Peningkatan Pemahaman Sistem Informasi Penjualan bagi Pelaku Usaha Lokal di Desa Baduy untuk Mendukung Pemasaran Produk Tradisional
Banten-Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Baduy di Desa Kanekes tetap teguh menjaga warisan leluhur yang sarat akan nilai budaya. Namun di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan potensi ekonomi yang besar melalui berbagai produk kerajinan tradisional. Melihat potensi ini, dosen dan mahasiswa dari Universitas Pamulang PSDKU Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung penguatan usaha lokal berbasis kearifan budaya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 17–18 April 2026 ini mengusung pendekatan sosialisasi yang komunikatif, adaptif, dan partisipatif. Tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, kegiatan ini menjadi ruang interaksi dua arah antara akademisi dan masyarakat. Fokus utama kegiatan adalah penguatan pengelolaan sumber daya manusia sebagai faktor penting dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan usaha kerajinan tradisional.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan usaha yang lebih terarah, seperti pembagian tugas dalam proses produksi, peningkatan kualitas hasil kerajinan, serta menjaga konsistensi dalam pelayanan kepada konsumen. Hal ini menjadi penting karena keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh cara pengelolaan yang baik dan berkelanjutan.
Produk kerajinan khas Baduy yang dihasilkan memiliki keunikan tersendiri karena dibuat secara manual dan mengandung nilai filosofi budaya. Beberapa produk yang dipasarkan antara lain gelang dan gantungan kunci yang dijual dengan harga Rp5.000 per buah. Selain itu, terdapat baju khas Baduy yang dipasarkan dengan kisaran harga Rp75.000 hingga Rp150.000, tergantung pada jenis bahan dan tingkat kerumitan pembuatannya. Ikat kepala dijual dengan harga Rp25.000 hingga Rp50.000, sedangkan kain tenun tradisional dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp120.000 hingga Rp150.000. Produk-produk ini tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi identitas budaya yang harus terus dilestarikan.

Seiring dengan perkembangan zaman, pemasaran menjadi salah satu aspek penting yang turut dibahas dalam kegiatan ini. Tim PKM memperkenalkan pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi yang efektif. Platform ini dinilai mampu menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah. Selain itu, konsep live streaming atau live selling juga diperkenalkan sebagai strategi pemasaran interaktif yang dapat meningkatkan daya tarik konsumen.
Tidak hanya dari sisi pemasaran, sistem transaksi juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Masyarakat diperkenalkan dengan metode pembayaran digital menggunakan QRIS yang memberikan kemudahan dan efisiensi dalam bertransaksi. Meskipun demikian, pembayaran secara tunai tetap dipertahankan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebiasaan dan kondisi masyarakat setempat.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi, mengajukan pertanyaan, serta menunjukkan minat untuk mengembangkan usaha mereka ke arah yang lebih baik. Hal ini menjadi indikator bahwa masyarakat memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Kegiatan PKM ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Peran dosen sebagai pembimbing dan mahasiswa sebagai pelaksana lapangan menciptakan kolaborasi yang efektif dalam mentransfer pengetahuan secara langsung dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kanekes dapat semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha kerajinan tradisionalnya. Dengan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik, strategi pemasaran yang lebih luas, serta pemanfaatan teknologi yang tepat, produk kerajinan Baduy memiliki peluang besar untuk dikenal tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional.
Sebagai bagian dari komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Pamulang terus berupaya menghadirkan program-program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal, sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Indonesia di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.
#PKM
#PengabdianKepadaMasyarakat
#UniversitasPamulang
#UnpamSerang
#ManajemenUnpam
#ProdiManajemen
#MahasiswaManajemen
#DosenManajemen
#PKMManajemen
#DesaKanekes
#Baduy
#UMKM
#UMKMBaduy
#KerajinanTradisional
#KearifanLokal
#BudayaIndonesia
#BanggaBuatanIndonesia
#ProdukLokal
#EkonomiKreatif
#PemberdayaanMasyarakat
#KolaborasiDosenMahasiswa
#InovasiDesa
#DigitalMarketingUMKM
#QRIS
#LiveSelling
#TikTokUMKM
#InstagramUMKM
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































