Pendidikan agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Salah satu pembelajaran yang sangat penting dalam pendidikan Islam adalah Tahsin Al-Qur’an, yaitu pembelajaran yang bertujuan memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf yang benar.
Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran lebih menekankan pada pengembangan kemampuan siswa secara aktif, kreatif, dan mandiri. Guru tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam memahami materi.
Melalui observasi yang dilakukan di SMA Negeri 15 Takengon, penulis mencoba mengamati bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Tahsin Al-Qur’an serta dampaknya terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik.
Tujuan Observasi
Adapun tujuan observasi ini adalah:
Mengetahui penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Tahsin Al-Qur’an.
Mengamati metode pembelajaran yang digunakan guru.
Mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran.
Mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran Tahsin Al-Qur’an.
Metode Observasi
Metode yang digunakan dalam observasi ini meliputi:
Pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.
Wawancara dengan guru mata pelajaran Tahsin Al-Qur’an.
Wawancara dengan beberapa siswa.
Dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Observasi dilakukan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas Tahsin Al-Qur’an.
Hasil Observasi
1. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dalam Tahsin Al-Qur’an
Berdasarkan hasil observasi, penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Tahsin Al-Qur’an di SMA Negeri 15 Takengon telah berjalan dengan cukup baik. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif membaca Al-Qur’an secara bergiliran serta memperbaiki bacaan secara langsung.
Pembelajaran lebih berpusat pada siswa sehingga mereka lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur’an di dalam kelas.
2. Metode Pembelajaran yang Digunakan
Guru menggunakan beberapa metode pembelajaran, antara lain:
Metode talaqqi (mencontoh bacaan guru)
Metode praktik langsung
Diskusi tajwid
Pembelajaran kelompok
Evaluasi bacaan secara individu
Selain itu, guru juga menggunakan media pembelajaran seperti speaker audio murattal dan buku tajwid untuk membantu siswa memahami materi.
3. Keaktifan dan Antusias Siswa
Dalam proses pembelajaran, siswa terlihat cukup aktif dan antusias. Banyak siswa yang berani membaca Al-Qur’an di depan kelas dan menerima koreksi dari guru. Hal ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membantu siswa lebih percaya diri dan aktif dalam belajar.
Siswa juga terlihat saling membantu memperbaiki bacaan teman-temannya saat kegiatan kelompok berlangsung.
Disusun Oleh: Khairul Fitra
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































