Yogyakarta — Sebuah destinasi kuliner baru hadir di tengah kawasan elite Sagan dengan dibukanya Gianti Indonesian Fine Dining Restaurant di Jalan Dewi Sartika, Yogyakarta. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu area premium di kota tersebut, sering dijuluki “Menteng-nya Yogyakarta” karena karakter perumahannya yang eksklusif, tata ruang yang tertata, serta dominasi hunian dan fasilitas berkelas. Kehadiran Gianti menambah pilihan ruang makan fine dining yang selama ini masih terbatas di Kota Yogyakarta.
Restoran yang akan dibuka resmi pada akhir November 2025 ini tampil dengan konsep interior yang mengusung nuansa kolonial Belanda, menghadirkan suasana klasik yang dipadukan dengan sentuhan modern. Memasuki area utama, pengunjung disambut oleh dominasi furnitur kayu, ornamen arsitektur khas era Hindia Belanda, serta pencahayaan lembut yang dirancang untuk menciptakan atmosfer tenang dan elegan. Beberapa elemen dekoratif seperti hiasan dinding bertema zaman kolonial, motif lantai klasik, dan tata ruang simetris menjadi identitas visual yang memperkuat tema restoran.
Dari sisi kuliner, Gianti berfokus menyajikan hidangan Indonesia premium. Semua menu disajikan dalam format à la carte, menghadirkan rangkaian masakan Nusantara yang diolah dengan pendekatan modern namun mempertahankan cita rasa tradisional. Menu yang ditawarkan mencakup ragam masakan dari berbagai daerah, seperti Nasi Ningrat, Bebek Betutu, Gimbal Urang Semarang, Soto Bebek Rowo Pening, Bistik Lidah Meneer dan lain sebagainya yang dipresentasikan dengan teknik kontemporer Penyajian minimalis dan rapi menjadi bagian dari pengalaman fine dining yang dihadirkan restoran ini.

Pihak manajemen Gianti menyampaikan bahwa restoran ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan tempat bersantap dengan suasana formal dan eksklusif di Yogyakarta. “Kami ingin memberikan pengalaman bersantap yang menonjolkan kekayaan rasa Indonesia dalam suasana kolonial yang elegan. Tujuan kami adalah menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan makan malam atau pertemuan formal dalam suasana yang lebih tenang dan tertata,” ujar perwakilan manajemen Gianti
Pemilihan kawasan Sagan sebagai lokasi restoran dinilai tepat karena citra kawasan tersebut yang sudah lama dikenal sebagai area hunian dan bisnis kelas atas. Sagan memiliki reputasi sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat urban di Yogyakarta, terutama bagi kalangan profesional dan ekspatriat. “Lingkungan Sagan sejalan dengan konsep Gianti yang mengutamakan suasana premium dan kenyamanan,” tambah pihak manajemen.
Para tamu undangan dan pengunjung mencatat bahwa restoran ini menawarkan suasana berbeda dibanding restoran berkonsep modern di Yogyakarta. Penataan interior bernuansa kolonial dinilai memberi pengalaman historis yang unik saat menikmati hidangan Indonesia. Selain itu, tata letak meja yang tidak terlalu padat membuat suasana restoran terasa lebih privat dan mendukung percakapan yang berlangsung tanpa kebisingan.
Gianti membagi ruangnya ke dalam beberapa area, termasuk ruang makan utama dan ruang privat untuk keperluan perjamuan keluarga atau pertemuan bisnis. Setiap ruangan dirancang konsisten dengan tema kolonial, mulai dari penggunaan material kayu jati, warna-warna netral, hingga detail dekoratif seperti lampu gantung klasik dan hiasan dinding bernuansa Hindia Belanda. Penataan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman bersantap yang nyaman sekaligus berkarakter.
Restoran saat ini membuka layanan untuk makan siang dan makan malam, dengan sistem reservasi maupun walk-in. Pihak manajemen memastikan akan menghadirkan variasi menu baru secara berkala
Dengan kehadirannya, Gianti Indonesian Fine Dining Restaurant menambah daftar destinasi kuliner premium di Yogyakarta. Restoran ini menawarkan pilihan baru bagi warga, wisatawan, dan pelancong bisnis yang ingin menikmati masakan Indonesia dalam suasana historis yang formal, tenang, dan berkelas—sebuah pengalaman yang masih jarang ditemukan di kota pelajar tersebut. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”




































































