LOMBOK – Limbah rumah tangga dan kotoran sapi yang selama ini kerap dianggap sebagai masalah lingkungan mulai dilirik sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna. Selama 45 hari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, mahasiswa Universitas Mataram menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program kerja utama “Optimalisasi Pengelolaan Limbah Organik melalui Pembuatan Pupuk Kompos Padat dan Cair.”
Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk mengajak masyarakat melihat limbah organik dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, limbah organik dapat diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan pelatihan dan sosialisasi dilaksanakan secara menyeluruh di 14 dusun yang berada di Desa Ubung, meliputi Dusun Keraning, Bejelo, Dasan Baru, Punimbe, Punjambong, Tohpati, Batu Karang, Bilekere, Ubung, Pelowok, Aik Are, Bat Rata, Pemangkat, dan Bagek Nunggal.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik yang berasal dari lingkungan sekitar. Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah pembuatan pupuk kompos padat berbahan dasar kotoran sapi. Kotoran sapi yang tersedia di lingkungan masyarakat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam proses pembuatan kompos padat melalui tahapan pengolahan dan fermentasi. Hasil pengolahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman, kegiatan pertanian, dan penghijauan di lingkungan masyarakat.
Selain pembuatan kompos padat, mahasiswa KKN juga memperkenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC) sekaligus mikroorganisme lokal (MOL) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga berupa nasi basi dan air cucian beras. Kedua bahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan dalam proses fermentasi untuk menghasilkan larutan organik yang dapat digunakan dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan nasi basi dan air cucian beras menjadi salah satu alternatif sederhana untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi lingkungan dan tanaman.
Melalui pengenalan dua bentuk pengolahan tersebut, yaitu kompos padat dari kotoran sapi serta POC/MOL dari nasi basi dan air cucian beras, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Pengolahan limbah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi pembuangan limbah organik sekaligus memanfaatkan kembali sumber daya yang tersedia secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai tahapan pengolahan dan pemanfaatan limbah organik agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam pengelolaan limbah organik, baik yang berasal dari rumah tangga maupun aktivitas peternakan, sehingga sumber daya yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan secara lebih bijak.
Dari Pengelolaan Limbah Menuju Gerakan Penghijauan

Semangat menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan pembagian bibit tanaman kepada masyarakat di setiap dusun. Bibit tanaman tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan BPDAS Dodokan Moyosari melalui Persemaian Mandalika dan selanjutnya didistribusikan ke 14 dusun di Desa Ubung.
Pembagian bibit ini menjadi bagian penting dari rangkaian program karena menghubungkan pengelolaan limbah organik dengan upaya penghijauan. Pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan limbah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sementara bibit yang dibagikan diharapkan dapat ditanam dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dengan menggabungkan kegiatan pengelolaan limbah organik dan pembagian bibit tanaman, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal secara produktif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlangsungan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pemberdayaan masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, masyarakat didorong untuk mengembangkan kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab serta memanfaatkan hasilnya untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan penghijauan lingkungan.
45 Hari Mengabdi, Meninggalkan Pengetahuan yang Berkelanjutan

Selama 45 hari mengabdi di Desa Ubung, mahasiswa KKN Universitas Mataram berharap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah organik serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.
Program “Optimalisasi Pengelolaan Limbah Organik melalui Pembuatan Pupuk Kompos Padat dan Cair” diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir. Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, program ini diharapkan dapat meninggalkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus diterapkan oleh masyarakat, sehingga pengelolaan limbah organik dan penghijauan dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Desa Ubung dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui langkah sederhana, yaitu mengolah limbah menjadi pupuk dan menanam bibit untuk menghijaukan lingkungan, mahasiswa KKN Universitas Mataram bersama masyarakat Desa Ubung turut mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi langkah kecil yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan, dimulai dari tingkat desa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































