Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia perbankan. Saat ini, berbagai aktivitas keuangan dapat dilakukan hanya melalui smartphone tanpa harus datang langsung ke bank. Layanan seperti mobile banking, internet banking, QRIS, dan dompet digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang paling aktif menggunakan layanan digital banking karena dianggap lebih praktis, cepat, dan efisien. Namun, penggunaan layanan digital tersebut juga memberikan dampak positif dan negatif terhadap gaya hidup mahasiswa.
Pengertian Digital Banking
Digital banking adalah layanan perbankan yang menggunakan teknologi digital untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi keuangan secara online. Melalui digital banking, nasabah dapat melakukan transfer, pembayaran, pembelian, hingga pengecekan saldo kapan saja dan di mana saja.
Contoh layanan digital banking yang sering digunakan mahasiswa antara lain:
1. Mobile banking
2. Internet banking
3. QRIS
4. E-wallet
5. Virtual account
Pengaruh Positif Digital Banking bagi Mahasiswa
1. Mempermudah Aktivitas Keuangan
Mahasiswa tidak perlu lagi datang ke ATM atau bank untuk melakukan transaksi. Semua kebutuhan pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi di smartphone.
2. Menghemat Waktu dan Tenaga
Pembayaran uang kuliah, pembelian pulsa, hingga pembayaran makanan dapat dilakukan secara cepat sehingga lebih efisien.
3. Mendukung Gaya Hidup Cashless
Digital banking membantu mahasiswa terbiasa melakukan transaksi tanpa uang tunai yang lebih praktis dan modern.
4. Membantu Pengelolaan Keuangan
Riwayat transaksi pada aplikasi perbankan memudahkan mahasiswa untuk memantau pengeluaran sehari-hari.
5. Meningkatkan Pengetahuan Teknologi Keuangan
Mahasiswa menjadi lebih mengenal perkembangan fintech dan sistem perbankan digital yang berguna untuk dunia kerja di masa depan.
Dampak Negatif Digital Banking
1. Meningkatkan Perilaku Konsumtif
Kemudahan transaksi membuat mahasiswa lebih mudah tergoda untuk berbelanja secara berlebihan.
2. Risiko Kejahatan Digital
Penggunaan digital banking juga memiliki risiko seperti penipuan online, phishing, dan pencurian data pribadi.
3. Ketergantungan terhadap Teknologi
Mahasiswa menjadi terlalu bergantung pada internet dan smartphone dalam melakukan aktivitas keuangan.
4. Penggunaan Paylater yang Tidak Bijak
Banyak mahasiswa menggunakan layanan paylater tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar sehingga dapat menimbulkan utang.
Cara Menggunakan Digital Banking dengan Bijak
Agar penggunaan digital banking tetap memberikan manfaat, mahasiswa perlu melakukan beberapa hal berikut:
1. Menggunakan transaksi sesuai kebutuhan
2. Menjaga kerahasiaan PIN dan password
3. Tidak mudah percaya pada link atau pesan mencurigakan
4. Membatasi penggunaan paylater
5. Membuat anggaran keuangan bulanan
Kesimpulan
Digital banking memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa karena mampu mempermudah berbagai aktivitas keuangan secara cepat dan efisien. Selain mendukung gaya hidup modern, layanan digital banking juga membantu mahasiswa memahami perkembangan teknologi di bidang perbankan dan keuangan.
Namun, penggunaan digital banking harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan perilaku konsumtif maupun risiko kejahatan digital. Dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi perbankan digital secara aman dan bermanfaat untuk masa depan.
Ditulis oleh : Naylla Salwa Salsabila (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































