Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan program revitalisasi Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program tersebut bertujuan mengembalikan fungsi taman sebagai sarana urban farming sekaligus media edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Kelompok 6 KKN Untag Surabaya ini berawal dari hasil survei lapangan yang menunjukkan bahwa Taman TOGA di lingkungan Balai Desa Lasem kurang terawat. Sejumlah tanaman mengalami kerusakan, fasilitas pendukung belum memadai, dan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran bagi masyarakat belum berjalan secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan revitalisasi melalui pembersihan area taman, penataan ulang lokasi, pemasangan rak vertikultur berbahan talang PVC dan rangka baja ringan, serta penanaman kembali berbagai jenis tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai.
Selain pembangunan fisik taman, tim KKN juga menyelenggarakan kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat tanaman obat keluarga, teknik budidaya, serta cara perawatan tanaman secara berkelanjutan. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus sumber tanaman herbal.
Ketua pelaksana pengabdian kepada masyarakat, Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa revitalisasi Taman TOGA tidak hanya berfokus pada penataan lingkungan, tetapi juga membangun partisipasi masyarakat agar mampu mengelola taman secara mandiri setelah program KKN selesai.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, kami tidak hanya membangun taman, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi agar warga dapat melanjutkan pengelolaannya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat bersama kader PKK turut berpartisipasi aktif mulai dari proses gotong royong membersihkan area taman hingga mengikuti sosialisasi mengenai urban farming dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui diskusi serta praktik langsung penanaman tanaman TOGA.
Program ini juga menghadirkan inovasi berupa sistem vertikultur menggunakan talang PVC sebagai media tanam yang dinilai lebih efisien dalam memanfaatkan lahan terbatas. Selain itu, setiap jenis tanaman dilengkapi papan informasi sehingga taman dapat berfungsi sebagai media pembelajaran bagi warga maupun pengunjung Balai Desa.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Taman TOGA kini menjadi lebih tertata, bersih, dan produktif. Keberadaan rak vertikultur memberikan nilai tambah dalam pemanfaatan ruang, sementara kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat tanaman herbal dan teknik budidayanya.
Meskipun jumlah peserta yang hadir belum sepenuhnya memenuhi target, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik sesuai rencana. Tim KKN berharap revitalisasi Taman TOGA ini dapat terus dikembangkan oleh pemerintah desa dan masyarakat sehingga mampu menjadi sarana edukasi, penghijauan, ketahanan pangan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Program revitalisasi Taman TOGA merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan warga Desa Lasem.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































