Kota Tebing Tinggi, (08/01)– Kondisi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Kumpulan Pane (RSKP) saat ini tengah menjadi sorotan tajam. Ketidakmampuan manajemen dalam melakukan pembenahan secara cepat dan responsif terhadap keluhan masyarakat memicu desakan agar posisi Direktur RSKP drg. Lili Marliana, M.K.M segera dievaluasi. Kepemimpinan saat ini dinilai tidak lagi layak untuk menakhodai institusi yang memiliki peran krusial dalam keselamatan publik tersebut.
Urgensi Pelayanan Kesehatan yang Terabaikan Rumah sakit adalah institusi garda terdepan yang berurusan langsung dengan nyawa dan kesehatan rakyat. Sifat pelayanannya yang darurat (emergency) dan intensif menuntut efisiensi tinggi serta pengambilan keputusan yang presisi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya stagnasi dalam perbaikan sistem pelayanan, yang berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Poin-Poin Krusial Kegagalan Manajemen:
• Lambatnya Respons Terhadap Keluhan: Manajemen dinilai tidak memiliki sense of crisis dalam menangani permasalahan teknis maupun administratif yang menghambat penanganan pasien.
• Ketidaksiapan Sistem Darurat: Kurangnya pembenahan pada alur pelayanan menyebabkan penumpukan antrean dan ketidakpastian tindakan medis bagi pasien dalam kondisi kritis.
• Manajerial yang Tidak Tepat Sasaran: Strategi yang diambil direksi dianggap tidak menyentuh akar permasalahan pelayanan, melainkan hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
drg. Lili Marliana, M.K.M (berdiri) Direktur Rumah Sakit Umum Dr. Kumpulan Pane (RSKP) Kota Tebing Tinggi.
Tuntutan Perubahan Segera Permasalahan di RSKP bersifat sangat krusial dan tidak dapat ditoleransi lebih lama lagi. Keterlambatan dalam melakukan reformasi birokrasi dan operasional di dalam rumah sakit ini berisiko fatal terhadap standar kesehatan masyarakat di wilayah Kota Tebing Tinggi.
Dibutuhkan figur pemimpin yang memiliki kapabilitas teknis, integritas tinggi, dan kemampuan eksekusi yang cepat. Kepemimpinan yang lamban hanya akan memperpanjang mata rantai penderitaan pasien yang seharusnya mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang optimal.
Demi kepentingan masyarakat luas, Walikota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk melakukan penggantian kepemimpinan atau evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi. Rumah sakit harus dikembalikan fungsinya sebagai tempat penyembuhan yang aman, cepat, dan profesional, bukan sebagai birokrasi yang kaku dan lamban.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































