Jakarta – Ketua Jakarta Social Impact (JSI), Ferdiansyah Hermawan, memberikan catatan penting dan konstruktif terkait keberlanjutan program Sekolah Swasta Gratis yang tengah digalakkan Pemprov DKI. Meskipun JSI menyambut baik langkah besar ini sebagai terobosan sosial paling progresif dalam satu dekade terakhir, Ferdiansyah menekankan pentingnya pengawasan yang ketat di lapangan dan jaminan keberlanjutan anggaran (fiscal sustainability) untuk tahun-tahun mendatang agar program tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami mendukung penuh, namun mengingatkan bahwa dampak program ini baru akan terlihat dalam jangka panjang—setidaknya dalam satu hingga dua siklus pendidikan. Harus ada pengawasan ketat dari aparat, DPRD, dan masyarakat sipil agar tidak ada oknum sekolah atau panitia yang mencoba memanfaatkan celah. Praktik seperti jual-beli kursi, pungutan liar, atau biaya tambahan pembangunan harus menjadi perhatian utama,” tegas Ferdiansyah.

Ia merujuk pada sistem pengawasan melalui Data Pokok Peserta Didik (Dapodik) yang telah dicanangkan Dinas Pendidikan untuk menjaga integritas program. Menurutnya, Dapodik harus diperkuat dengan mekanisme pelaporan cepat berbasis masyarakat, misalnya melalui aplikasi aduan atau posko pengaduan di setiap kecamatan. JSI juga berharap Pemprov DKI terus berupaya menambah alokasi fiskal di tahun-tahun berikutnya, seiring dengan kenaikan inflasi dan kebutuhan operasional sekolah, agar cakupan sekolah gratis ini dapat diperluas hingga menjangkau seluruh pelosok Jakarta, termasuk daerah-daerah yang masih memiliki angka putus sekolah tinggi. “Keberlanjutan adalah kunci. Jangan sampai program ini hanya menjadi janji politik musiman,” pungkas Ferdiansyah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































