Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 Siap Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional
“Target kami bukan hanya panggung Banten lalu berhenti. Kami ingin putri-putri yang terpilih terus meningkatkan kualitas diri—baik penampilan, karakter, etika, maupun public speaking,” ujar Deiby, Minggu (18/10/2026).
“Kita harus berani bermimpi setinggi-tingginya. Target tentu ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami berharap bisa membawa pulang empat mahkota,” tambahnya.
Persiapan Matang dan Advokasi Para Finalis
- Mikhayla Dittara Assyifa Anwar (Mika) — Puteri Anak Indonesia Banten 2026: Fokus mengasah public speaking, teknik catwalk, serta memperkuat program advokasi yang tengah dijalankan.
- Karissa Tesalonika Harianja — Puteri Remaja Indonesia Banten 2026: Menjadikan panggung nasional sebagai wadah self-improvement dan perluasan dampak sosial. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil.
- Shaelynn Chang — Puteri Remaja Indonesia Banten Pariwisata 2026: Memanfaatkan pengalaman modeling untuk menyempurnakan public speaking serta pembawaan diri, sekaligus memperluas jaringan pertemanan antarprovinsi.
- Hiranindya Heryunanisita Ichwan (Hira) — Puteri Anak Indonesia Banten Budaya & Favorite 2026: Mengusung misi pelestarian budaya Banten di tingkat nasional lewat penguatan materi advokasi dan wawasan kebudayaan.
- Aline Estianty Hadi (Alin) — Puteri Anak Indonesia Banten Lingkungan 2026: Berfokus pada pemahaman isu dan edukasi lingkungan hidup agar gagasan positif yang dibawanya dapat tersampaikan dengan baik.
- Nadine Callysta Tambunan — Puteri Anak Indonesia Pendidikan 2026: Menyiapkan performa terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri serta memperluas wawasan selama karantina.
Mirelin — Puteri Remaja Indonesia Banten Pendidikan 2026 : menyebut persiapannya menuju kompetisi nasional telah mencapai sekitar 90 persen. Meski begitu, ia masih berupaya menyempurnakan beberapa aspek agar dapat tampil maksimal selama karantina dan grand final.
- Radenroro Alisha Prameswari Sugiharto – Puteri Remaja Indonesia Banten Budaya 2026 : Menyebut Ia terus mematangkan persiapan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya dan keberagaman Indonesia.

Kantongi Dukungan Pemerintah dan Bawa Misi Sosial
“Kami ingin menjadikan platform ini sebagai sarana menginspirasi anak-anak pemulung yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Keberhasilan seorang putri tidak hanya diukur dari mahkota, tetapi dari kepedulian dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Miss Deiby.

Persiapan Matang Menuju Panggung Nasional
Salah satu finalis, Mikhayla Dittara Assyifa Anwar, pemegang gelar Puteri Anak Indonesia Banten 2026, mengaku telah mempersiapkan diri melalui latihan public speaking dan catwalk. Ia juga terus menjalankan advokasi yang menjadi bagian dari perjalanannya di dunia pageant.
“Untuk persiapan dari aku sendiri, aku sudah mempersiapkan public speaking dan catwalk dengan matang, serta menjalankan advokasi yang aku jalankan,” ujar Mikhayla, yang akrab disapa Mika.
Ia mengaku bangga mendapatkan kesempatan mewakili Banten di tingkat nasional. Baginya, ajang tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menunjukkan hasil dari latihan yang telah dijalani.
Sementara itu, Karissa Tesalonika Harianja, Puteri Remaja Indonesia Banten 2026, memandang kompetisi ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memperluas dampak positif melalui advokasi.
Menurut Karissa, kemampuan public speaking dan catwalk perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Selain self-improvement, saya melihat platform Puteri Remaja Indonesia sebagai wadah yang sangat baik untuk mengembangkan advokasi. Untuk menjadi berdampak, semuanya bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti mengembangkan diri dan berbagi cerita dengan orang lain,” ungkapnya.
Karissa berharap pengalaman di tingkat nasional dapat semakin meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilannya dalam menjalankan advokasi.
Shaelynn Chang Ingin Terus Kembangkan Potensi Diri. Shaelynn Chang, Puteri Remaja Indonesia Banten Pariwisata 2026, juga terus mematangkan persiapannya menjelang kompetisi nasional.
Pengalamannya di bidang modeling menjadi salah satu bekal untuk mengikuti ajang pageant. Meski demikian, Shaelynn tetap ingin mengembangkan kemampuan lain, terutama public speaking, catwalk, serta cara membawa diri.
Ia mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk mencoba pengalaman baru sekaligus menguji kemampuan yang selama ini dikembangkan.
Melalui ajang tersebut, Shaelynn berharap dapat tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik untuk Banten. Ia juga antusias bertemu dengan peserta dari berbagai provinsi untuk berbagi pengalaman dan memperluas pertemanan.
Hiranindya Heryunanisita Ichwan Bawa Misi Budaya. Hiranindya Heryunanisita Ichwan, pemegang gelar Puteri Anak Indonesia Banten Budaya & Puteri Anak Indonesia Banten Favorite 2026, mengatakan persiapannya bersama finalis lainnya meliputi latihan catwalk, public speaking, dan pendalaman advokasi.
Ia berharap seluruh proses pembinaan yang telah dijalani dapat menjadi bekal untuk tampil maksimal di panggung nasional.
“Untuk persiapannya, kami telah mempersiapkan catwalk, public speaking, advokasi, dan lain-lain. Harapan saya, semoga persiapan yang telah kami latih selama ini bisa berjalan lancar di panggung nasional nanti,” kata Hira.
Selain mengejar prestasi, Hira ingin memanfaatkan kompetisi tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan diri, dan bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia.
Aline Estianty Hadi Fokus pada Advokasi Lingkungan. Aline Estianty Hadi, Puteri Anak Indonesia Banten Lingkungan 2026, mengatakan persiapannya menuju tingkat nasional berfokus pada penguatan kemampuan public speaking, catwalk, dan pemahaman terhadap advokasi yang dibawanya.
Menurut Alin, pendalaman advokasi menjadi bagian penting agar setiap finalis dapat menyampaikan gagasan serta program yang ingin dikembangkan.
“Untuk persiapannya, kami sudah mempersiapkan public speaking, catwalk, serta memperdalam advokasi masing-masing,” ujarnya.
Alin berharap kesempatan mewakili Banten dapat menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menyampaikan pesan positif melalui bidang lingkungan.
Nadine Callysta Tambunan Siap Tampilkan Kemampuan Terbaik. Nadine Callysta Tambunan, Puteri Anak Indonesia Pendidikan 2026, mengaku telah mempersiapkan kemampuan public speaking dan catwalk untuk menghadapi kompetisi nasional.
Ia mengaku senang memperoleh kesempatan mewakili Banten dan ingin menunjukkan kemampuan terbaik selama rangkaian karantina hingga grand final.
“Kami akan mewakili Banten dan sudah mempersiapkan public speaking serta catwalk secara matang,” tuturnya.
Bagi Nadine, kompetisi nasional menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan belajar dari peserta lain yang berasal dari berbagai daerah.
Mirelin, Puteri Remaja Indonesia Banten Pendidikan 2026, menyebut persiapannya menuju kompetisi nasional telah mencapai sekitar 90 persen. Meski begitu, ia masih berupaya menyempurnakan beberapa aspek agar dapat tampil maksimal selama karantina dan grand final.
Ia juga mengaku antusias menyambut kesempatan bertemu dengan peserta dari berbagai provinsi. Baginya, ajang nasional bukan hanya tentang meraih prestasi, tetapi juga kesempatan memperluas pertemanan dan mendapatkan pengalaman baru.
Hal senada disampaikan Radenroro Alisha, Puteri Remaja Indonesia Banten Budaya 2026. Ia terus mematangkan persiapan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya dan keberagaman Indonesia.
Alisha berharap dapat tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik untuk Banten. Ia juga menantikan kesempatan bertemu dengan finalis dari berbagai daerah untuk saling mengenal dan belajar.
Audiensi dengan Instansi Pemerintah
Dalam rangka mempersiapkan keberangkatan ke tingkat nasional, para finalis juga telah melakukan audiensi dengan sejumlah instansi pemerintah, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten serta Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan para wakil Banten sekaligus membangun dukungan menjelang kompetisi nasional.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para finalis untuk menjalani seluruh tahapan kompetisi dengan penuh tanggung jawab.
Siapkan Program Edukasi dan Charity untuk Anak-Anak
Tak hanya berorientasi pada prestasi, Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten juga membawa misi sosial melalui program edukasi dan charity bagi anak-anak dari keluarga pemulung di wilayah Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.
Miss Deiby menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai wadah bagi para finalis untuk menginspirasi anak-anak yang belum memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh akses pendidikan dan pengembangan diri.
“Kami ingin menjadikan platform ini sebagai sarana bagi putri-putri Banten untuk menginspirasi dan memotivasi anak-anak pemulung di luar sana yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan yang sama, khususnya di bidang pendidikan,” jelas Deiby.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari kontribusi sosial para finalis, sehingga kehadiran mereka tidak hanya memberikan inspirasi di panggung pageant, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan seorang putri tidak semata-mata diukur dari mahkota yang diraih, melainkan juga dari kepedulian dan dampak positif yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar.

Dukungan Orang Tua Jadi Penyemangat
Dukungan keluarga, khususnya para ibu, turut menjadi bagian penting dalam perjalanan para finalis menuju tingkat nasional. Kehadiran orang tua memberikan dorongan moral bagi para peserta untuk terus berlatih dan menjalani setiap tahapan persiapan.
Deiby pun menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendampingi dan mendukung anak-anak mereka selama proses pembinaan.
Ia berharap doa dan dukungan masyarakat dapat mengiringi perjuangan para wakil Banten selama menjalani karantina hingga grand final.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, pembinaan karakter, penguatan advokasi, serta dukungan keluarga, para finalis Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 optimistis dapat memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional.
Mereka membawa harapan untuk mengharumkan nama Banten sekaligus membuktikan bahwa ajang pageant bukan sekadar tentang mahkota, melainkan juga tentang prestasi, karakter, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































