PAREPARE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas), Serli Nur Ramadhani, menginisiasi program penguatan literasi keluarga sebagai upaya pencegahan stunting di Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Nurul Huda 1 pada Kamis (9/1/2026).
Program bertajuk “Penguatan Literasi Keluarga dalam Pencegahan Stunting Berbasis Narasi Lokal” ini bertujuan menyederhanakan informasi medis menjadi bahasa sehari-hari. Dengan begitu, pesan mengenai gizi dapat lebih mudah diterima oleh orang tua balita.
“Pendekatan narasi lokal dipilih agar pesan gizi tidak terasa kaku. Kami ingin literasi ini dekat dengan keseharian masyarakat,” ujar Serli dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaannya, Serli berkolaborasi dengan petugas posyandu dan kader kesehatan setempat. Puncak dari program ini adalah peluncuran buku saku berjudul “Cerita Keluarga Sehat Mallusetasi”.
Buku tersebut berisi panduan pola asuh dan gizi yang dikemas dalam bentuk cerita keluarga. Sebagai upaya keberlanjutan, buku saku ini diserahkan kepada kader posyandu untuk dijadikan media edukasi rutin bagi warga sekitar.
Melalui inovasi ini, diharapkan angka stunting di tingkat lokal dapat ditekan melalui pemahaman yang lebih baik dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































