SERANG – Kalau ngomongin organisasi mahasiswa, hal yang sering muncul di pikiran kita mungkin adalah rapat, program kerja, kepanitiaan, atau acara yang harus diselesaikan. Hampir setiap kegiatan pasti punya target yang ingin dicapai. Tapi, pernah nggak kita berpikir, sebenarnya setelah semua program kerja itu selesai, apa yang didapat oleh orang-orang yang menjalankannya?
Menurut saya, di situlah peran Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) menjadi penting. PSDM seharusnya bukan cuma tentang membuat kegiatan untuk anggota, tetapi juga tentang bagaimana organisasi bisa membantu anggotanya berkembang.
PSDM Jangan Cuma Jadi Formalitas
Di beberapa organisasi, PSDM mungkin masih identik dengan kegiatan seperti seminar, pelatihan, sharing session, atau gathering. Kegiatan-kegiatan tersebut tentu bukan sesuatu yang buruk. Justru kegiatan seperti itu bisa memberikan banyak manfaat.
Namun, menurut saya, yang perlu dipikirkan bukan hanya “kegiatannya sudah terlaksana atau belum”, tetapi juga “setelah kegiatan ini, anggota mendapatkan apa?”
Contohnya, organisasi mengadakan pelatihan public speaking. Selama kegiatan, anggota diberikan materi tentang cara berbicara di depan umum. Setelah itu, kegiatan selesai dan semua kembali seperti biasa.
Padahal, kemampuan berbicara di depan umum akan lebih berkembang kalau anggota juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkannya. Misalnya dengan menjadi moderator, presentasi saat rapat, atau memimpin sebuah diskusi.
Jadi, PSDM menurut saya tidak cukup hanya dengan memberikan materi. Harus ada kesempatan untuk mencoba dan berkembang.
Kadang Kita Berkembang Justru Karena Dikasih Tanggung Jawab
Salah satu hal yang saya rasa paling berpengaruh dalam organisasi adalah ketika kita diberikan tanggung jawab.
Awalnya mungkin kita merasa belum siap. Bahkan, bisa saja muncul pikiran, “Bisa nggak ya saya melakukan ini?” atau “Takut salah.”
Tapi justru dari situ proses belajar dimulai.
Ketika seseorang dipercaya menjadi ketua panitia, misalnya, dia bukan hanya belajar bagaimana mengatur sebuah acara. Dia juga belajar berkomunikasi dengan orang lain, membagi tugas, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.
Tidak semua proses tersebut akan berjalan mulus. Pasti ada kesalahan. Pasti ada hal yang tidak sesuai rencana.
Menurut saya, hal tersebut sebenarnya wajar. Organisasi seharusnya menjadi tempat untuk belajar, bukan tempat yang menuntut setiap orang selalu sempurna.
Yang penting adalah bagaimana kesalahan tersebut dievaluasi dan dijadikan pengalaman.
Evaluasi Jangan Sampai Membuat Orang Takut untuk Berkembang
Berbicara tentang kesalahan, hal yang tidak kalah penting dalam PSDM adalah evaluasi.
Evaluasi memang dibutuhkan supaya organisasi bisa mengetahui apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih kurang. Namun, cara melakukan evaluasi juga menurut saya perlu diperhatikan.
Kalau evaluasi hanya berisi menyalahkan seseorang, tentu orang tersebut akan merasa tertekan. Bahkan, bisa saja mereka menjadi takut untuk mengambil tanggung jawab lagi karena takut melakukan kesalahan.
Padahal, akan lebih baik jika evaluasi dilakukan sebagai diskusi.
Misalnya, daripada hanya mengatakan, “Kamu kurang bisa mengatur waktu,” akan lebih baik jika dibicarakan juga apa yang menyebabkan masalah tersebut dan bagaimana cara mengatasinya ke depan.
Dengan begitu, evaluasi tidak hanya menjadi kegiatan untuk mencari kesalahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar.
Jangan Sampai Anggota Hanya Sibuk, Tapi Tidak Berkembang
Menurut saya, ini adalah salah satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan dalam organisasi mahasiswa.
Terkadang kita bisa sangat sibuk mengikuti berbagai kegiatan. Rapat hampir setiap minggu, ada kepanitiaan, ada acara, ada deadline, dan masih banyak hal lainnya.
Namun, kesibukan belum tentu berarti perkembangan.
Bisa saja seseorang mengikuti banyak kegiatan, tetapi tidak mendapatkan pengalaman baru. Bisa juga seseorang menjalankan tugas hanya karena memang itu sudah menjadi tanggung jawabnya, tanpa memahami apa yang sebenarnya bisa dipelajari dari proses tersebut.
Karena itu, organisasi perlu memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan juga memberikan ruang untuk belajar.
Anggota tidak harus selalu diberikan kegiatan yang besar. Hal-hal sederhana seperti diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, dipercaya menjadi penanggung jawab, mendapatkan feedback, atau diajak berdiskusi mengenai masalah yang terjadi juga merupakan bagian dari PSDM.
Pada Akhirnya, yang Dibawa Pulang Bukan Cuma Sertifikat
Bagi saya, salah satu ukuran keberhasilan PSDM bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang berhasil dilakukan atau berapa banyak sertifikat yang diperoleh anggota.
Hal yang lebih penting adalah perubahan yang terjadi pada diri seseorang.
Mungkin sebelum masuk organisasi kita masih takut berbicara di depan banyak orang. Setelah beberapa kali mendapat kesempatan, akhirnya kita mulai berani.
Mungkin sebelumnya kita tidak tahu bagaimana cara bekerja dalam tim. Setelah mengikuti beberapa kegiatan, kita mulai memahami bagaimana cara berkomunikasi dan menyelesaikan perbedaan pendapat.
Atau mungkin sebelumnya kita belum pernah memimpin orang lain, tetapi setelah diberikan kepercayaan, kita menjadi lebih siap untuk mengambil tanggung jawab.
Menurut saya, perkembangan seperti inilah yang sebenarnya menjadi hasil paling berharga dari PSDM.
Karena pada akhirnya, program kerja akan selesai dan kepengurusan akan berganti. Tapi pengalaman, kemampuan, dan pelajaran yang kita dapat selama berorganisasi bisa terus kita bawa ke kehidupan berikutnya.
Jadi, PSDM seharusnya bukan hanya tentang bagaimana membuat anggota tetap aktif dalam organisasi. Lebih dari itu, PSDM adalah tentang bagaimana organisasi bisa menjadi tempat bagi anggotanya untuk belajar, mencoba, melakukan kesalahan, dan akhirnya berkembang.
Sebab organisasi yang baik bukan hanya menghasilkan banyak program kerja, tetapi juga menghasilkan orang-orang yang menjadi lebih baik setelah menjalaninya.
Penulis: Yolanda – Universitas Pamulang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































