Siaran Berita — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja “ Rancang Bangun Insinerator Sederhana sebagai Upaya Membantu Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Panaikang ” selama tiga hari, 3–5 Agustus 2026, di Dusun Baringeng, Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.
Program tersebut mengusung tema Pemberdayaan Desa dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Rancangan program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat dan volume sampah di Desa Panaikang serta masih adanya kendala dalam pemilahan dan pengelolaan sampah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T 116 Unhas melakukan kegiatan yang meliputi pembangunan insinerator sederhana, edukasi mengenai pemilahan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) , serta pelatihan penggunaan insinerator secara aman. Kegiatan tersebut diarahkan agar masyarakat memahami bahwa insinerator bukanlah tempat untuk membakar seluruh jenis sampah, melainkan digunakan untuk mengolah sisa sampah yang tidak dapat didaur ulang.
Insinerator yang dirancang menggunakan model insinerator bata dengan beberapa komponen utama, yaitu ruang pembakaran, lubang udara, cerobong, dan penampung abu. Dalam sistem pengelolaannya, sampah terlebih dahulu dipilah menjadi sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sampah anorganik diarahkan ke bank sampah atau daur ulang, sedangkan residu dapat diolah menggunakan insinerator.
“ Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan dengan membakar sampah, tetapi dimulai dari pemilahan. Insinerator digunakan khusus untuk residu sampah sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih terarah ,” ujar Muhammad Wildan Adiwidya Dharmawan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Selain sarana pembangunan, kegiatan juga mencakup uji coba dan pelatihan penggunaan insinerator. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap sarana yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat bersama pemerintah desa. Keberadaan insinerator juga diharapkan menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan di Desa Panaikang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































