ACEH SINGKIL – Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah Adelia Lumban Gaol untuk mengenyam pendidikan tinggi. Warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil yang kini menempuh studi di Semester IV Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa ini membagikan kisah perjuangannya.
Melalui sebuah catatan pengalaman pribadinya yang berjudul “Cerpen Harapan Dalam Pelukan Doa Ibu”, mahasiswi ini membuktikan bahwa rida dan doa orang tua adalah kunci utama di balik sebuah keberhasilan.
Sempat Memilih Bekerja demi Keluarga
Selepas lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Adelia awalnya enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang bangku perkuliahan. Sadar akan kondisi ekonomi keluarga yang tengah melemah, ia membulatkan tekad untuk mencari penghasilan sendiri.
”Tekadku sudah bulat bahwa aku harus pulang kampung. Aku ingin bekerja dan tidak ingin berkuliah dulu,” tulis Adelia mengenang masa itu.
Demi niat mulianya tersebut, ia sempat menghabiskan waktu selama dua bulan bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Keteguhan Hati Sang Ibu
Namun, sang ibu rupanya memiliki pandangan yang jauh ke depan. Ia menolak keras keinginan Adelia untuk berhenti sekolah, karena meyakini bahwa pendidikan dan karier adalah modal utama yang harus dimiliki oleh seorang perempuan.
Meskipun Adelia sempat diam-diam mengurus berkas pendaftaran ke kampus impiannya di luar daerah, sang ibu tidak memberikan izin dan justru secara mandiri mendaftarkan putrinya ke kampus yang lebih dekat. Sempat diwarnai pergolakan batin dan langkah yang berat saat menginjakkan kaki di kampus pilihan ibunya, Adelia akhirnya mengalah dan memilih berbakti.
Pembuktian Prestasi dan Asa untuk Pemda Aceh Singkil
Keputusan menuruti rida sang ibu rupanya membawa berkah luar biasa. Di luar dugaan, saat mengikuti kegiatan Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek, Adelia justru keluar sebagai mahasiswi terbaik di angkatannya.
Kini, di tengah perjuangannya menyelesaikan studi di semester IV, Adelia menyimpan sebuah harapan besar. Ia sangat mendambakan adanya kepedulian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Singkil berupa bantuan pendidikan atau beasiswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi angin segar bagi dirinya dan mahasiswa berprestasi asal Aceh Singkil lainnya yang memiliki keterbatasan finansial, agar kelak mampu meraih gelar sarjana tanpa dihantui kendala biaya.
Kekuatan Doa sebagai Benteng Semangat
Perjalanan kuliahnya tentu tidak mudah. Meski ujian dan cobaan silih berganti menghampiri hingga sesekali membuatnya ingin menyerah, bayangan akan kerja keras ibunya selalu berhasil menguatkan langkah Adelia.
”Sangat tidak mungkin pengorbanan ibuku kubalas dengan kegagalan. Kegagalan-kegagalan ini hanyalah sebagai proses dari semua perjalanan hidup. Terima kasih Ibu atas perjuangan dan pengorbanannya,” pungkasnya dengan penuh haru.
Kisah perjalanan Adelia ini menjadi cerminan nyata bahwa keteguhan hati dan doa seorang ibu mampu membuka jalan kesuksesan. Di saat yang sama, kisah ini juga menjadi seruan agar pemerintah senantiasa hadir merangkul dan mendukung putra-putri daerah yang gigih berprestasi di tengah segala keterbatasannya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 34 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 56 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-120x86.jpg)




