Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kembali menegaskan ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri. Dari 806.242 pendaftar secara nasional, hanya 189.017 peserta yang dinyatakan lolos, atau sekitar 23 persen. Sisanya, sebanyak 617.225 peserta, harus menerima kenyataan belum berhasil pada jalur ini.
Di tengah kompetisi yang semakin selektif itu, MAN 1 Yogyakarta mencatat capaian signifikan. Dari 110 murid yang diajukan, sebanyak 29 murid berhasil lolos SNBP 2026, tersebar di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama. Pengumuman hasil SNBP disiarkan secara serentak pada Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 WIB melalui laman resmi SNPMB dan puluhan laman mirror perguruan tinggi negeri.
Sebagian besar murid MAN 1 Yogyakarta diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan total 16 orang, diikuti oleh Universitas Negeri Yogyakarta (6 orang). Selebihnya tersebar di berbagai kampus, antara lain:
- Institut Pertanian Bogor (IPB): 2 murid
- Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta: 2 murid
- Universitas Sebelas Maret (UNS): 1 murid
- UPN Veteran Yogyakarta: 1 murid
- Universitas Brawijaya (UB): 1 murid
Sebaran ini menunjukkan kecenderungan pilihan program studi yang beragam mulai dari bidang humaniora, seni, pendidikan, hingga sains dan teknik.
Beberapa capaian mencolok di antaranya adalah diterimanya murid di program Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Teknik Kimia dan Teknik Mesin UGM, hingga program-program strategis seperti Manajemen dan Kebijakan Publik UGM serta Teknik Informatika UPN Veteran Yogyakarta. Di bidang seni dan budaya, murid MAN 1 Yogyakarta juga menembus program unggulan seperti Desain Interior dan Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta, serta Bahasa dan Kebudayaan Korea dan Prancis di UGM.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menilai capaian tersebut sebagai hasil dari kerja kolektif antara murid, guru, dan sistem pembinaan yang terarah.
“Ini adalah buah dari proses panjang. Murid-murid kami tidak hanya belajar untuk nilai, tetapi juga dibimbing untuk membangun konsistensi dan integritas akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan 29 murid ini menjadi indikator bahwa madrasah mampu bersaing dalam peta pendidikan nasional yang semakin kompetitif.
Di balik angka keberhasilan, ada pula murid-murid yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan. Edi menegaskan bahwa SNBP bukan satu-satunya jalan menuju perguruan tinggi.
“Bagi yang belum lolos, jangan berkecil hati. Ini bukan akhir. Masih ada banyak jalur lain seperti SNBT maupun seleksi mandiri. Yang terpenting adalah tetap menjaga semangat dan terus berusaha,” tandasnya. “Setiap proses memiliki waktunya masing-masing. Yang belum berhasil hari ini, bisa jadi sedang dipersiapkan untuk kesempatan yang lebih besar ke depan,” tambahnya. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


























































