Kediri, 7 Mei 2026 – Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang menggelar kegiatan seminar personal branding dengan mengangkat tema “Build Now, Shine Later”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya membekali siswa akan pentingnya personal branding terutama bagi siswa SMK yang orientasinya bekerja, tentu pengetahuan terkait personal branding ini sangat penting untuk diketahui. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kurikulum SMKN 2 Kota Kediri dan perwakilan seluruh siswa dari kelas 10 dan 11 jurusan Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Bisnis Digital, Perhotelan, Produksi Film, dan Layanan Wisata.

Dalam pelaksanaanya, seluruh Mahasiswa Asistensi Mengajar dari jurusan S1 Pendidikan Akuntansi, S1 Pendidikan Perkantoran, dan S1 Pendidikan Bisnis terlibat aktif untuk menyiapkan seminar ini. Selain itu, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Mahasiswa Asistensi Mengajar dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). OSIS bertugas untuk menyampaikan informasi terkait kegiatan seminar ini kepada seluruh kelas 10 dan 11.Dengan pemateri Fina Kharisma selaku alumni mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang serta alumni peserta Clash of Champions Ruang Guru, mampu menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh terkait personal branding. Antusiasme siswa dalam seminar ini dilihat dari banyaknya siswa yang bertanya terkait bagaimana personal branding yang cocok di era yang sudah modern ini.
Kegiatan ini sebagai bentuk upaya mendukung SDGs 4, menjamin akses pendidikan teknik dan kejuruan yang bermutu, sekaligus membekali siswa dengan kecakapan hidup relevan untuk bekerja dan berwirausaha. Senada dengan hal itu, Waka Kurikulum SMKN 2 Kota Kediri, Idham Muttaqien, S.Pd., mengatakan, “Jangan menjadi murid yang biasa saja, tapi jadilah murid yang luar biasa.” Pesan ini memotivasi siswa SMK untuk melampaui standar kompetensi dasar dan memiliki nilai tambah yang membedakan mereka dari lulusan lain. Kegiatan ini juga sebagai upaya mencapai SDGs 8 yakni Mengurangi proporsi usia muda yang tidak bekerja atau menempuh pendidikan. Dengan menguasai strategi personal branding, lulusan SMK dipersiapkan menjadi tenaga kerja siap pakai yang memiliki daya tawar tinggi, produktif, serta mampu berkontribusi langsung pada penguatan pertumbuhan ekonomi nasional sejak usia muda.

Hal ini selaras dengan peranan strategis dalam memperkuat fungsi pendidikan kejuruan sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Berdasarkan Penjelasan Pasal 15 UU Sisdiknas, pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja/berwirausaha. Kurikulum SMK didesain secara khusus secara adaptif dan fleksibel guna menyelaraskan kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Kesiapan kerja tidak lagi hanya diukur dari penguasaan hard skills akademis, melainkan juga pengembangan soft skills esensial. Personal branding menjadi instrumen kurikulum non-formal yang krusial agar siswa mampu mengomunikasi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































