Jakarta – Pelajar asal Bulukumba, Muh. Mufaddal Muflihun, mengikuti kegiatan Youth Parliamentary Goes to DPR RI yang berlangsung pada 26–29 April 2025 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat proses kerja lembaga legislatif, mekanisme penyusunan kebijakan publik, serta praktik demokrasi melalui rangkaian kunjungan, diskusi, dan simulasi sidang.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami peran parlemen serta dinamika pengambilan keputusan di tingkat nasional. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan kesempatan untuk berdialog dengan berbagai lembaga negara, institusi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan media massa nasional. Beberapa lembaga yang dikunjungi antara lain DPR RI, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), WALHI, Greenpeace Indonesia, Tempo, dan CNN Indonesia.
Selain kunjungan kelembagaan, peserta juga mengikuti focus group discussion (FGD) yang menjadi ruang untuk bertukar pandangan, menyampaikan pendapat, dan melatih kemampuan berpikir kritis secara sistematis. Agenda utama kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi sidang paripurna yang dirancang menyerupai mekanisme persidangan parlemen. Dalam simulasi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa fraksi untuk membahas rancangan undang-undang sesuai topik yang telah ditentukan panitia.
Pada awalnya, simulasi sidang direncanakan berlangsung di Gedung DPR RI. Namun, karena adanya kendala teknis, panitia memindahkan pelaksanaan sidang ke Auditorium LAN RI. Meski terjadi perubahan lokasi, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme dari para peserta.
Dalam kegiatan simulasi sidang, Muh. Mufaddal Muflihun dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi dan menjadi salah satu peserta yang aktif dalam setiap sesi. Perannya terlihat dalam proses diskusi, penyampaian pendapat, sesi tanya jawab, serta lobi antarfraksi yang menjadi bagian penting dalam jalannya simulasi sidang. Keaktifan tersebut menunjukkan keterlibatan yang kuat dalam memahami proses deliberasi dan pengambilan keputusan dalam forum parlementer.
Pokok RUU yang dibahas dalam simulasi sidang mencerminkan isu-isu aktual yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Salah satu pokok RUU yang dibahas berasal dari Kementerian Dalam Negeri, yaitu mengenai pemilihan kepala daerah berbasis kecerdasan buatan dalam penyelenggaraan pemungutan dan rekapitulasi suara secara digital terintegrasi. RUU ini mengangkat gagasan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung proses pemilu yang lebih efisien, akurat, dan terintegrasi.
Sementara itu, pokok RUU lainnya berasal dari Kementerian Komunikasi dan Digital, yakni mengenai sentralisasi pengaduan masyarakat melalui aplikasi “Lapor Presiden” berbasis kecerdasan buatan dengan kewajiban bagi setiap warga negara untuk mengunduh dan menggunakannya dalam pengendalian dan pengawasan layanan publik nasional. RUU ini membahas gagasan sentralisasi sistem pengaduan masyarakat melalui platform digital yang terintegrasi untuk memperkuat pengawasan layanan publik.
Dalam proses pembahasan, fraksi yang dipimpin Muh. Mufaddal Muflihun berhasil menjalankan sesi lobi dengan baik. Fraksi tersebut menyusun dan menyampaikan pandangan terhadap dua RUU sesuai arah dan tujuan fraksi, yakni satu rancangan yang disetujui dan satu rancangan yang ditolak. Hasil pemungutan suara dan rekapitulasi akhirnya berhasil disepakati, sementara usulan mengenai sentralisasi pengaduan masyarakat berhasil ditolak melalui mekanisme sidang.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya, Muh. Mufaddal Muflihun menerima hadiah berupa buku yang membahas kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dari Kemenko PMK. Ia juga memperoleh topi edukasi parlemen dari DPR RI sebagai penghargaan atas keaktifannya dalam bertanya selama kunjungan dan diskusi berlangsung.

Kegiatan Youth Parliamentary Goes to DPR RI menjadi pengalaman berharga bagi para peserta, khususnya dalam memahami secara langsung proses demokrasi, mekanisme legislasi, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta menyampaikan gagasan dengan lebih terstruktur dan bertanggung jawab.
Bagi Muh. Mufaddal Muflihun, pengalaman tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam menambah pengetahuan, memperluas wawasan kebangsaan, dan mengasah kemampuan kepemimpinan di lingkungan forum formal. Keterlibatannya sebagai Ketua Fraksi sekaligus peserta aktif menunjukkan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam membangun kesadaran politik yang sehat dan konstruktif sejak dini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































