SIDOARJO – Semangat hidup sehat dan kebersamaan terasa kuat dalam gelaran Kelap Kelip Sidoarjo yang berlangsung Jumat (31/7/2026) malam. Lebih dari 1.000 pesepeda yang tergabung dalam 25 komunitas dari Sidoarjo dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam kegiatan gowes malam yang menjadikan olahraga sekaligus ruang interaksi positif bagi masyarakat.
Berbeda dari kegiatan bersepeda pada umumnya, Kelap Kelip Sidoarjo tidak hanya menghadirkan aktivitas fisik, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya membangun gaya hidup sehat, khususnya di kalangan generasi muda. Sepeda yang dihiasi lampu warna-warni membuat kegiatan semakin semarak, sekaligus menjadi simbol bahwa olahraga dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan komunitas.
RSI Siti Hajar Sidoarjo turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam memperkuat edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kehadiran tenaga kesehatan serta edukasi langsung kepada para peserta setelah mereka menyelesaikan rute gowes.
Kepala Bagian SDM RSI Siti Hajar Sidoarjo, Mahfud, yang turut membuka kegiatan, menilai kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kesadaran kesehatan masyarakat.
“Kesehatan bukan hanya tentang bagaimana kita mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga bagaimana kita membangun kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kelap Kelip Sidoarjo menunjukkan bahwa olahraga, kebersamaan, dan edukasi dapat berjalan bersama. RSI Siti Hajar sangat terbuka untuk terus berkolaborasi dengan komunitas dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mahfud.
Pesan kesehatan juga disampaikan oleh dr. Brianka Yudha Nurpradika, dokter RSI Siti Hajar Sidoarjo. Menurutnya, aktivitas bersepeda dapat menjadi salah satu pilihan positif bagi anak muda untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun lingkungan pergaulan yang sehat.
“Anak muda membutuhkan ruang untuk menyalurkan energi melalui aktivitas yang positif. Bersepeda tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun pertemanan dan komunitas yang sehat. Di sisi lain, generasi muda juga perlu mawas diri terhadap berbagai risiko kesehatan, termasuk HIV/AIDS, dengan meningkatkan pengetahuan, menerapkan perilaku yang bertanggung jawab, dan memilih lingkungan serta aktivitas yang memberikan dampak positif,” jelas dr. Brianka.
Ia juga mengingatkan peserta untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan selama melakukan olahraga malam, seperti menggunakan helm, memastikan lampu sepeda berfungsi dengan baik, menjaga hidrasi, melakukan pemanasan, serta memahami kemampuan fisik masing-masing.
Bagi Jhon Kobra, inisiator Kelap Kelip Sidoarjo, kegiatan tersebut memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda dalam aktivitas bersepeda.
“Kami ingin Kelap Kelip bukan sekadar kegiatan gowes, tetapi menjadi ruang untuk bertemu, bersilaturahmi, membangun komunitas, dan mengajak masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat. Ketika komunitas bisa bergerak bersama, suasananya menjadi lebih menyenangkan dan pesan positifnya bisa menjangkau lebih banyak orang,” ungkap Jhon Kobra.
Antusiasme peserta terlihat sejak sore ketika satu per satu pesepeda mulai berdatangan ke area RSI Siti Hajar Sidoarjo. Sepeda dengan berbagai lampu hias kemudian memenuhi kawasan tersebut. Setelah salat Isya, peserta diberangkatkan untuk menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Sidoarjo sebelum kembali ke area rumah sakit.
Sesampainya di lokasi, peserta mendapatkan kesempatan mengikuti edukasi kesehatan dan berdiskusi langsung dengan dokter RSI Siti Hajar. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta dari berbagai kelompok usia untuk bertanya mengenai kebugaran, aktivitas fisik, hidrasi, hingga kesehatan generasi muda.
Salah satu peserta, Iqbalibul, mengapresiasi konsep kegiatan yang menurutnya mampu menggabungkan olahraga dengan pengalaman komunitas.
“Kegiatan seperti ini menarik karena kita tidak hanya bersepeda, tetapi juga bisa bertemu dengan banyak komunitas dan mendapatkan edukasi kesehatan. Semoga Kelap Kelip Sidoarjo bisa terus dilakukan dan semakin banyak peserta yang ikut,” katanya.
Marketing RSI Siti Hajar Sidoarjo, Fahmi Adimara, mengatakan keterlibatan rumah sakit dalam kegiatan komunitas merupakan bagian dari upaya mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih kreatif.
“Masyarakat tidak selalu membutuhkan edukasi kesehatan dalam format yang formal. Kadang pesan kesehatan justru lebih mudah diterima ketika hadir dalam aktivitas yang mereka sukai. Kelap Kelip Sidoarjo menjadi contoh bahwa olahraga, komunitas, kreativitas, dan edukasi kesehatan bisa dikemas dalam satu kegiatan. Kami berharap semakin banyak komunitas di Sidoarjo yang dapat berkolaborasi dengan RSI Siti Hajar untuk membangun gerakan masyarakat yang lebih aktif dan sehat,” tutur Fahmi.
Lebih dari sekadar agenda satu malam, Kelap Kelip Sidoarjo memperlihatkan potensi komunitas sebagai kekuatan dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Ketika masyarakat memiliki ruang untuk berolahraga sekaligus berinteraksi dalam lingkungan yang positif, aktivitas tersebut dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.
RSI Siti Hajar Sidoarjo pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif. Kolaborasi dengan komunitas olahraga, anak muda, organisasi masyarakat, maupun kelompok sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan masyarakat Sidoarjo yang semakin sadar kesehatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































