Desa Menanti Selatan yang terletak di Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi lokal, terutama dalam hal pemberdayaan perempuan. Desa Menanti Selatan merupakan daerah pertanian dan perkebunan yang menghasilkan berbagai buah-buahan, termasuk nanas. Namun, masyarakat rumah tangga dan pedagang lokal belum memanfaatkan limbah kulit nanas dengan baik, menjadikannya sampah organik.
Sebaliknya, banyak perempuan di Desa Menanti Selatan, terutama ibu rumah tangga dan anggota kelompok PKK, memiliki waktu luang yang belum dimanfaatkan secara ekonomis. Di Desa Menanti Selatan, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-84 Kelompok 70 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, memutuskan untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari kulit nanas. Khususnya, program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan usia produktif, ibu rumah tangga, kelompok PKK, dan pelaku UMKM perempuan di desa untuk memperoleh keterampilan baru yang akan membantu mengelola limbah organik sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
A. Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas
Di Balai Desa Menanti Selatan, orang-orang dididik tentang cara menggunakan limbah kulit nanas sebagai sumber daya ekonomi. Puluhan perempuan dari berbagai RT di Desa Menanti Selatan menghadiri acara dengan sangat antusias. Tim KKN mengatakan bahwa kulit nanas yang dibuang di Desa Menanti Selatan sebelumnya mengandung enzim bromelain, serat alami, vitamin C, dan berbagai senyawa organik yang baik. Ketika kulit nanas diproses menjadi lilin aromaterapi, aroma khasnya yang segar dan tropis sangat bermanfaat. Aroma alami ini memberikan efek menenangkan dan menyegarkan, yang membuatnya ideal untuk produk aromaterapi yang sedang meningkat popularitasnya di pasar.
Warga lokal di Desa Menanti Selatan diberitahu bahwa di setiap rumah yang memakan buah nanas terdapat “emas tersembunyi” yang telah dibuang secara gratis. Dengan memanfaatkan limbah kulit nanas yang mudah diakses di lingkungan mereka sendiri, peserta tidak hanya dapat menghemat biaya produksi karena bahan baku gratis, tetapi juga membantu menjaga lingkungan Desa Menanti Selatan tetap bersih dengan mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang. Dilengkapi dengan media visual yang menarik dan contoh produk jadi lilin aromaterapi, materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan keadaan masyarakat Desa Menanti Selatan.
Selain itu, tim KKN menjelaskan bahwa harga jual lilin aromaterapi yang terbuat dari bahan alami menjanjikan, berkisar antara Rp10.000 sampai Rp20.000 per buah. Produk ini dapat membantu banyak keluarga di Desa Menanti Selatan menghasilkan uang tambahan dengan biaya yang sangat rendah. Banyak warga lokal Desa Menanti Selatan yang awalnya skeptis, namun setelah melihat contoh produk dan mendengar tentang potensi pasarnya, mereka menjadi tertarik dan ingin mempelajari bagaimana produk tersebut dibuat.
B. Demonstrasi dan Praktik Pembuatan Lilin Aromaterapi
Di Balai Desa Menanti Selatan, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Para warga mendapatkan pengalaman praktis di tahap ini, yang merupakan bagian penting dari program. Tim KKN menunjukkan proses pembuatan dari persiapan bahan baku hingga akhir produk. Untuk memperkuatnya, kulit nanas yang dikumpulkan dari rumah-rumah penduduk Desa Menanti Selatan digunakan. Prosesnya dimulai dengan membersihkan kulit nanas dan mengekstraknya untuk mendapatkan aroma dan sari nanas yang khas. Mereka diajarkan untuk mengontrol suhu dan waktu ekstraksi untuk menghasilkan aroma terbaik.
Selanjutnya, lilin dasar meleleh dengan double boiler dengan suhu yang tepat. Setelah lilin meleleh sempurna, ekstrak kulit nanas dicampur dengan proporsi yang tepat. Setelah dikenali, para warga akan melakukan praktik langsung. Meskipun sebagian besar ibu-ibu di Desa Menanti Selatan baru pertama kali berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, mereka tampak sangat antusias. Setiap warga menerima bimbingan individu dari tim KKN berenang. Praktik itu sangat menyenangkan, dengan mereka bertanya satu sama lain, berbagi informasi, dan membantu satu sama lain karena kekeluargaan khas masyarakat desa.
Ketika warga Desa Menanti Selatan melihat lilin aromaterapi dengan aroma nanas yang harum dan penampilan yang menarik, itu menjadi momen yang sangat memuaskan. Banyak warga yang langsung mengambil foto karya mereka dan berencana untuk mencobanya lagi di rumah. Selain itu, warga diberi instruksi tentang berbagai bentuk dan ukuran lilin yang dapat dibuat, mulai dari lilin dalam pouch laser yang bagus untuk dekorasi rumah, lilin tealight yang praktis, hingga lilin pilar yang lebih elegan. Tujuan dari proses ini adalah untuk memberi peserta asal dalam mengembangkan produk mereka sesuai kebutuhan pasar.
C. Pelatihan Pengemasan Produk
Sesi berikutnya melibatkan instruksi tentang pengemasan produk yang sederhana namun menarik. Warga dari Desa Menanti Selatan diberitahu oleh tim KKN bahwa pengemasan yang baik sangat penting untuk meningkatkan nilai jual produk dan menarik perhatian pelanggan.
Dikenalkan kepada warga berbagai jenis bahan kemasan murah yang mudah ditemukan baik di Kecamatan Kelekar maupun di pasar online. Mereka mengajarkan cara menambahkan label pada lilin dalam pouch laser yang mencantumkan nama produk, aroma, komposisi bahan, cara penggunaan, dan nomor telepon produsen.
Tim KKN mengajarkan cara membuat label menggunakan aplikasi desain sederhana di smartphone seperti Canva, yang gratis. Mereka juga mendidik peserta yang belum terbiasa dengan teknologi , cara membuat label manual dengan tulisan tangan yang rapi dan artistik menggunakan spidol atau pena kaligrafi.
Para warga juga mengajarkan cara membuat kemasan lebih menarik dengan menggunakan bunga kering sebagai aksen, pita, atau tag gantung bertuliskan “Produk Ramah Lingkungan dari Desa Menanti Selatan.” Beberapa warga bahkan mulai membuat karya seni dengan menggunakan bahan alami yang ada di sekitar Desa Menanti Selatan untuk menghias.
Konsep cerita dalam kemasan juga menjadi perhatian. Tim KKN mendorong warga untuk menceritakan bahwa produk mereka terbuat dari limbah kulit nanas yang ramah lingkungan dan merupakan hasil karya perempuan Desa Menanti Selatan. Cerita seperti ini dapat memberikan nilai jual tambahan yang menarik bagi pelanggan, terutama mereka yang sadar lingkungan dan mendukung produk lokal.
D. Edukasi Peluang Usaha dan Pemasaran
Sesi terakhir terdiri dari pelatihan peluang bisnis dan strategi pemasaran untuk produk lilin aromaterapi . Para warga dari Desa Menanti Selatan diberitahu oleh tim KKN bahwa meskipun mereka tinggal di desa, produk mereka memiliki peluang pasar yang luas, termasuk di Kecamatan Kelekar atau Kabupaten Muara Enim, tetapi juga di Palembang dan kota-kota lainnya.
Harga pokok produksi (HPP) dihitung dengan mempertimbangkan biaya bahan baku, tenaga kerja, overhead (seperti listrik dan transportasi), dan margin keuntungan. Selain itu, berbagai strategi penetapan harga ditawarkan untuk memenuhi kondisi pasar lokal dan regional.
Kondisi Desa Menanti Selatan mempengaruhi strategi pemasaran yang diajarkan. Untuk sementara, warga didorong untuk memasarkan produk mereka kepada orang-orang di sekitar Desa Menanti Selatan dan desa-desa terdekat . Promosi dari mulut ke mulut, juga dikenal sebagai mulut ke mulut, masih sangat efektif di lingkungan pedesaan. Selain itu, mereka memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk memperluas pasar. Selain itu, warga lokal Desa Menanti Selatan dikenalkan dengan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia yang memungkinkan mereka menjual barang mereka ke luar wilayah Muara Enim. Tim KKN memberikan penjelasan tentang prosedur praktis untuk membangun toko online dan mengelola pesanan.
Pemasaran online, pemasaran offline juga penting. Para warga dididik untuk memanfaatkan acara lokal seperti bazar di Kecamatan Kelekar, pameran UMKM di Muara Enim, atau car free day di Palembang untuk menampilkan dan menjual barang mereka. Selain itu, tim KKN menyarankan untuk bekerja sama dengan toko oleh-oleh khas Sumatera Selatan atau tempat kerajinan di Palembang untuk menitipkan produk mereka. Selain itu, beberapa warga dari Desa Menanti Selatan yang sudah memiliki usaha kecil seperti toko atau warung disarankan untuk menjual lilin aromaterapi sebagai produk tambahan di toko mereka.
E. Dampak Program bagi Masyarakat Desa Menanti Selatan
Masyarakat Desa Menanti Selatan merasakan manfaat besar dari program ini. Mereka memperoleh keterampilan baru yang berguna yang dapat mereka gunakan dengan bahan baku di lingkungan mereka. Ketika limbah kulit nanas dianggap sebagai sampah, kini dipandang sebagai peluang ekonomi. Perempuan di Desa Menanti Selatan semakin percaya diri. Banyak ibu rumah tangga kini bangga dapat membuat produk berkualitas tinggi dengan tangan mereka sendiri, setelah sebelumnya merasa tidak memiliki keahlian khusus.
Selain itu, program ini meningkatkan kolaborasi dan solidaritas perempuan di Desa Menanti Selatan. Mereka membentuk grup WhatsApp khusus untuk berbagi informasi, tips, dan saling mendukung untuk mempercepat pertumbuhan bisnis mereka. Beberapa warga bahkan berencana untuk membentuk kelompok usaha bersama untuk menghasilkan jumlah produk yang lebih besar dan berbagi tugas pemasaran. Dari perspektif lingkungan, penggunaan limbah kulit nanas meningkatkan kebersihan Desa Menanti Selatan karena mengurangi jumlah sampah organik yang sebelumnya hanya dibuang atau ditumpuk.
F. Keberlanjutan dan Harapan ke Depan
Beberapa tindakan strategis telah direncanakan untuk menjamin keinginan program di Desa Menanti Selatan. Secara berkala, tim KKN akan melakukan pendampingan lanjutan untuk memantau perkembangan usaha warga dan membantu menyelesaikan masalah. Proses pembentukan kelompok usaha bersama “Lilin Aromaterapi Menanti Selatan” sedang berlangsung. Kelompok ini akan memberi warga kesempatan untuk bekerja sama dalam produksi dan pemasaran serta membantu mereka membeli bahan baku secara kolektif untuk mendapatkan harga yang lebih rendah.
G. Kesimpulan
Di Desa Menanti Selatan, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, ada program sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari kulit nanas. Ini adalah contoh nyata bagaimana pemberdayaan ekonomi perempuan dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini terabaikan. Perempuan di Desa Menanti Selatan mendapatkan bekal lengkap untuk memulai usaha mandiri melalui empat kegiatan utama: sosialisasi, pengeboran dan praktik, pelatihan pengemasan, dan pelatihan pemasaran.
Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat ikatan sosial, dan mendukung lingkungan. Bisnis lilin aromaterapi dari kulit nanas di Desa Menanti Selatan memiliki prospek yang sangat cerah dengan dukungan dari berbagai pihak dan komitmen yang kuat dari para peserta.
Program ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi desa lain di Kecamatan Kelekar dan Kabupaten Muara Enim untuk melakukan program pemberdayaan serupa dengan memanfaatkan sumber daya lokal atau potensi limbah. Dengan memungkinkan perempuan untuk bekerja, kami sedang membangun fondasi yang kuat untuk keluarga yang makmur dan desa yang berkembang. Perempuan Desa Menanti Selatan kuat, keluarga mereka makmur, dan ekonomi desa akan berkembang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































