Sekelompok mahasiswa program studi S1 Informatika Universitas Telkom Purwokerto (TUP) sukses merancang dan mengimplementasikan inovasi digital bernama Sistem Administrasi Publik Arcawinangun (SAPA). Inovasi ini diterapkan secara langsung untuk membantu tata kelola pelayanan di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, pada periode April 2026. Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Wildan Maulana Zidan, dengan anggota Azaria Nanda Putri, Caroline Carren A.R, dan Rangga Pradarrel Fathi, serta di bawah bimbingan dosen Dr. Diandra Chika Fransisca, S.Si., M.Sc.
Inovasi ini lahir sebagai respons atas permasalahan di lapangan, di mana proses administrasi kelurahan seperti pencatatan data kependudukan, pembuatan surat keterangan, dan pengarsipan masih dijalankan secara manual. Kondisi tersebut memicu berbagai kendala, mulai dari lamanya waktu pelayanan hingga tingginya risiko kesalahan dan duplikasi pencatatan data. Walaupun pemerintah telah menyediakan aplikasi seperti SRIKANDI, sistem tersebut masih berfokus pada persuratan antar instansi dan belum menyentuh pelayanan langsung kepada masyarakat tingkat kelurahan.
Sebagai solusinya, aplikasi SAPA dihadirkan dengan membawa fitur digitalisasi terintegrasi. Fitur utama aplikasi ini mencakup pengelolaan data penduduk dalam satu basis data terpusat, pembaruan dan pengelompokan data warga secara dinamis, hingga pembuatan berbagai dokumen administratif secara otomatis berdasarkan data yang tersimpan. Dengan begitu, aparatur kelurahan tidak perlu lagi melakukan penulisan ulang secara manual, dan keamanan data tetap terjaga melalui sistem pembatasan hak akses.

Puncak kegiatan ini adalah implementasi sistem sekaligus pelatihan intensif bagi belasan aparatur Kelurahan Arcawinangun yang diselenggarakan pada Kamis, 16 April 2026 di Aula Kelurahan setempat. Berdasarkan hasil evaluasi dari pelatihan tersebut, program ini terbukti memberikan dampak yang sangat positif dan signifikan. Tercatat, rata-rata tingkat pemahaman peserta melonjak drastis dari nilai pre-test sebesar 42,00% menjadi 96,00% pada post-test.

Melalui penerapan aplikasi SAPA, seluruh proses birokrasi seperti pencarian data, penelusuran arsip, dan pembuatan surat warga kini dapat diselesaikan dengan jauh lebih cepat dan akurat. Langkah konkret dari mahasiswa Telkom University Purwokerto ini diharapkan dapat terus digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung penuh transformasi digital pada sistem pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































