JAKARTA, 10 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menyerukan pentingnya merawat memori perjuangan bangsa serta mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme dalam konteks modern. Peringatan tahunan ini dinilai bukan sekadar seremoni sejarah, melainkan sebuah panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa.
Ketua DPP LDII, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., menegaskan bahwa bangsa ini tidak boleh mengalami amnesia sejarah dan melupakan jasa para pejuang yang telah mempertahankan kedaulatan NKRI. Namun, ia mengingatkan bahwa medan perjuangan setiap generasi selalu berubah seiring perkembangan zaman.
“Musuh bangsa kini sering kali tidak datang dari luar perbatasan, melainkan tumbuh dari dalam ketika persatuan melemah, integritas luntur, dan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan bangsa. Jika dahulu veteran bertaruh nyawa menghadapi peluru, maka tantangan generasi muda hari ini adalah disinformasi, polarisasi, korupsi, hingga persaingan global,” ujar Singgih, Minggu (9/8).
Ia menekankan bahwa relevansi nilai-nilai perjuangan para veteran di era modern harus diwujudkan melalui bentuk-bentuk pengabdian baru yang selaras dengan tantangan abad ke-21.
“Nasionalisme pada abad ke-21 tidak lagi dibuktikan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menghasilkan inovasi, menjaga kejujuran, membangun ekonomi, melestarikan lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi adalah bentuk baru dari patriotisme,” tegas Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro tersebut.
Bagi LDII, nilai-nilai kebangsaan ini berjalan selaras dengan ajaran Islam dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional religius dan berakhlakul karimah. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui program Sekolah Virtual Kebangsaan dan Sarasehan Kebangsaan yang rutin melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, serta akademisi. Selain itu, penguatan karakter patriotisme juga diimplementasikan lewat kegiatan kepanduan, majelis taklim, hingga aksi pengabdian masyarakat seperti bakti sosial, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan yang terangkum dalam Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa.
Menutup keterangannya, Singgih mengajak kaum muda menjadikan sejarah sebagai kompas moral dan menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah sebuah hadiah gratis, melainkan amanah besar yang ditebus dengan darah dan air mata.
“Jika generasi veteran telah memenangkan perang untuk merebut kemerdekaan, generasi muda hari ini harus memenangkan perjuangan melawan kebodohan, kemiskinan, korupsi, intoleransi, dan perpecahan. Cara terbaik menghormati para veteran adalah memastikan bahwa cita-cita yang mereka perjuangkan terus hidup dalam setiap karya dan pengabdian kita,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































