Tapanuli Utara,— Upaya pelestarian dan rehabilitasi hutan kemenyan di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, terus diperkuat melalui kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Bottom-Up Tahun 2026 dengan tema “Eksplorasi Pohon Plus Kemenyan (Styrax sp.) sebagai Upaya Rehabilitasi Hutan Kemenyan Terdampak Bencana Longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada 21–24 Agustus 2026 tersebut melibatkan tim pengabdian kepada masyarakat bersama para petani kemenyan dari Desa Simardangiang, Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Simardangiang, Bapak Tampan Sitompul, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan dan keberlanjutan sumber daya kemenyan di tingkat masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keberadaan kemenyan sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Tapanuli Utara. Di sisi lain, kawasan hutan kemenyan menghadapi berbagai tekanan, termasuk dampak bencana longsor yang dapat menyebabkan kerusakan tegakan serta berkurangnya sumber benih dan pohon-pohon berkualitas.
Melalui program ini, tim pengabdian memberikan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) kepada masyarakat, khususnya dalam memahami dan menerapkan teknik pemilihan pohon plus kemenyan. Pohon plus merupakan pohon yang memiliki karakter unggul dan berpotensi dijadikan sumber benih atau bahan pengembangan untuk mendukung rehabilitasi dan pembangunan tegakan kemenyan yang lebih berkualitas.
Selain kegiatan pelatihan, tim juga melakukan eksplorasi pohon plus kemenyan secara langsung bersama petani. Kegiatan lapangan diarahkan untuk mengidentifikasi pohon-pohon kemenyan yang memiliki karakteristik unggul berdasarkan kondisi pertumbuhan, kesehatan pohon, dan potensi produksi. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan mempertahankan sumber daya genetik kemenyan yang potensial di wilayahnya.
Salah satu luaran penting dari kegiatan ini adalah penyusunan basis data (database) kemenyan di Kabupaten Tapanuli Utara. Database tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi awal mengenai keberadaan dan potensi pohon plus kemenyan sekaligus mendukung perencanaan rehabilitasi hutan, konservasi sumber daya genetik, serta pengembangan kemenyan secara berkelanjutan.
Keterlibatan petani dalam proses eksplorasi menjadi bagian penting dari kegiatan karena masyarakat merupakan pihak yang secara langsung memiliki pengalaman dalam mengenali, memelihara, dan memanfaatkan tegakan kemenyan. Dengan adanya transfer IPTEK dan dokumentasi sumber daya genetik secara sistematis, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam konservasi dan rehabilitasi hutan kemenyan.
Tim kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terdiri atas Dr. Ir. Yayat Hidayat, S.Hut., M.Si. (ITB); Prof. Dr. Agung Karuniawan (UNPAD); Prof. Dr. Ir. Rudi Hartono, S.Hut., M.Si. (USU); Dr. rer. nat. Jeprianto Manurung, S.Hut., M.Si. (ITB); Meylida Nurrachmania, S.Hut., M.Si. (USI); dan Philliphians Manurung, S.T., M.T. (IT DEL)
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat petani kemenyan dalam menjaga keberlanjutan hutan kemenyan. Eksplorasi dan identifikasi pohon plus diharapkan menjadi langkah awal untuk menyediakan sumber benih unggul, memperkuat rehabilitasi kawasan terdampak longsor, serta mendukung keberlanjutan kemenyan sebagai salah satu HHBK unggulan Sumatera Utara bagi generasi mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































