MAJALENGKA – Di tengah ancaman krisis pangan dan tekanan ekonomi yang terus menghantui masyarakat, DPW Partai Keadilan Sejahtera mulai mengonsolidasikan kekuatan kader hingga tingkat akar rumput.
Lewat kegiatan Training for Trainer (TFT) Bidang Pemberdayaan Petani, Peternak dan Nelayan (BPPN), PKS mengirim pesan politik yang kuat: ketahanan bangsa harus dimulai dari rumah dan lingkungan sendiri.
Kegiatan yang digelar di Saung Nganteur Kahayang, Rumah Aspirasi H Ateng Sutisna, Sabtu (09/05/2026), menjadi ajang konsolidasi kader dari delapan kabupaten/kota di Jawa Barat.
Peserta datang dari Majalengka, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Sumedang, Subang, Purwakarta hingga Karawang.
Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera, Iwan Suryawan, turun langsung memberikan arahan kepada kader agar mampu memanfaatkan potensi lingkungan sekitar untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Jangan sampai ada potensi di sekitar kita yang tidak termanfaatkan. Minimal bisa menopang kebutuhan pangan keluarga, pesan Iwan kepada peserta TFT.
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera, H. Deden Hardian Narayanto atau biasa disapa Kang Dehan, menyebut penunjukan Majalengka sebagai tuan rumah menjadi momentum penting dalam penguatan gerakan pangan berbasis masyarakat.
Alhamdulillah Majalengka dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini dengan peserta dari delapan kabupaten/kota, ujar Dehan. Minggu, (10/05/2026)
Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda internal partai, melainkan langkah nyata mencetak kader penyuluh yang siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di daerah masing-masing.
Ketahanan pangan itu dimulai dari rumah sendiri, dari kader sendiri. Harapannya kader-kader ini bisa menjadi motivator sekaligus pilar ketahanan pangan, ekonomi dan energi bagi masyarakat, tegasnya.
PKS Jawa Barat kini fokus memperkuat tiga sektor utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan ekonomi dan ketahanan energi. Langkah ini dinilai menjadi strategi politik kerakyatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bawah, mulai dari petani, peternak hingga nelayan.
Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, gerakan pemberdayaan berbasis pangan yang dilakukan PKS menjadi sinyal bahwa perebutan masa depan bangsa tidak hanya berlangsung di panggung politik, tetapi juga di sawah, kandang dan kolam rakyat. ** (Agit)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































