Tahukah kamu? Mikroplastik di Pesisir Surabaya bukan sekadar isu lingkungan, tapi ancaman nyata. Dengan kelimpahan mencapai 91,80 partikel/L, polutan ini telah menyusup hingga ke dalam tubuh ikan yang kita konsumsi. Saatnya kita bergerak sebelum terlambat.
Sungai Surabaya kini tengah menghadapi ancaman yang tak kasat mata namun mematikan. Berdasarkan data penelitian terbaru, kelimpahan mikroplastik di perairan sungai Surabaya telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni rata-rata 91,80 partikel/L. Krisis ini kian nyata setelah ditemukan kandungan polutan sebesar 358,75 partikel/g pada ikan Wader yang merupakan konsumsi warga lokal, yang jika terakumulasi dalam tubuh manusia dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang. Di tengah kebuntuan sistem filtrasi konvensional yang sering mengalami penyumbatan (clogging), Rekayasa Nanoteknologi hadir membawa inovasi berupa nanokomposit magnetik berbasis Fe3O4 dan Kitosan sebagai solusi masa depan.
Inti dari teknologi ini adalah pemanfaatan material superparamagnetik Fe3O4 yang dienkapsulasi dengan biopolimer Kitosan melalui metode chemical cross-linking. Nanokomposit ini tidak hanya sekadar filter mekanik, melainkan agen aktif yang bekerja secara molekuler. Gugus amina (-NH2) pada Kitosan memberikan muatan positif alami yang secara kuat menarik mikroplastik bermuatan negatif melalui interaksi elektrostatik. Hebatnya lagi, terjadi mekanisme wrapping atau pembungkusan di mana jaringan polimer Kitosan memerangkap partikel plastik ke dalam strukturnya, memastikan polutan terikat kuat meskipun berada di air yang keruh dan berlumpur.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Transformasi riset laboratorium menuju aplikasi lapangan memerlukan sistem aliran berkelanjutan (continuous flow) yang presisi. Di sinilah peran Teknik Elektro menjadi krusial untuk merancang sistem magnetic trap menggunakan magnet Neodymium N52 yang mampu menarik kembali nanokomposit secara utuh dengan tingkat pemulihan (recovery) mencapai >98%. Agar sistem ini dapat beroperasi tanpa henti di aliran sungai yang dinamis, kolaborasi dengan Teknologi Robotika & Kecerdasan Buatan (TRKB) diperlukan untuk mengintegrasikan rotary magnetic separator. AI dapat digunakan untuk memantau laju alir air secara real-time dan mengatur kekuatan medan magnet secara otomatis, mencegah material nano terlepas kembali ke ekosistem sebagai polutan sekunder.
Keberhasilan teknologi ini di dunia nyata sangat bergantung pada seberapa cerdas dan efisien sistem ini dikelola. Di sinilah Teknik Sains Data dan Teknik Industri bekerja sama sebagai otak di balik operasional sistem. Melalui pengolahan data kelimpahan mikroplastik dan variabel kapasitas adsorpsi yang mencapai 312,00 mg/g, tim Sains Data membangun model prediktif untuk menentukan titik-titik polusi tertinggi di sepanjang sungai. Informasi ini kemudian dieksekusi oleh tim Teknik Industri untuk merancang tata letak penempatan unit filtrasi yang paling strategis dan efisien secara logistik.
Kolaborasi kedua bidang ini juga memastikan bahwa inovasi ini memenuhi prinsip keberlanjutan ekonomi. Teknik Industri menganalisis rantai pasok material kitosan dan memastikan proses regenerasi nanokomposit berjalan optimal agar dapat digunakan kembali (reusable), sehingga menekan biaya operasional secara signifikan. Dengan integrasi analisis data yang akurat dan manajemen sistem yang efektif, teknologi ini tidak hanya menjadi solusi lingkungan yang hebat secara teoritis, tetapi juga menjadi proyek yang layak secara industri dan mampu diadopsi oleh instansi seperti PDAM untuk menjamin kualitas air bersih bagi masyarakat.
Melalui sinergi lintas disiplin di FTMM, inovasi nanokomposit magnetik ini bertransformasi dari sekadar riset laboratorium menjadi benteng pelindung ekosistem Jawa Timur. Gabungan antara kecanggihan ilmu material, kendali robotik, serta efisiensi manajemen data dan industri adalah kunci utama dalam memutus rantai pencemaran mikroplastik secara permanen.
Penulis: Nabila Nur Aini
DAFTAR PUSTAKA
Abid, N., Khan, A.M., Shujait, S., Chaudhary, K., Ikram, M., Laref, A., Pagliaro, M. & Liu, G., 2022. Synthesis and Characterization of (Fe3O4) Nanoparticles for Water Treatment Applications. Journal of Molecular Structure, 1250, p. 131868.
Banaee, M., Soltanian, S., Nematdoost Haghi, B. & Ghasemi, A., 2019. Toxicological Effects of Microplastics on Aquatic Organisms: A Review. Environmental Science and Pollution Research, 26, pp. 1123-1135.
Bukit, M. & Sirait, M., 2020. Pengaruh Penambahan Kitosan terhadap Karakteristik Nanokomposit Magnetik dalam Mengadsorpsi Polutan Air. Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 16(2), pp. 45-52.
Chauhan, A., Kumar, V. & Singh, S., 2025. Green Synthesis of Chitosan Encapsulated Magnetic Nanoparticles for Environmental Remediation: A Review. Environmental Science & Technology, 59(1), pp. 112-128.
Hasan, S.W., Saeed, M.T., Alharthi, A.S. & Alghamdi, A.A., 2021. Removal of Microplastics from Wastewater Using Magnetic Nanocomposites: A Review. Journal of Environmental Management, 297, p. 113331.
Lestari, P., Santoso, B. & Wijaya, A., 2023. Identifikasi dan Karakteristik Mikroplastik di Perairan Sungai Kota Surabaya: Tantangan Pemisahan Material Kompleks. Jurnal Teknik Lingkungan, 29(3), pp. 210-225.
Dokumentasi foto Pikul Bareng Kendalikan Mikroplastik di Pesisir Surabaya. (Sumber: https://aliansizerowaste.id/2020/12/13/pikul-bareng-kendalikan-mikroplastik-di-pesisir-surabaya/)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































