

Ditulis oleh: Anjasmara, Aprilia Windi Astuti, Chalsea Salsabila, Mariana Simanullang, Novan Nurdiansyah, Yosafat Salfator Datomir
Dosen Pembimbing: Mada Akbar, S.E., M.M.
Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Lab Store Universitas Pamulang (UNPAM) memiliki peran ganda yang strategis, yaitu sebagai unit bisnis universitas sekaligus sarana edukasi praktis bagi mahasiswa. Namun, dalam pelaksanaannya, integrasi dan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) masih menghadapi berbagai kendala. Artikel ini membahas bagaimana transformasi digital dan penerapan SIM justru menjadi tantangan besar bagi pihak manajemen Lab Store UNPAM, mulai dari masalah restrukturisasi sumber daya manusia, sinkronisasi data inventaris, hingga resistensi terhadap perubahan teknologi. Melalui analisis kualitatif deskriptif, artikel ini merumuskan solusi strategis guna mengoptimalkan SIM demi meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, dan transparansi tata kelola.
Lab Store Universitas Pamulang (UNPAM), sebagai unit bisnis sekaligus pusat laboratorium kewirausahaan bagi produk-produk mahasiswa dan universitas, kini semakin serius dalam memperkuat digitalisasi. Dengan jaringan operasional yang mencakup seluruh civitas akademika dan berbagai jenis produk ritel yang dipasarkan, sistem informasi menjadi kunci penting untuk menjaga efisiensi operasional di lingkungan kampus.
Sebelum adanya sistem informasi terintegrasi, proses transaksi dan pencatatan di Lab Store Universitas Pamulang masih dilakukan secara manual. Omo, Admin Keuangan di Lab Store Universitas Pamulang, mengungkapkan bahwa sistem lama cukup menyulitkan. “Sebelum adanya sistem informasi kasir dan persediaan barang, transaksi masih dicatat manual di buku kas, sementara stok barang diperbarui lewat kartu stok,” jelas Omo. Menurutnya, metode manual ini sering menimbulkan keterlambatan, rawan kesalahan, hingga menghambat penyusunan laporan keuangan harian.
Untuk mengatasi masalah tersebut, manajemen Lab Store Universitas Pamulang menerapkan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC). Proses ini mencakup perencanaan, analisis kebutuhan, desain, implementasi, hingga pemeliharaan sistem. Kini, sistem informasi kasir dan persediaan di Lab Store Universitas Pamulang mampu mencatat
transaksi secara real-time, mengontrol distribusi produk, dan menyajikan laporan keuangan serta manajemen dengan lebih akurat.
Dalam perkembangannya, Lab Store Universitas Pamulang mengandalkan berbagai jenis sistem informasi yang saling terintegrasi, antara lain:
• Transaction Processing System (TPS): berfungsi untuk mencatat transaksi penjualan harian konsumen dan monitoring ketersediaan stok fisik secara langsung.
•Management Information System (MIS): bertugas menyajikan laporan keuangan berkala, evaluasi hasil produksi mahasiswa, serta pola distribusi barang.
•Customer Relationship Management (CRM): digunakan untuk mengelola data pelanggan (mahasiswa, dosen, staf) serta menyusun strategi promosi internal kampus.
• Enterprise Resource Planning (ERP): mengadopsi konsep ERP untuk menghubungkan modul keuangan, pengadaan barang, distribusi, hingga manajemen SDM pengelola secara terpadu.
• Supply Chain Management (SCM): memastikan rantai pasok dan ketersediaan produk dari berbagai fakultas di pasar retail kampus tanpa terjadi kelebihan atau kekurangan stok.
Implementasi sistem terintegrasi ini memberikan manfaat nyata di berbagai level manajemen Lab Store Universitas Pamulang:
• Level Operasional: mempermudah penyusunan laporan penjualan harian, pemantauan status stok di rak, serta kelancaran distribusi.
•Level Taktis: meningkatkan efisiensi produksi inkubator bisnis, pemenuhan KPI departemen, serta analisis jangkauan distribusi produk mahasiswa.
• Level Strategis: membantu analisis tren pasar di area kampus, forecasting permintaan konsumen, hingga perencanaan ekspansi bisnis retail universitas.
Menyongsong masa depan, Lab Store Universitas Pamulang juga mulai mengintegrasikan teknologi cloud computing, business intelligence, serta fitur e-wallet dan Internet of Things (IoT). Inovasi ini membuat tata kelola manajemen retail kampus menjadi lebih fleksibel, aman, sekaligus mampu mengikuti tren digitalisasi global di dunia akademis.
Digitalisasi sistem informasi menjadikan Lab Store Universitas Pamulang lebih efisien dan akurat dalam pengelolaan data harian. Seperti disampaikan oleh Wahyu Hidayat, tantangan sistem manual yang lama kini berhasil teratasi dengan ekosistem digital yang terintegrasi. Hal ini memberikan kontribusi besar dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, mulai dari level kasir operasional hingga jajaran eksekutif manajemen universitas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































