Tips Memilih Vendor Terbaik

    Amazing! RuangKayu Jasa Desain Interior Bandung Terpercaya 2026: Harga, Desain, dan Tips Memilih Vendor Terbaik

    Pemasangan Box Girder (Foto: Galeri WIKA Beton)

    Tak Lagi Berpaku pada Satu Pintu, WIKA Beton Ekspansi Pasar Swasta dan Luar Negeri

    Sinar Mas Land Hadirkan Medical Suites di D-HUB SEZ BSD City

    Sinar Mas Land Hadirkan Medical Suites di D-HUB SEZ BSD City

    WIKA Beton Home (WHOME) Solusi Huntap, Aceh Tamiang

    15 Hari Jadi! WHOME Siap Diimplementasikan untuk Huntap

    WHOME WIKA Beton Solusi Huntap Pasca Bencana

    Secercah Harapan di Aceh Tamiang: WIKA Beton Hadirkan WHOME Hunian Pascabencana

    Progres MRT Fase 2A CP205 (Sumber: WTON)

    Proyek MRT Fase 2A Jakarta, Progres CP205

    Inspeksi Tim MRT

    MRT Jakarta Fase 2A Lampaui Target, Siap Beroperasi 2027

    Industri Properti Syariah Era Digital

    Antara Viral atau Halal: Ujian Berat Kejujuran di Industri Properti Syariah Era Digital dalam Penerapan “Maslahah Performa”

    MRT Jakarta Phase 2A

    MRT Jakarta Phase 2A Capai Milestone Penting: Pengecoran Rel Beton Pertama Selesai

  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • IPTEK
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil

No products in the cart.

Siaran Berita
  • Berita Utama
    Coretax Sistem Pajak Gagal yang Bikin Denda 1 Juta Rupiah

    Terrible! Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda

    anyaran

    Program Pendidikan 2026 Fokus pada Mutu dan Inklusivitas, Peran Akademisi Jadi Kunci

    Kisah guru SD

    Minimnya Fasilitas Menuju Sekolah Viral! Kisah Guru SD jaga Murid Menyeberangi Arus Deras Jadi Sorotan

    Kemkomdigi: Jaringan Pulih 98% di Hari yang Sama Pascagempa M 7,6

    Kemkomdigi: Jaringan Pulih 98% di Hari yang Sama Pascagempa M 7,6

    1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

    1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Foto Hasil Tangkapan Layar YouTube Kemenag)

    Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    Penulis: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

    Mengungkap Fakta, Menantang Bahaya

    Penulis: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

    Realitas Pendidikan di Tengah Keterbatasan Ekonomi yang Mengubur Mimpi Anak Bangsa

    Penulis: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

    MBG di Sekolah, Guru yang Dipersalahkan

  • Ekonomi & Bisnis
    WhatsApp Image 2025 11 04 at 16.31.16 b32cf40a

    Dari Dapur ke Ekonomi Rakyat: MBG Jadi Motor Baru Penciptaan Jutaan Lapangan Kerja dan UMKM Naik Kelas

    Special Screening Pelangi di Mars Perkuat Ekonomi Kreatif sebagai The New Engine of Growth

    Special Screening Pelangi di Mars Perkuat Ekonomi Kreatif sebagai The New Engine of Growth

    Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

    Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

    Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di NTT

    Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di NTT

    1774541789567

    Competitiveness or Control? Rethinking America’s Economic Narrative in a Multipolar World

    Pelabuhan WIKA Beton (Foto: WTON)

    Tembus 80 Ribu Muatan, Pelabuhan Kontingensi WIKA Beton Jadi Jalur Alternatif Vital Mudik 2026

    Pastikan Pasokan Energi di Sumbagut Aman Selama Lebaran, Kilang Pertamina Dumai Tetap Beroperasi 24 Jam dan Perkuat Sinergi Stakeholder

    Pastikan Pasokan Energi di Sumbagut Aman Selama Lebaran, Kilang Pertamina Dumai Tetap Beroperasi 24 Jam dan Perkuat Sinergi Stakeholder

    IMG 20260321 WA0007

    Lonjakan Penjualan Minyak di Tengah Bayang-Bayang Konflik Global: Analisis Dinamika Ekonomi, Geopolitik, dan Ketidakpastian Pasar Energi Dunia

    Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi

    Harga Minyak Dunia Melonjak, Menteri ESDM: Tak Ada Kenaikan BBM Bersubsidi

  • Internasional
    Kementerian Luar Negeri Memfasilitasi Evakuasi Bertahap 32 WNI dari Iran

    Kementerian Luar Negeri Memfasilitasi Evakuasi Bertahap 32 WNI dari Iran

    Ketegangan Geopolitik Kerek Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel

    Ketegangan Geopolitik Kerek Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel

    Menteri Fiona bersama Presiden IISB dan Tim pada Ifthar Gathering SERAMBI 2026 di University of Queensland. (Foto: Abid Khofif/IISB)

    Hangatnya Ramadan di Australia: Menteri Queensland dan Lebih dari 400 Diaspora Indonesia Hadiri Ifthar Gathering SERAMBI 2026 di University of Queensland

    Dubes Iran Minta D-8 Kutuk Serangan AS-Israel

    Dubes Iran Minta D-8 Kutuk Serangan AS-Israel

    Venezuela

    Venezuela di Bawah Tekanan AS, China dalam Dampaknya

    Gedung Pancasila di kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jalan Taman Pejambon Nomor 6 Jakarta Pusat. (Foto: Dok.Kemlu)

    Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Venezuela dalam Kondisi Aman

    gamelan

    Indonesia Tangkal Pengaruh Asing di Pasifik dengan Strategi Diplomasi Gamelan

    IMG 20251221 WA0019

    Prabowo dan Diplomasi Mandiri: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Tengah Ketegangan Global

    Screenshot 2025 12 13 000720

    Komunitas Perantau Aceh di Turki Memberikan Donasi Pada Korban Banjir yang Terjadi di Sumatra

  • Nasional
    IMG 20260424 WA0053

    Prioritaskan Ketahanan Pangan Nasional, Kunker Komisi IV DPR RI Di Sulsel Di Apresiasi

    Pasar tradisional menjadi salah satu ruang hidup bagi pelaku UMKM dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui transaksi harian antara pedagang dan pembeli, sektor ini berperan penting dalam menjaga perputaran ekonomi lokal serta menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat.

    Antara Pemberdayaan dan Realitas Kebijakan: Analisis UMKM di Kabupaten Tulang Bawang pada Era Qudrotul Ikhwan Karyonagoro

    IMG 20251112 WA0046

    Wakil Ketua DPRD Palembang : CFN Sangat bagus dan Meminta Pemerintah Parkir Pengunjung Mobil hingga Sepeda Motor Digratiskan

    WhatsApp Image 2026 04 24 at 10.15.46 AM

    Exploring the Spiritual Heritage and Local Industry of Sodong Village in Semarang

    Desain tanpa judul 6 1

    Raih Juara I Tenis Lapangan, Bapas Bengkulu Perkuat Kebersamaan di Ajang Olahraga HBP ke-62

    Desain tanpa judul 5 1

    Resmi Berganti Kepala, Bapas Bengkulu Siap Perkuat Pembimbingan dan Pelayanan bagi Masyarakat

    Perkuat Sinergi Lingkungan, LDII Kota Kediri Studi Banding Pengolahan Sampah dan Urban Farming ke Pomosda Nganjuk

    Perkuat Sinergi Lingkungan, LDII Kota Kediri Studi Banding Pengolahan Sampah dan Urban Farming ke Pomosda Nganjuk

    WhatsApp Image 2026 04 23 at 20.27.48

    Praktisi Ekonomi Nilai Peningkatan Mutu dan Inklusivitas Pendidikan Kunci Menuju Generasi Emas 2045

    WhatsApp Image 2026 04 21 at 09.41.18

    Kepala Kantor Pertanahan Kota Lhokseumawe Ucapkan Selamat Hari Kartini, Dorong Perempuan Terus Berkarya

  • Properti dan Infrastruktur
    RuangKayu Jasa Interior Bandung Terpercaya 2026: Harga, Desain, dan Tips Memilih Vendor Terbaik

    Amazing! RuangKayu Jasa Desain Interior Bandung Terpercaya 2026: Harga, Desain, dan Tips Memilih Vendor Terbaik

    Pemasangan Box Girder (Foto: Galeri WIKA Beton)

    Tak Lagi Berpaku pada Satu Pintu, WIKA Beton Ekspansi Pasar Swasta dan Luar Negeri

    Sinar Mas Land Hadirkan Medical Suites di D-HUB SEZ BSD City

    Sinar Mas Land Hadirkan Medical Suites di D-HUB SEZ BSD City

    WIKA Beton Home (WHOME) Solusi Huntap, Aceh Tamiang

    15 Hari Jadi! WHOME Siap Diimplementasikan untuk Huntap

    WHOME WIKA Beton Solusi Huntap Pasca Bencana

    Secercah Harapan di Aceh Tamiang: WIKA Beton Hadirkan WHOME Hunian Pascabencana

    Progres MRT Fase 2A CP205 (Sumber: WTON)

    Proyek MRT Fase 2A Jakarta, Progres CP205

    Inspeksi Tim MRT

    MRT Jakarta Fase 2A Lampaui Target, Siap Beroperasi 2027

    Industri Properti Syariah Era Digital

    Antara Viral atau Halal: Ujian Berat Kejujuran di Industri Properti Syariah Era Digital dalam Penerapan “Maslahah Performa”

    MRT Jakarta Phase 2A

    MRT Jakarta Phase 2A Capai Milestone Penting: Pengecoran Rel Beton Pertama Selesai

  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • IPTEK
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Siaran Berita
No Result
View All Result
Home Opini

Dualisme Sistem Perbankan Dalam Krisis: Evaluasi Kinerja Syariah dan Konvensional

Artikel Media Massa by Artikel Media Massa
11 October 2025
in Opini
A A
0
IMG 20251011 152442
869
SHARES
1.3k
VIEWS

Artikel ini mengkaji kinerja dualisme dalam sistem perbankan, yaitu perbankan syariah dan konvensional, terutama ketika menghadapi krisis ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan evaluatif kritis, studi ini membandingkan ketahanan, stabilitas, dan kontribusi kedua sistem dalam mengatasi dampak krisis. Data sekunder dari laporan keuangan bank syariah dan konvensional, beserta indikator makroekonomi selama masa krisis (seperti krisis keuangan global 2008 atau pandemi COVID-19), digunakan untuk mengidentifikasi variasi kinerja.

Temuan studi menunjukkan bahwa meskipun kedua sistem menghadapi dampak krisis, terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat fluktuasi aset, profitabilitas, dan manajemen risiko. Perbankan syariah, yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba dan spekulasi, umumnya menunjukkan stabilitas yang lebih baik pada indikator-indikator tertentu, meskipun tantangan terkait skala dan likuiditas tetap ada. Di sisi lain, perbankan konvensional, dengan keragaman produk dan jangkauan pasar yang lebih luas, menunjukkan kemampuan adaptasi yang berbeda.

Studi ini juga mengkaji kerangka regulasi yang membingkai kedua sistem dan dampaknya terhadap ketahanan perbankan. Temuan ini mempunyai arti penting bagi pengambil kebijakan dan praktisi perbankan dalam merancang strategi untuk meningkatkan ketahanan sistem keuangan di masa depan serta memahami potensi dan keterbatasan masing-masing sistem dalam menghadapi dinamika perekonomian. Kata Kunci: (Dualisme Sistem Perbankan, Perbankan Syariah, Perbankan Konvensional, Krisis Ekonomi) Abstrak — Artikel ini mengkaji kinerja dualisme dalam sistem perbankan, yakni perbankan syariah dan konvensional, terutama dalam menghadapi krisis ekonomi.

Dengan memanfaatkan pendekatan evaluatif yang kritis, studi ini membandingkan daya tahan, stabilitas, dan kontribusi kedua sistem dalam mengatasi dampak krisis. Data sekunder dari laporan keuangan bank syariah dan bank konvensional, beserta indikator ekonomi makro di masa krisis (seperti krisis keuangan global tahun 2008 atau pandemi COVID-19), digunakan untuk mengidentifikasi variasi dalam kinerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua sistem menghadapi dampak krisis, terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat kelemahan aset, profitabilitas, dan risiko manajemen.

Perbankan syariah, yang berlandaskan prinsip syariah seperti larangan riba dan ekonometrik, biasanya menunjukkan stabilitas yang lebih baik dalam beberapa indikator tertentu, meskipun tantangan terkait skala dan likuiditas tetap menjadi masalah. Di sisi lain, perbankan konvensional, dengan keberagaman produk dan jangkauan pasar yang lebih luas, menunjukkan kemampuan adaptasi yang berbeda. Penelitian ini juga menilai kerangka regulasi yang membingkai kedua sistem serta dampaknya bagi ketahanan perbankan.

Temuan ini memiliki makna penting bagi para pembuat kebijakan dan praktisi perbankan dalam merancang strategi untuk meningkatkan ketahanan sistem keuangan di masa mendatang dan untuk memahami serta keterbatasan potensi masing-masing sistem dalam menghadapi dinamika ekonomi.Kata kunci: (Sistem Perbankan Dualisme, Perbankan Syariah, Perbankan Konvensional, Krisis Ekonomi)PendahuluanSektor perbankan adalah fondasi dari ekonomi modern, berfungsi sebagai perantara keuangan, distribusi modal, dan menjaga stabilitas ekonomi makro.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, sistem perbankan berjalan dengan model ganda, di mana perbankan syariah ada di samping perbankan konvensional. Meskipun kedua sistem ini memiliki tujuan mendasar yang serupa dalam memfasilitasi transaksi keuangan, mereka berdiri di atas prinsip, filosofi, dan kerangka regulasi yang sangat berbeda. Perbankan konvensional beroperasi dengan dasar bunga dan pencarian keuntungan maksimal, sementara perbankan syariah mengikuti prinsip-prinsip Islam yang melarang riba, berspekulasi (gharar), dan praktik yang tidak etis.

Perbedaan mendasar ini telah memicu diskusi panjang tentang ketahanan dan kinerja relatif antara kedua sistem, terutama ketika menghadapi gejolak ekonomi dan krisis. Krisis keuangan global 2008 dan pandemi COVID-19 adalah contoh nyata bagaimana sistem keuangan diuji, yang menggambarkan kelemahan serta kekuatan masing-masing model perbankan. Dalam situasi krisis, muncul pertanyaan penting: apakah prinsip syariah memberikan perlindungan atau stabilitas yang lebih baik terhadap guncangan ekonomi dibandingkan model konvensional yang telah mapan? Atau justru sebaliknya, apakah perbankan konvensional, dengan skala dan beragam produknya, dapat beradaptasi dengan lebih baik?Artikel ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan ini dengan melakukan analisis kritis dan komparatif terhadap kinerja perbankan syariah dan konvensional selama masa krisis.

Dengan memaparkan data sekunder dari laporan keuangan dan indikator ekonomi makro, penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola berbeda dalam volatilitas aset, profitabilitas, manajemen risiko, dan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana kedua sistem ini menghadapi tekanan eksternal akan memberikan wawasan berharga bagi para pengambil kebijakan, regulator, dan pelaku perbankan dalam merancang strategi untuk meningkatkan ketahanan sistem keuangan ke depan, serta memaksimalkan kemampuan masing-masing sistem untuk menjaga stabilitas perekonomian.Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif untuk menilai kinerja bank syariah dan konvensional secara sistematis selama masa krisis.

Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh bank syariah dan konvensional di Indonesia, serta indikator ekonomi makro yang relevan dari lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia,dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini fokus pada dua periode krisis ekonomi yang signifikan: Krisis Keuangan Global 2008-2009 dan Pandemi COVID-19 (2020-2022), untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai respon kedua jenis sistem perbankan terhadap berbagai jenis tekanan.Populasi yang diteliti mencakup semua bank umum syariah, unit usaha syariah (UUS), serta bank umum konvensional yang beroperasi di tanah air selama waktu tersebut.

Metode purposive sampling akan digunakan untuk memilih bank yang lengkap dan konsisten datanya selama periode penelitian. Variabel yang akan diukur untuk menilai kinerja bank mencakup indikator stabilitas dan ketahanan (seperti Capital Adequacy Ratio, Non Performing Financing/Loan Ratio, Dana Pihak Ketiga terhadap Total Aset, dan Rasio Likuiditas), indikator profitabilitas (seperti Return on Asset, Return on Equity, dan Margin Bunga Bersih), serta indikator efisiensi (seperti Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional).

Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan tren kinerja setiap kelompok bank, serta menggunakan statistik inferensial seperti uji-t independen atau uji Mann Whitney U untuk menguji adanya perbedaan signifikan antara kinerja bank syariah dan konvensional. Analisis regresi panel juga dapat diterapkan untuk mengendalikan pengaruh faktor makroekonomi dan karakteristik bank saat menilai dampak krisis.

Melalui metodologi ini, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bukti empiris yang solid mengenai kinerja komparatif kedua sistem perbankan dalam menghadapi suasana krisis, serta dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.Hasil Dan PembahasanBagian ini menyajikan hasil analisis komparatif kinerja perbankan syariah dan konvensional di Indonesia selama dua periode krisis ekonomi, yaitu Krisis Keuangan Global (2008-2009) dan Pandemi COVID-19 (2020-2022). Pembahasan akan fokus pada indikator-indikator kunci seperti stabilitas, profitabilitas, dan efisiensi, serta bagaimana kerangka regulasi mempengaruhi respon kedua sistem terhadap guncangan.dan Margin Bunga Bersih/Margin Operasional), serta indikator efisiensi (seperti Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional).

Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan tren kinerja setiap kelompok bank, serta menggunakan statistik inferensial seperti uji-t independen atau uji Mann Whitney U untuk menguji adanya perbedaan signifikan antara kinerja bank syariah dan konvensional. Analisis regresi panel juga dapat diterapkan untuk mengendalikan pengaruh faktor makroekonomi dan karakteristik bank saat menilai dampak krisis. Melalui metodologi ini, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bukti empiris yang solid mengenai kinerja komparatif kedua sistem perbankan dalam menghadapi suasana krisis, serta dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Hasil Dan PembahasanBagian ini menyajikan hasil analisis komparatif kinerja perbankan syariah dan konvensional di Indonesia selama dua periode krisis ekonomi, yaitu Krisis Keuangan Global (2008-2009) dan Pandemi COVID-19 (2020-2022). Pembahasan akan fokus pada indikator-indikator kunci seperti stabilitas, profitabilitas, dan efisiensi, serta bagaimana kerangka regulasi mempengaruhi respon kedua sistem terhadap guncangan.dan Margin Bunga Bersih/Margin Operasional), serta indikator efisiensi (seperti Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional). Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan tren kinerja setiap kelompok bank, serta menggunakan statistik inferensial seperti uji-t independen atau uji Mann Whitney U untuk menguji adanya perbedaan signifikan antara kinerja bank syariah dan konvensional.

Analisis regresi panel juga dapat diterapkan untuk mengendalikan pengaruh faktor makroekonomi dan karakteristik bank saat menilai dampak krisis. Melalui metodologi ini, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bukti empiris yang solid mengenai kinerja komparatif kedua sistem perbankan dalam menghadapi suasana krisis, serta dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.Hasil Dan PembahasanBagian ini menyajikan hasil analisis komparatif kinerja perbankan syariah dan konvensional di Indonesia selama dua periode krisis ekonomi, yaitu Krisis Keuangan Global (2008-2009) dan Pandemi COVID-19 (2020-2022). Pembahasan akan fokus pada indikator-indikator kunci seperti stabilitas, profitabilitas, dan efisiensi, serta bagaimana kerangka regulasi mempengaruhi respon kedua sistem terhadap guncangan.

1. Kinerja Stabilitas dan Ketahanan

Analisis terhadap Rasio Kecukupan Modal (CAR/KPMM) menunjukkan bahwa kedua sistem perbankan secara umum mampu menjaga rasio modal di atas batas minimum regulasi selama periode krisis. Namun, terdapat pola yang menarik.

IMG 20251010 175312 1

Tabel 1: Selama Krisis Keuangan Global 2008, terlihat bahwa penurunan CAR/KPMM pada bank syariah dan konvensional relatif moderat, menunjukkan kapasitas modal yang resilient. Uniknya, pada saat pandemi COVID-19, meskipun terjadi sedikit penurunan di awal, kedua sistem dengan cepat beradaptasi, bahkan bank konvensional cenderung memiliki rasio modal yang lebih tinggi. Hal ini mungkin mencerminkan kemampuan bank konvensional dalam melakukan capital raising yang lebih agresif atau struktur permodalan yang lebih solid.Selanjutnya, kualitas aset yang diukur melalui Non-Performing Financing (NPF)untuk syariah dan Non-Performing Loan (NPL) untuk konvensional menunjukkan perbedaan yang menarik.

IMG 20251010 175259

 

Tabel 2: Selama krisis 2008, baik NPF maupun NPL mengalami peningkatan, namun secara proporsional dampaknya tidak terlalu jomplang antara keduanya. Namun, pada masa pandemi COVID-19, terlihat bahwa NPF perbankan syariah cenderung meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan NPL perbankan konvensional. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh karakteristik pembiayaan syariah yang cenderung lebih banyak ke sektor UMKM atau proyek-proyek riil yang lebih rentan terhadap disrupsi ekonomi, atau mungkin juga karena manajemen risiko pembiayaan syariah yang masih memerlukan penguatan.

2. Kinerja ProfitabilitasProfitabilitas bank, yang diukur dengan Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE), juga menunjukkan pola yang berbeda.

Tabel 3: Secara umum, profitabilitas perbankan konvensional cenderung lebih tinggi dibandingkan perbankan syariah, baik sebelum maupun selama krisis. Namun, penurunan profitabilitas pada puncak krisis 2008 dan 2020 menunjukkan bahwa kedua sistem sama-sama rentan terhadap kontraksi ekonomi. Meskipun demikian, penurunan ROA pada bank syariah tampak lebih tajam pada puncak pandemi COVID-19, mengindikasikan bahwa model bisnis syariah mungkin lebih terpengaruh oleh perlambatan ekonomi yang bersifat sektoral atau supply-side.

Peran Regulasi dan Implikasi

Studi ini juga menunjukkan bahwa aturan-aturan yang ada sangat penting dalam membangun ketahanan kedua sistem perbankan. Selama krisis tahun 2008, kebijakan regulasi yang lebih longgar dan pendekatan menunggu mungkin telah membantu bank konvensional untuk pulih lebih cepat dengan menggunakan instrumen tradisional. Namun, dalam konteks COVID-19, langkah regulasi OJK yang lebih aktif, seperti keringanan dalam restrukturisasi pinjaman, berkontribusi dalam mengurangi tekanan pada kualitas aset dikedua sektor.Meskipun perbankan syariah mengedepankan prinsip bagi hasil dan melarang spekulasi, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala terkait ukuran bisnis dan likuiditas.

Dengan aset yang lebih kecil dan terbatasnya instrumen pasar uang syariah, bank syariah kesulitan dalam mengelola likuiditas secara efisien saat menghadapi tekanan, jika dibandingkan dengan bank konvensional yang memiliki akses lebih luas ke pasar.Secara keseluruhan, hasil analisis ini menunjukkan bahwa sistem perbankan ganda memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda ketika menghadapi krisis. Perbankan konvensional terlihat lebih adaptif melalui keragaman produk dan akses yang lebih luas ke pasar, sering didukung oleh peraturan yang lebih fleksibel.

Di sisi lain, perbankan syariah,walaupun memiliki dasar prinsip yang kuat untuk stabilitas, masih membutuhkan peningkatan dalam manajemen risiko operasional, pengembangan produk, dan perluasan skala untuk sepenuhnya mencapai potensi ketahanannya, terutama dalam menghadapi guncangan ekonomi yang bersifat eksternal dan berkelanjutan. Hasil ini menegaskan pentingnya adanya regulasi yang responsif dan pengembangan pasar keuangan syariah yang lebih mendalam untuk mendukung pertumbuhan dan ketahanan sektor perbankan di Indonesia

Kesimpulan

Penelitian ini telah melakukan analisis mendalam terhadap kinerja ganda dari sistem perbankan di Indonesia, yaitu perbankan syariah dan konvensional, terutama dalam merespons guncangan ekonomi besar seperti Krisis Keuangan Global 2008 dan Pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun kedua sistem tidak sepenuhnya terlindungi dari dampak krisis, ada perbedaan yang jelas dalam pola respons dan ketahanan yang mereka tunjukkan.

Secara umum, perbankan konvensional menunjukkan tingkat profitabilitas yang lebih tinggi dan kemampuan adaptasi yang lebih cepat berkat diversifikasi produk serta akses yang lebih luas ke pasar. Hal ini difasilitasi oleh sistem regulasi yang lebih terstruktur dan keluwesan dalam pengelolaan instrumen keuangan. Namun, di sisi lain, potensi risiko sistemik dalam sistem konvensional dapat meningkat jika tidak melingkari dengan hati-hati.8Sementara itu, perbankan syariah, yang berpegang pada prinsip pembagian risiko serta larangan terhadap kegiatan spekulatif, menunjukkan tingkat stabilitas yang lebih baik dalam beberapa indikator ketahanan, seperti Rasio Kecukupan Modal, dalam kondisi tertentu.

Namun permasalahan dalam pengelolaan kualitas aset (NPF), terutama selama masa pandemi COVID-19, dan keterbatasan dalam skala serta likuiditas pasar uang syariah, masih menjadi tantangan yang harus ditangani. Hal ini mengindikasikan bahwa prinsip syariah sendiri tidak cukup tanpa dukungan dari manajemen risiko yang efektif dan pengembangan ekosistem pasar keuangan syariah yang lebih mendalam.Secara keseluruhan, dualisme dalam sistem perbankan di Indonesia terbukti memiliki kekuatan yang saling melengkapi.

Perbankan konvensional menyediakan ukuran dan efisiensi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sedangkan perbankan syariah memberikan alternatif berbasis etika dan stabilitas yang berbeda. Implikasi utama dari penelitian ini adalah perlunya kerangka regulasi yang fleksibel dan inklusif untuk mendukung perkembangan serta ketahanan kedua sistem, sekaligus mengatasi kelemahan masing-masing. Pengembangan instrumen di pasar keuangan syariah yang lebih bervariasi dan mendalam, serta peningkatan risiko manajemen di kedua sektor, akan sangat penting untuk memperkuat daya tahan sistem keuangan Indonesia di masa yang akan datang.

Valina Dewi Sekar Maheswari, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Raden Fatah Pelembang


Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

 

Tags: bankbank konvensionalbank syariahperbankan
Share348Tweet217Share61Pin78SendShare
Satu Rumah Top Leaderboard
Previous Post

Sinergi Penguatan Integritas: Lapas Bengkulu Jadi Tuan Rumah Monev Survei Penilaian Integritas dan LHK oleh Itjen PAS

Next Post

Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto Ikuti Sosialisasi Renstra Ditjen Pemasyarakatan 2025–2029 Secara Daring

Artikel Media Massa

Artikel Media Massa

Related Posts

IMG 20260423 WA0011

Red Flag dalam Bisnis yang Udah Dilarang Islam dari Dulu

25 April 2026
Picture2

Riset: Investasi Asing Jadi Penyelamat Manufaktur Lokal dari Jebakan Inefisiensi

25 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 25 at 13.49.08

Social Media as a Learning Resource for Students

25 April 2026
Dokumentasi Pribadi milik Alifah Nur Shabrina

Mengenal Alifah Nur Shabrina, Mahasiswa Multitalenta Muda Ponorogo dan Wajah Profesional Ambassador Bca

25 April 2026
Next Post
ccbeacea 9eab 4865 b574 d4cd7535bd7c

Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto Ikuti Sosialisasi Renstra Ditjen Pemasyarakatan 2025–2029 Secara Daring

Kulit Pisang | Pinterest https://pin.it/3OhaS7rD0

Inovasi Pangan Ramah Lingkungan: Transformasi Kulit Pisang dalam Agroindustri Lokal

Sumber : https://technologyindonesia.id/pertanian-dan-pangan/pertanian/ketahanan-pangan/

Transformasi Pertanian Menuju Agroindustri Modern melalui Teknologi Pangan

Paris City Fashion Week 2025

Alifah Flowerifta Azka Mewakili Indonesia di Paris City Fashion Week 2025

Rows of cassava farm  in Chonburi Thailand

Peran Agroindustri Singkong bagi Hasil Pertanian Indonesia

Please login to join discussion
Square Media Wanita
Collaborator

Siaran-Berita.com adalah portal media berita online yang bersifat terbuka dan inklusif. Kami menyediakan wadah bagi masyarakat umum, penulis lepas, praktisi humas, hingga pengamat untuk berkontribusi dalam bentuk tulisan

KonSiBer

KonSiBer adalah singkatan dari Kontributor Siaran Berita yang merupakan perwakilan dari individu atau instansi yang bertanggung-jawab penuh atas semua tulisan yang diterbitkan di Siaran-Berita.com sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku di Siaran-Berita.com

PEMBERITAHUAN

Siaran-Berita.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Siaran-Berita.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Siaran-Berita.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@siaran-berita.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

PENTING!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Aplikasi Siaran-Berita.com

Untuk memudahkan membaca berita terbaru di Siaran-berita.com segera download aplikasi khusus untuk Android di Google Play dan nikmati kemudahan membaca berita langsung dari gadget Anda

Guest Posts are Welcome!

We’re offering guest post spots on Siaran-BERITA.com | You’ll get 2 permanent do-follow links, homepage exposure, and super fast publishing (1–24 hrs). PayPal accepted Interested?”

Top Stories di Google News dan Halaman 1 Google

Siaran-Berita.com portal berita komunitas dengan mengutamakan optimalisasi SEO untuk setiap beritanya sehingga berita kamu akan langsung muncul di halaman 1 google dan Google News serta selalu menjadi Top Stories Google News, apabila kata kunci ada di judul dan kata kunci muncul beberapa kali didalam tulisan kamu.

Mengapa Tulisan Saya Dihapus?

1. Tidak Ada Gambar/Foto/Ilustrasi
2. Gambar tidak sesuai dengan tulisan
3. Judul Pakai Huruf Besar Semua
4. Menambahkan Link atau Tautan

Backlink

Media Wanita, Pelataran, Berita Properti, Mobil Babe, Ada Apa, Satu Rumah, Puteri Anak & Remaja Banten, Anugerah Lima Bintang, Desta Semesta Anugerah, Anissa Quinn, Shira Dominique, Ry Hyori,

Iklan MC DSA Square

Pintasan

  • Gratis : Cara Kirim Tulisan
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Tayang?
  • Cara Menerbitkan Tulisan Menggunakan Gadget atau Handphone

Baca di Google News

google news siaranberita.com

  • Tentang Siaran-Berita.com
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Panduan Komunitas
  • Disclaimer
  • Contact Us

© 2023 SIaran Berita - Pres Rilis dan Berita

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti dan Infrastruktur
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • IPTEK
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Login
  • Sign Up
  • Cart

© 2023 SIaran Berita - Pres Rilis dan Berita