Yogyakarta – Penampilan para guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan MANIS (MANSA Nampil Inspiratif) menjadi salah satu sorotan utama pada acara MANSA Social Week (MSW) yang dilaksanakan pada Kamis, (30/04/2026) di MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme, sekaligus menunjukkan sisi kreatif serta kekompakan para guru dan tenaga kependidikan sebagai teladan bagi murid.
Penampilan dibagi menjadi empat kelompok dengan konsep yang berbeda. Kelompok 1 tampil dengan kostum seragam SMA, diawali dengan menyoroti peran penting petugas kebersihan dan tarian modern yang energik. Selanjutnya, para penampil membawakan drama kehidupan sekolah yang dipadukan dengan puisi berantai, menghadirkan hiburan sekaligus pesan moral bagi murid.
Selanjutnya, penampilan dilanjutkan oleh kelompok berikutnya dengan nuansa yang berbeda. Kelompok 2 menampilkan hadroh dengan busana bernuansa hitam dan membawakan beberapa lagu seperti “Alamate Anak Sholeh”, “Turi Putih”, dan “Ya Robbi Bil Musthofa”. Penampilan ini menunjukkan kekompakan serta bakat para guru dan tenaga kependidikan di bidang seni religi.
Tidak kalah menarik, kelompok 3 tampil dengan konsep santai dan interaktif melalui balutan busana bernuansa hitam dan jarik, diawali dengan menyanyikan lagu “Tak Segampang Itu”, lalu dilanjutkan drama ringan yang menghibur. Suasana semakin meriah ketika para penampil mengajak murid untuk berpartisipasi dalam tarian bersama dengan gerakan yang variatif dan menghibur.

Sebagai penutup, kelompok terakhir menghadirkan penampilan yang kental dengan nuansa budaya Jawa melalui perpaduan menyanyi dan menari. Selain menghibur, penampilan ini juga memperkenalkan budaya Jawa kepada para murid dari pakaian, lagu, tarian hingga alat seperti topeng dan kuda lumping.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi penampilan para guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan MANIS yang berlangsung meriah. “Apa yang ditampilkan oleh para guru dan tenaga kependidikan hari ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menjadi pendidik di dalam kelas, tetapi juga berkontribusi dalam kreativitas, kebersamaan, dan semangat berkarya,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu menginspirasi melalui kreativitas, kekompakan, dan kebersamaan. (sya)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































