JAKARTA, 29 Mei 2026 – Perkembangan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah lanskap industri pemasaran dan penjualan secara radikal di tahun 2026. Menanggapi fenomena tersebut, praktisi pemasaran sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), Ahmad Madani, mendesak manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia untuk segera melakukan revitalisasi total terhadap sarana Laboratorium (Lab) Pemasaran.
Menurut Ahmad, format lab pemasaran konvensional yang hanya mensimulasikan toko ritel fisik atau penggunaan mesin kasir manual sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri modern saat ini. Industri saat ini membutuhkan talenta yang fasih mengoperasikan perangkat teknologi penjualan digital (modern sales stack) serta pemanfaatan kecerdasan buatan.
“Kita tidak bisa lagi membiarkan siswa SMK mempraktikkan keterampilan masa depan di dalam ruang lab yang terjebak di masa lalu. Tantangan industri tahun 2026 menuntut efisiensi tinggi, di mana proses riset pasar, pembuatan konten iklan, hingga analisis data konsumen sudah dibantu oleh AI,” ujar Ahmad Madani dalam ulasan opininya yang dirilis baru-baru ini.
Ahmad, yang juga merupakan Co-founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), memetakan tiga area krusial yang harus diintegrasikan dalam wajah baru Lab Pemasaran SMK era AI:
Pertama, penyediaan AI Content & Live Commerce Corner. Area ini bukan sekadar studio estetik biasa, melainkan ruang simulasi terintegrasi di mana siswa dilatih memproduksi konten kreatif menggunakan AI generator dan melakukan interaksi penjualan secara langsung (live streaming) berbasis data audiens riil.
Kedua, fasilitas Data Analytics & CRM Workspace. Lab modern harus membiasakan siswa membaca dasbor digital, memetakan perilaku konsumen, dan mengoperasikan perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management) yang menjadi standar operasional industri digital agency maupun korporasi.
Ketiga, transformasi peran lab menjadi Teaching Factory (TeFa) Hub. Lab pemasaran harus berfungsi sebagai inkubator bisnis nyata yang bermitra dengan UMKM lokal, sehingga siswa menguji teori pemasaran digital, termasuk optimasi mesin pencari masa depan berbasis AI, langsung pada studi kasus bisnis nyata.
“Revitalisasi ini memang membutuhkan komitmen investasi, baik dari aspek pengadaan perangkat keras, perangkat lunak, maupun peningkatan kompetensi guru produktif itu sendiri. Namun, langkah berani ini adalah satu-satunya jalan agar link-and-match antara SMK dan dunia industri tidak sekadar menjadi jargon di atas kertas,” tutup Ahmad.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































