PAMEKASAN, 31 Mei 2026 – Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Pamekasan secara resmi mengukuhkan dan meresmikan Pagar Nusa Rayon Pondok Pesantren (PP) Al Abror. Peresmian ini menandai langkah strategis dalam memperluas syiar pencak silat nahdliyin sekaligus memperkuat pembentukan karakter santri yang setia pada ulama.
Acara peresmian yang berlangsung khidmat di kompleks PP Al Abror ini dihadiri oleh jajaran dewan khos, pengurus cabang Pagar Nusa Pamekasan, pengasuh pondok pesantren, para asatidz, serta puluhan santri yang siap digembleng menjadi pesilat benteng NU dan bangsa.
Dalam sambutannya, Dewan Khos Pagar Nusa Pamekasan, Bapak Hadiri Yanto, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin atas ketidakhadiran unsur pimpinan tertinggi cabang pada momen sakral tersebut karena adanya kedukaan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dikarenakan Plt Ketua Cabang Pagar Nusa Pamekasan tidak bisa menghadiri peresmian malam ini, sebab Kakanda beliau meninggal dunia pada sore harinya. Namun, kehadiran beliau malam ini diwakilkan langsung oleh Wakil Ketua Cabang, yaitu Ustad Qomaruddin, beserta Sekretaris PC Pagar Nusa Pamekasan,” ujar Bapak Hadiri Yanto.
Meskipun dalam suasana duka, prosesi peresmian tetap berjalan dengan penuh khidmat. Pengasuh PP Al Abror, K. Mohammad Zainurrahim Hannan, dalam fatwanya menekankan bahwa pencak silat di lingkungan pesantren memiliki esensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar ketangkasan fisik.
“Pencak silat bukan hanya seni bela diri, tapi harus punya komitmen. Siap membentengi aqidah ahlussunah waljamaah, siap membentengi alim ulama, dan siap membentengi Nahdlatul Ulama. Ini harus jadi komitmen dari malam ini sebelum Pagar Nusa di Pondok Pesantren Al Abror ini diresmikan,” tegas K. Mohammad Zainurrahim Hannan.
Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa momentum peresmian ini sengaja dipilih pada malam tersebut sebagai bentuk takzim dan penghormatan khusus bagi pendahulu pesantren.
“Sengaja Pagar Nusa Rayon Pondok Pesantren Al Abror ini kami laksanakan pada malam hari ini sebagai bentuk hadiah kami kepada almarhum almaghfirullah KH. Ach. Syatibi Sayuti. Karena tepat pada malam hari ini, 15 Dzulhijjah, dua tahun yang lalu beliau wafat meninggalkan kita bersama,” pungkasnya.
Sebagai puncak acara, peresmian tersebut ditutup dengan prosesi sakral pembagian sabuk secara simbolis kepada para santri sebagai tanda resmi bergabungnya mereka dalam keluarga besar Pagar Nusa. Acara kemudian diakhiri dengan penampilan atraksi memukau dari para pesilat yang memperagakan jurus-jurus pencak silat, seni bela diri, serta kemampuan fisik khas pagar nusa yang disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh hadirin.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer