Bima – Upaya memperkuat literasi keamanan pangan dan obat di kalangan generasi muda kembali ditegaskan melalui kegiatan Orientasi dan Pelantikan Anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Bima Angkatan ke-2. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Woha pada Kamis, 7 Mei 2026 ini menjadi tonggak penting bagi Balai POM di Bima sebagai instansi pengampu Saka POM dalam membina kader-kader muda yang siap berperan sebagai agen edukasi di masyarakat.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan obat dan makanan di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat, Balai POM di Bima menegaskan bahwa pembinaan Saka POM merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat sekolah dan komunitas. Melalui Saka POM, Balai POM tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra pendidikan yang menanamkan nilai integritas, kepedulian, dan kecakapan teknis kepada generasi muda.
Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) POM Bima, Adjis Sandjaya, membuka sesi orientasi dengan materi “Kesakaan”. Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Saka POM bukan sekadar mengenakan atribut tambahan, tetapi memikul tanggung jawab moral sebagai perpanjangan tangan Badan POM dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Nilai disiplin, integritas, dan kepedulian menjadi fondasi utama yang harus dipegang oleh setiap anggota.
Sebagai pengampu Saka POM, Balai POM di Bima memandang pembinaan ini sebagai investasi strategis. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, pengawasan keamanan pangan dan obat dapat diperkuat hingga ke tingkat akar rumput. Para anggota Saka POM diharapkan menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mengenali potensi risiko, sekaligus menjadi jembatan informasi antara Balai POM dan lingkungan sekitar.
Materi teknis kemudian disampaikan oleh Ketua Pangkalan Saka POM Bima, Nurhasanah, yang membawakan topik “Waspada Penyalahgunaan Bahan Berbahaya pada Pangan”. Ia menyoroti penggunaan bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow yang masih ditemukan pada jajanan pasar maupun sekolah. Materi ini menjadi sangat relevan mengingat wilayah Bima dan sekitarnya masih menghadapi tantangan terkait peredaran pangan yang tidak memenuhi syarat.
Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik lapangan berupa simulasi uji cepat boraks menggunakan rapid test kit. Simulasi ini dipandu oleh Instruktur Saka POM Bima, M. Alvian Rahmansyah. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka mengamati perubahan warna reagen sebagai indikator keberadaan bahan berbahaya. Praktik ini sejalan dengan fungsi Krida Pengujian Sederhana dalam struktur Saka POM, yang bertujuan membekali anggota dengan kemampuan deteksi dasar secara mandiri.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan upacara pelantikan. Prosesi dipimpin oleh Ketua Pimpinan Saka POM Bima, Khaerul Asmansyah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara angkatan baru dan angkatan sebelumnya dalam menjalankan program-program strategis seperti “Saka POM Beraksi” dan “Saka POM Peduli”. Ia menegaskan bahwa keberadaan anggota baru sangat dinantikan untuk memperkuat edukasi keamanan pangan dan obat di masyarakat.
Dengan dilantiknya Angkatan ke-2 ini, Balai POM di Bima semakin optimistis bahwa Saka POM Bima akan menjadi kekuatan strategis dalam membangun masyarakat yang cerdas memilih obat dan makanan. Pembinaan berkelanjutan, kolaborasi dengan sekolah, serta penguatan kapasitas anggota menjadi fokus utama agar Saka POM benar-benar menjadi garda terdepan dalam perlindungan konsumen di wilayah Bima dan sekitarnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































