Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali hadir di tengah masyarakat melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di SMK Negeri 1 Bandar Lampung. Mengangkat tema “Pengaruh Tingkat Pemahaman Manajemen Diri Terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMK Lampung”, program ini menjadi salah satu bukti bahwa UTI tidak sekadar unggul di bidang akademik, tetapi juga turut berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Kegelisahan atas rendahnya rasa percaya diri yang banyak dialami siswa SMK menjadi titik awal lahirnya kegiatan ini. Potensi yang dimiliki para pelajar kerap terkubur oleh keraguan, salah satunya disebabkan minimnya pembekalan tentang etika penampilan dan komunikasi. Melalui PkM ini, UTI berupaya menjawab kebutuhan tersebut secara langsung dan terstruktur.
Sebagai bagian dari pelaksanaan mata kuliah Pengembangan Kepribadian, kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis kepada siswa SMK Negeri 1 Bandar Lampung. Fokus materi mencakup tiga aspek utama, yaitu tata cara duduk yang baik dan tepat sesuai situasi, etika berpakaian yang mencerminkan sikap profesional, serta teknik berbicara di depan umum secara efektif dan penuh keyakinan. Di samping pembekalan tersebut, kegiatan ini turut membuka cakrawala siswa mengenai kehidupan perkuliahan dan mendorong mereka untuk mempertimbangkan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah pengawasan dan bimbingan Ibu Tien Yulianti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Kepribadian di UTI. Beliau menegaskan bahwa materi yang disampaikan bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan bekal hidup yang relevan bagi setiap remaja yang ingin tampil percaya diri di hadapan orang lain.
“Rasa percaya diri sejati tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari kebiasaan – kebiasaan kecil yang konsisten, bagaimana kita menempatkan diri saat duduk, bagaimana kita memilih pakaian yang sesuai, dan bagaimana kita menyampaikan pikiran dengan jelas di depan orang lain. Hal-hal inilah yang ingin kami tanamkan kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Bandar Lampung hari ini,” ungkap Ibu Tien Yulianti.
Lima mahasiswa UTI tampil sebagai ujung tombak dalam kegiatan ini, berperan sekaligus sebagai fasilitator dan penyampai materi. Mereka adalah Farid Wazdi, Ryan Merta, I Made Dwi Anggara, Ririn Novita Sari, dan Risma Destriyanti. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri, karena selain menyajikan materi secara terorganisir, kelima mahasiswa ini juga menceritakan perjalanan pribadi mereka dalam membangun kepercayaan diri dan mengasah etika penampilan sejak duduk di bangku kuliah.
Kegiatan dibuka dengan sesi pemaparan materi yang dikemas secara ringan namun berbobot. Para mahasiswa memperkenalkan konsep dasar etika duduk dalam berbagai konteks, mulai dari ruang kelas hingga situasi formal seperti rapat dan wawancara kerja. Materi dilanjutkan dengan panduan berpakaian yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan, dengan contoh-contoh yang mudah dipahami dan dekat dengan keseharian siswa.
Sesi berikutnya mengajak para siswa untuk terlibat aktif melalui diskusi kelompok. Mereka diminta mengidentifikasi hambatan yang selama ini menghalangi mereka tampil percaya diri, seperti rasa khawatir dilihat berlebihan dalam berpakaian, canggung saat harus menyampaikan pendapat di kelas, atau bingung bagaimana bersikap dalam situasi resmi. Hasil diskusi tiap kelompok kemudian dipresentasikan, dan tim mahasiswa UTI memberikan masukan konstruktif yang membangun.
Puncak kegiatan adalah sesi simulasi yang paling ditunggu-tunggu. Siswa diajak langsung mempraktikkan materi yang telah mereka pelajari yaitu mulai dari memperagakan postur duduk yang tepat dalam simulasi wawancara, tampil di depan kelas untuk berbicara singkat dengan teknik yang benar, hingga berlatih cara berpakaian yang sesuai untuk berbagai kesempatan. Suasana yang semula tegang berubah menjadi penuh semangat ketika para mahasiswa UTI terus memberikan dorongan dan arahan yang hangat kepada peserta.
“Kami tidak datang ke sini sebagai orang yang serba tahu. Kami datang sebagai kakak yang ingin berbagi. Kami pernah merasa canggung, tidak tahu harus bersikap bagaimana, tidak percaya diri saat berbicara di depan orang banyak. Tapi semua itu bisa dilatih, dan kami ingin adik-adik di sini tahu bahwa mereka pun mampu,” ujar salah satu mahasiswa UTI dengan penuh semangat.
Sepanjang kegiatan, antusiasme para siswa SMK Negeri 1 Bandar Lampung sangat terasa. Pertanyaan-pertanyaan kritis terus mengalir, diskusi berlangsung hidup, dan tidak sedikit siswa yang memohon agar waktu tanya jawab diperpanjang. Kedekatan yang terjalin antara mahasiswa UTI dan para siswa menciptakan atmosfer belajar yang nyaman dan menyenangkan.
“Saya tidak menyangka kegiatan seperti ini bisa sebermanfaat ini. Ternyata hal-hal yang selama ini saya anggap remeh seperti cara duduk atau pilihan pakaian itu punya dampak besar terhadap kesan yang kita berikan ke orang lain. Kakak-kakak mahasiswanya juga sangat asyik dan mudah diajak ngobrol,” cerita seorang siswa SMK Negeri 1 Bandar Lampung usai kegiatan.
Pihak SMK Negeri 1 Bandar Lampung menyambut hangat kehadiran tim UTI. Ibu Tuti Handayani, S.Pd., Mus. M.A., selaku perwakilan sekolah, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif yang dinilai sangat berharga ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan stimulus positif yang selama ini dibutuhkan oleh para siswa untuk tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan siap menghadapi dunia.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan luar biasa dan disambut sangat baik oleh para siswa. Kami berharap ilmu tentang tata cara duduk, berpakaian, dan berbicara di depan umum yang telah dibagikan hari ini tidak berhenti di sini, melainkan benar-benar menjadi bagian dari keseharian mereka. Semoga manfaatnya terus dirasakan jangka panjang,” kata Ibu Tuti Handayani mengakhiri kegiatan.
Lewat program PkM dalam mata kuliah Pengembangan Kepribadian ini, UTI semakin memantapkan diri sebagai institusi pendidikan yang melampaui batas ruang kelas. Tidak hanya mencetak lulusan yang cakap secara teknis, UTI juga aktif membentuk generasi yang matang secara karakter dan siap berkontribusi bagi masyarakat luas. Ke depannya, program serupa akan terus digencarkan ke berbagai sekolah di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































