PONOROGO – Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, Ponorogo kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui gelaran Pekan Demokrasi Santri Darul Falah 2026. Acara tahunan ini menjadi momentum penting reorganisasi kepemimpinan bagi Organisasi Santri Darul Falah (OSDA) dan Koordinator Pramuka Darul Falah, sekaligus menjadi bukti nyata adaptasi pesantren dalam membentuk karakter pemimpin di era digital.
Rangkaian acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus masa jabatan sebelumnya. Melalui proses evaluasi ini, para santri diajarkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam berorganisasi sejak dini. Puncak acara ditandai dengan prosesi pelantikan pengurus baru yang siap mengemban amanah satu periode ke depan dengan energi yang lebih segar.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, Gus Riza Arif Achmadi, dalam sambutan dan nasehatnya menyampaikan bahwa organisasi di dalam pesantren merupakan laboratorium mental terbaik bagi santri sebelum terjun ke masyarakat luas.
“Menjadi pengurus organisasi di pesantren bukan tentang mencari panggung, melainkan wadah belajar berkhidmat, mengasah empati, dan memecahkan masalah nyata. Di era digital ini, jadilah pemimpin yang tidak mudah terombang-ambing oleh arus, melainkan penentu arah yang membawa kemaslahatan,” tegas Gus Riza.
Di tengah tantangan modernisasi, Pondok Pesantren Darul Falah sukses memposisikan diri sebagai pesantren pilihan terbaik di era digital sekaligus pesantren membahagiakan. Melalui ekosistem yang ramah, suportif, dan adaptif terhadap teknologi, pesantren ini menghapus stigma kaku dan membuktikan bahwa belajar agama dapat berjalan selaras dengan kegembiraan serta perkembangan zaman.
Visi besar ini dipertegas melalui gerakan slogan “Mondok Aja”. Slogan ini membawa pesan mendalam bagi para orang tua dan generasi muda bahwa pesantren adalah tempat terbaik untuk bertumbuh secara utuh—baik dari sisi spiritual, intelektual, maupun emosional.
Untuk menjawab tantangan global, pengurus baru yang dilantik diarahkan untuk menginternalisasi tiga pilar utama Darul Falah, yaitu:
Sholeh: Memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral yang kokoh sebagai fondasi kehidupan.
Kreatif: Mampu berpikir inovatif, adaptif terhadap perubahan, dan mahir memanfaatkan teknologi digital untuk kebaikan.
Mendunia: Berwawasan global dan siap bersaing di kancah internasional dengan tetap membawa nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Melalui Pekan Demokrasi Santri 2026, Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo Ponorogo terus membuktikan bahwa dari bilik pesantren, siap lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang siap mewarnai dunia dengan karya nyata.
Tentang Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo Ponorogo Pondok Pesantren Darul Falah yang berlokasi di Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur, adalah lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen memadukan nilai-nilai luhur pesantren dengan tuntutan modernisasi. Menjadi pionir pesantren membahagiakan di era digital, Darul Falah fokus pada pengembangan karakter santri yang berakhlak mulia, menguasai teknologi, dan siap menjadi penggerak perubahan di tingkat global melalui visi Sholeh, Kreatif, dan Mendunia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































