ACEH SINGKIL — Kabar membanggakan datang dari dunia literasi Kabupaten Aceh Singkil. Seorang warga bernama Mawan sukses merampungkan dua karya tulis di bidang akademis dan keagamaan pada pertengahan tahun 2026 ini.
Dua buah buku yang baru saja diselesaikannya tersebut masing-masing berjudul “Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori & Praktik” dan “Komunikasi Islam: Konsep & Aplikasi Dakwah Modern”.
Proses kreatif penulisan kedua buku ini rupanya telah dirintis sejak dua tahun lalu. Mawan mengungkapkan bahwa karya tersebut ia garap secara perlahan dan penuh ketekunan di sela-sela kesibukannya.
”Buku ini saya tulis perlahan dari tahun 2024 dan alhamdulillah selesai sekarang di tahun 2026,” ujar Mawan menceritakan proses karyanya.

Mawan membagikan cerita menarik di balik penyusunan bukunya. Setiap kali mendapat kesempatan pergi ke luar daerah, ia selalu menjadikan toko buku sebagai destinasi wajibnya. Di sana, ia mencari berbagai referensi dan memperkaya bacaan. Ide-ide segar yang ia dapatkan dari membaca kemudian ia tuangkan dalam bentuk tulisan di waktu senggangnya.
Meski membutuhkan waktu dua tahun, Mawan mengaku proses penulisan berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti. Tantangan utama yang ia hadapi hanyalah soal pendanaan mandiri.
”Kendala sebenarnya tidak ada, mungkin hanya biaya pembelian buku-buku referensi untuk saya baca dan biaya cetaknya saja. Tapi alhamdulillah, saya bisa menyelesaikannya,” terangnya.
Lebih lanjut, Mawan membeberkan motivasi mulia di balik dedikasinya menulis. Ia memegang teguh pesan moral yang selalu ditanamkan oleh orang tua dan para gurunya sejak dini. Baginya, menulis bukan sekadar hobi, melainkan jalan untuk menebar manfaat.
”Saya selalu diajarkan oleh orang tua dan guru saya, kalau kita tidak bisa membantu orang lain dengan materi atau tenaga, setidaknya kita bantu lewat pemikiran kita. Ini juga niatnya untuk amal jariyah,” ungkap Mawan.
Saat ini, kedua naskah buku tersebut sedang memasuki tahap pengurusan legalitas dan administrasi perbukuan. Mawan menyebutkan bahwa karya-karyanya tengah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta sedang dalam proses pembuatan International Standard Book Number (ISBN).
Ke depannya, pemuda Aceh Singkil ini memiliki cita-cita sosial jika buku-buku tersebut telah resmi diterbitkan.
”Kalau ada rezeki lebih, buku-buku ini akan saya cetak dalam jumlah banyak dan akan saya sumbangkan,” pungkasnya dengan penuh harap.
Kiprah Mawan ini diharapkan dapat memantik semangat generasi muda di Aceh Singkil untuk terus berkarya, membudayakan literasi, serta berkontribusi bagi ilmu pengetahuan dan agama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































