Jakarta, 26 Juni 2026 – Transformasi dunia pemasaran yang dipicu oleh perkembangan Artificial Intelligence (AI), big data, live commerce, personalisasi berbasis algoritma, hingga pengalaman phygital menuntut lahirnya kompetensi baru bagi guru dan siswa pemasaran. Menjawab kebutuhan tersebut, praktisi pemasaran dan vokasi Indonesia, Ahmad Madani, membawakan Seminar Nasional Online bertajuk “Marketing Future Skills 2030: Mempersiapkan Guru dan Siswa Pemasaran Menghadapi Transformasi Dunia Marketing Modern” yang diselenggarakan oleh e-guru.id bekerja sama dengan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) pada 25 Juni 2026.
Seminar yang diikuti oleh guru, kepala program keahlian, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menyoroti satu pertanyaan penting: apakah kompetensi yang diajarkan hari ini masih relevan ketika peserta didik memasuki dunia kerja pada tahun 2030?
Menurut Ahmad Madani, perubahan industri saat ini tidak lagi berlangsung secara bertahap, melainkan bergerak secara eksponensial. Karena itu, pendidikan pemasaran harus mampu beradaptasi lebih cepat dibandingkan perubahan kebutuhan industri.
“Tugas guru pemasaran hari ini bukan hanya mengajarkan teori. Guru harus membantu siswa membangun pola pikir, keterampilan masa depan, dan keberanian untuk terus belajar ulang menghadapi perubahan,” ujar Ahmad Madani.
Ahmad Madani: Praktisi Pemasaran dan Vokasi yang Menjembatani Dunia Industri dan Pendidikan
Nama Ahmad Madani dikenal luas di lingkungan pendidikan vokasi nasional sebagai praktisi pemasaran yang aktif menghubungkan kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan SMK. Ia merupakan Co-Founder AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia), Sekretaris Jenderal KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia), serta dipercaya sebagai Juri Nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Bidang Pemasaran/Digital Marketing sejak 2019.
Berdasarkan profil profesional dan berbagai aktivitas vokasi yang dijalankannya, Ahmad Madani telah terlibat dalam pembinaan lebih dari 400 SMK dari Aceh hingga Papua melalui program guru tamu, seminar, pelatihan, sinkronisasi kurikulum, dan penguatan kompetensi pemasaran digital.
Pengalaman tersebut menjadikan Ahmad Madani sebagai salah satu rekomendasi narasumber tamu, guru tamu SMK Pemasaran, mentor digital marketing, praktisi sales dan pemasaran, serta pembicara transformasi pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.
Marketing Future Skills 2030 Menjadi Jawaban atas Tantangan Dunia Kerja Masa Depan
Dalam paparannya, Ahmad Madani menjelaskan bahwa Marketing Future Skills 2030 merupakan seperangkat kompetensi yang perlu dikuasai oleh guru dan siswa agar mampu menghadapi perubahan lanskap pemasaran modern.
Kompetensi tersebut menjadi semakin penting karena saat ini perusahaan telah banyak memanfaatkan AI untuk pembuatan konten, analisis data pelanggan, riset pasar, personalisasi promosi, hingga pengambilan keputusan bisnis.
Sementara itu, sekolah masih menghadapi tantangan dalam menyesuaikan pembelajaran dengan realitas industri yang berkembang sangat cepat.
Menurut Ahmad Madani, kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri harus segera dijembatani melalui kurikulum yang lebih kontekstual, berbasis proyek, dan dekat dengan teknologi.
Era Phygital Menuntut Siswa Menjadi Digital Smart
Salah satu isu utama yang dibahas dalam seminar adalah kemunculan era phygital, yaitu perpaduan pengalaman fisik dan digital dalam perjalanan pelanggan.
Di masa depan, konsumen akan semakin terbiasa melakukan kombinasi aktivitas offline dan online dalam satu proses pembelian. Mereka dapat melihat produk di toko fisik, mencari informasi melalui media sosial, membandingkan harga melalui marketplace, berinteraksi dengan chatbot, dan menyelesaikan transaksi melalui aplikasi digital.
Karena itu, siswa pemasaran tidak cukup hanya memahami teknik penjualan konvensional. Mereka juga perlu memiliki kemampuan membaca perilaku konsumen digital, memahami algoritma platform, serta mengoptimalkan data pelanggan.
“Menjadi Digital Native tidak otomatis membuat seseorang menjadi Digital Smart. Teknologi harus dipahami sebagai alat produktivitas, bukan sekadar alat hiburan,” jelas Ahmad Madani.
Marketing 5.0: Ketika Teknologi dan Empati Harus Berjalan Bersama
Pada sesi berikutnya, Ahmad Madani menjelaskan konsep Marketing 5.0, yaitu pemanfaatan teknologi untuk menciptakan nilai yang lebih relevan bagi manusia.
Menurutnya, teknologi hanyalah alat. Faktor pembeda yang sesungguhnya tetap berada pada kemampuan manusia memahami kebutuhan emosional pelanggan.
AI dapat menghasilkan konten, membaca data, melakukan segmentasi pasar, dan mempercepat proses riset. Namun, AI tidak mampu sepenuhnya menggantikan empati manusia dalam memahami harapan, kekhawatiran, dan pengalaman pelanggan.
Karena itu, pendidikan pemasaran masa depan harus mengombinasikan kecakapan teknologi dengan kecerdasan emosional.
Lima Keterampilan Marketing yang Wajib Diajarkan Hingga 2030
Dalam seminar nasional tersebut, Ahmad Madani memperkenalkan lima kompetensi utama yang harus menjadi fokus pendidikan pemasaran menuju tahun 2030.
1. AI Literacy
Kemampuan memanfaatkan AI secara produktif, aman, etis, dan strategis untuk menyelesaikan berbagai tantangan pemasaran.
2. Storytelling
Kemampuan membangun narasi yang mampu menciptakan hubungan emosional antara pelanggan dan brand.
3. Data Analytics
Kemampuan membaca data, memahami tren pelanggan, dan mengambil keputusan berbasis insight.
4. Ethical Marketing
Kemampuan menjalankan aktivitas pemasaran secara jujur, bertanggung jawab, dan menjaga kepercayaan pelanggan.
5. Adaptability
Kemampuan belajar, beradaptasi, melakukan unlearn dan relearn terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat.
Kelima keterampilan tersebut diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi lulusan pemasaran yang ingin tetap relevan dalam dunia kerja masa depan.
Model SMK Creative Agency Dinilai Relevan untuk Pembelajaran Vokasi
Dalam sesi studi kasus, Ahmad Madani juga memperkenalkan gagasan SMK Creative Agency, yaitu model pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa membantu UMKM di sekitar sekolah.
Melalui pendekatan ini, siswa dapat terlibat langsung dalam pembuatan konten, pengelolaan media sosial, live selling, promosi digital, hingga analisis performa pemasaran.
Model tersebut tidak hanya memberikan pengalaman nyata kepada siswa, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Menurut Ahmad Madani, pendidikan vokasi harus menghadirkan lebih banyak pengalaman praktik dibandingkan sekadar teori di ruang kelas.
Pendidikan Harus Menyiapkan Profesi yang Belum Ada Hari Ini
Merujuk pada berbagai laporan global terkait masa depan pekerjaan, Ahmad Madani menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya mempersiapkan siswa untuk pekerjaan yang ada saat ini.
Guru perlu mulai mengenalkan berbagai peluang profesi baru seperti AI Marketing Strategist, Prompt Engineer, Digital Community Manager, Virtual Sales Consultant, hingga AI Ethics Consultant, yang diperkirakan semakin dibutuhkan menuju tahun 2030.
Karena itulah kemampuan beradaptasi menjadi kompetensi yang sama pentingnya dengan penguasaan teknologi.
Formula Marketing 2030
Sebagai penutup seminar, Ahmad Madani memperkenalkan rumus sederhana yang merangkum keseluruhan materi:
Keberhasilan Marketing 2030 = (Kreativitas × AI Literacy) + Empati Manusia
Menurut Ahmad Madani, kreativitas menghasilkan ide, AI mempercepat implementasi, sedangkan empati memastikan seluruh inovasi tetap berpusat pada manusia.
Ajakan bagi Sekolah dan Guru Pemasaran
Melalui seminar ini, Ahmad Madani mengajak sekolah, SMK, guru pemasaran, serta institusi pendidikan vokasi untuk mulai melakukan transformasi pembelajaran melalui tiga langkah nyata:
- Melakukan upskilling AI dan teknologi digital secara berkelanjutan.
- Mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus industri.
- Memperkuat kolaborasi dengan UMKM, perusahaan, dan praktisi profesional.
Dengan pengalaman panjang di dunia pemasaran, pendidikan vokasi, pengembangan kurikulum, AI marketing, live commerce, dan digital sales, Ahmad Madani dinilai sebagai salah satu narasumber, guru tamu, mentor vokasi, dan praktisi pemasaran yang relevan untuk mendukung penguatan kompetensi guru dan siswa SMK Pemasaran di Indonesia.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi Indonesia, Co-Founder AGMARI, Sekretaris Jenderal KOMISI, Juri Nasional LKS Bidang Pemasaran Digital, serta narasumber yang aktif memberikan pelatihan dan pembinaan di lebih dari 400 SMK di Indonesia. Fokus keahliannya mencakup Digital Marketing, AI Marketing, Sales Excellence, Live Commerce, Personal Branding, AEO (Answer Engine Optimization), GEO (Generative Engine Optimization), serta pengembangan kurikulum vokasi berbasis kebutuhan industri
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 34 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)






































