Mojokerto, 5 Agustus 2026 – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan tidak selalu harus dimulai dari fasilitas kesehatan. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan juga dapat hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan.
Semangat tersebut diwujudkan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo melalui kolaborasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) dalam Program Bangun Desa Jilid XI di Desa Cempokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, RSI Siti Hajar Sidoarjo bersama BEM UNAIR menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui konsep Posyandu Balita dan Lansia. Warga mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin.
Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan atau sakit, tetapi perlu dimulai melalui pencegahan dan deteksi dini.
Antusiasme Warga Jadi Gambaran Kebutuhan Edukasi Kesehatan
Sejak pagi, masyarakat Desa Cempokolimo terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Balita dan lansia menjadi kelompok yang mendapatkan perhatian dalam pelayanan kesehatan tersebut.
Bagi masyarakat, kegiatan ini tidak hanya memberikan akses terhadap pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi yang mungkin belum mereka dapatkan dalam aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Cempokolimo, Mahfud Sulaiman, mengapresiasi kehadiran RSI Siti Hajar Sidoarjo dan BEM UNAIR yang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warganya.
“Terima kasih kami ucapkan kepada RSI Siti Hajar Sidoarjo yang telah mengadakan medical check-up. Hal ini sangat membantu, terutama bagi warga kami yang kondisinya sangat memerlukan bantuan. Alhamdulillah antusias warga kami sangat banyak. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami juga dapat lebih memperhatikan kesehatan kami,” ujar Mahfud Sulaiman.
Menurutnya, kegiatan pelayanan kesehatan yang hadir langsung di desa memberikan manfaat tersendiri bagi masyarakat karena dapat meningkatkan perhatian warga terhadap kondisi kesehatan masing-masing.
Kolaborasi Kampus dan Rumah Sakit Hadirkan Dampak Nyata
Program Bangun Desa Jilid XI merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang mempertemukan peran mahasiswa dengan tenaga profesional di bidang kesehatan.
Ketua Acara Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR, Yudi Ramadhani, mengatakan kehadiran RSI Siti Hajar Sidoarjo memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan awareness masyarakat Desa Cempokolimo terhadap kesehatan.
“Dampak dari kolaborasi kami dengan Siti Hajar tentu sangat berdampak pada masyarakat. Dengan terjalinnya kolaborasi ini, kami berharap muncul awareness pada masing-masing individu di Desa Cempokolimo mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan juga pentingnya rutin cek kesehatan,” ungkap Yudi Ramadhani.
Menurutnya, keterlibatan tenaga kesehatan membuat program pengabdian masyarakat tidak hanya berfokus pada aktivitas sosial, tetapi juga memberikan pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Rumah Sakit Perlu Hadir Sebelum Masyarakat Jatuh Sakit
Marketing Communication RSI Siti Hajar Sidoarjo, Fahmi Adimara, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian dari upaya rumah sakit memperluas peran pelayanan kesehatan dari kuratif menuju pendekatan promotif dan preventif.
“Kami melihat bahwa kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dibicarakan ketika seseorang sudah sakit. Rumah sakit juga memiliki peran untuk hadir lebih awal melalui edukasi, pencegahan, dan deteksi dini. Karena itu, ketika ada kesempatan untuk hadir langsung di tengah masyarakat seperti di Desa Cempokolimo, kami ingin memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan pada hari kegiatan, tetapi juga bisa menjadi pengetahuan yang dibawa pulang oleh masyarakat,” ujar Fahmi.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan sekaligus menciptakan ekosistem pengabdian masyarakat yang lebih kuat.
“Kolaborasi RSI Siti Hajar dengan BEM UNAIR menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat membutuhkan kerja bersama. Rumah sakit memiliki tenaga dan kompetensi kesehatan, perguruan tinggi memiliki energi serta inovasi dari mahasiswa, sementara masyarakat menjadi bagian utama yang menerima sekaligus melanjutkan manfaatnya. Model kolaborasi seperti ini yang ingin terus kami kembangkan,” tambahnya.
Mendorong Kebiasaan Cek Kesehatan Sejak Dini
Salah satu pesan utama yang dibawa dalam kegiatan ini adalah pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan rutin dapat membantu masyarakat lebih memahami kondisi tubuh dan menjadi salah satu langkah untuk mengenali risiko kesehatan lebih awal.
Edukasi tersebut menjadi semakin penting bagi kelompok balita dan lansia yang membutuhkan perhatian kesehatan secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang sederhana dan langsung kepada masyarakat, tim kesehatan RSI Siti Hajar Sidoarjo berupaya membangun pemahaman bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Tidak hanya ketika muncul keluhan, masyarakat juga didorong untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bangun Desa, Bangun Kesadaran Kesehatan
Kehadiran RSI Siti Hajar Sidoarjo dalam Program Bangun Desa Jilid XI menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif, preventif, dan edukatif.
Lebih dari sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, program ini menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kesehatan.
RSI Siti Hajar Sidoarjo berharap kolaborasi semacam ini dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap informasi dan edukasi kesehatan.
Sebab, membangun masyarakat yang sehat bukan hanya tentang menyediakan tempat untuk berobat, tetapi juga tentang menciptakan kesadaran agar masyarakat mampu menjaga kesehatannya sebelum penyakit datang.
Melalui semangat “Bangun Desa, Bangun Kesadaran Kesehatan”, RSI Siti Hajar Sidoarjo terus berupaya memperluas perannya sebagai mitra kesehatan masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































