Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video, membaca informasi, atau mengikuti tren yang sedang viral. Ironisnya, seseorang mungkin lebih cepat mengetahui berita yang ramai di media sosial dibandingkan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Saat ini, perhatian masyarakat perlahan lebih banyak tertuju pada layar ponsel dibandingkan lingkungan nyata. Ketika isu lingkungan menjadi viral, banyak orang menunjukkan kepedulian dengan mengunggah tagar, membagikan video kampanye, atau memberikan tanda suka pada unggahan bertema lingkungan. Namun, tidak sedikit yang merasa telah berkontribusi hanya melalui aktivitas digital.
Fenomena ini dikenal sebagai slacktivism, yaitu dukungan secara virtual tanpa diikuti tindakan nyata. Menyebarkan informasi memang penting, tetapi lingkungan juga membutuhkan tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan sekitar.
Media sosial bukanlah musuh. Teknologi dapat menjadi sarana edukasi dan kampanye lingkungan yang efektif. Namun, jangan sampai kita menjadi generasi yang aktif di dunia digital tetapi pasif terhadap lingkungan nyata. Sebab lingkungan tidak membutuhkan kepedulian yang hanya ramai di media sosial, tetapi juga tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































