No products in the cart.

Tag: curang

Normalisasi Kecurangan dan Ancaman Rusaknya Integritas Generasi Muda

Kecurangan ataupun korupsi masih menjadi hal yang sering kita lihat di Indonesia, hal tersebut dapat katakansebagai konsumsi masyarakatnya sehari-hari dikarenakanmaraknya tingkat korupsi yang terjadi sekarang ini. Hal inidapat dilihat dari laporan Transparency International Indonesia (TII), skor Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) Indonesia tahun 2025 turun menjadi 34 poin dari sebelumnya 37 poin pada tahun 2024. Penurunantersebut membuat posisi Indonesia merosot 10 tingkat, dariperingkat 99 menjadi 109 dari 180 negara. Dalam kawasanASEAN, Indonesia bahkan masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Timor Leste, dan Vietnam. Kondisi inimenunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap integritasdan budaya antikorupsi di Indonesia masih rendah. ​Namun, selama ini korupsi sering dipandang sebagaitindakan besar yang dilakukan oleh pejabat publik. Padahal, budaya korupsi dapat terjadi dari kebiasan kecil yang terusdinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Di kalangangenerasi muda, berbagai bentuk kecurangan mereka lakukanseperti titip absen, joki tugas, menyebarkan informasi palsu, hingga mencari jalan pintas yang sering dianggap hal biasa. Padahal, tindakan tersebut merupakan bentuk kecil dariketidakjujuran yang perlahan merusak nilai integritas. Jika perilaku seperti ini terus dibiarkan, maka generasi mudaberisiko tumbuh dalam budaya yang toleran terhadapkecurangan dan semakin jauh dari nilai-nilai anti korupsi. ​Kecurangan di lingkungan pendidikan bukan lagi tabu, iasudah menjadi budaya yang dinormalisasi. Dari tingkatsekolah dasar hingga perguruan tinggi, praktik curangdianggap strategi bertahan, bukan pelanggaran moral. Banyak mahasiswa yang menggap titip absen sebagai bentuksolidaritas pertemanan, padahal tindakan tersebut sudahmengarah kebentuk ketidakjujuran administrasi. Tidak sedikitpula mahasiswa menggunakan jasa joki tugas, melakukancopy-paste tanpa mencantumkan sumber, atau memanfaatkankecerdasan buatan hanya untuk mendapatkan hasil yang instan dan tidak benar-benar memahami apa isi dari tulisan tersebut. Ironisnya, ...

Read moreDetails
Iklan Guest Post

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.