Dalam upaya meningkatkan literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Fakultas Informatika Telkom University Purwokerto menyelenggarakan Pelatihan Literasi AI Berbasis Simulasi dan Prompt Engineering bagi Siswa SMAN 1 Sokaraja. Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Informatika untuk Masyarakat yang dilaksanakan bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Sokaraja.
Pelatihan dilaksanakan pada 4–6 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Sokaraja dan diikuti oleh 126 siswa kelas XI yang terbagi ke dalam empat sesi, yaitu kelas XI E (35 siswa), XI B (32 siswa), XI A1 (29 siswa), dan XI A2 (30 siswa). Masing-masing sesi berlangsung selama 90 menit dengan total durasi pembelajaran selama enam jam.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi Artificial Intelligence (AI) dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tidak hanya memperkenalkan berbagai aplikasi AI yang saat ini banyak digunakan, pelatihan juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai cara kerja AI, keterbatasannya, teknik menyusun prompt yang efektif, serta pentingnya penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran.
Untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, pelatihan diawali dengan ice breaking yang mengajak siswa berbagi pengalaman menggunakan berbagai layanan berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, TikTok, YouTube, dan Spotify. Selanjutnya peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar AI, proses kerja AI mulai dari data, preprocessing, training, pembentukan model hingga menghasilkan prediksi, serta pengenalan jenis-jenis AI seperti Narrow AI, Generative AI, dan General AI.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah simulasi “Kamu adalah AI”, di mana siswa berperan sebagai sistem AI yang harus mengklasifikasikan ekspresi wajah berdasarkan ciri-ciri tertentu. Melalui simulasi ini, siswa dapat memahami bahwa AI bekerja dengan mengenali pola dari data yang dipelajari dan tetap memiliki kemungkinan menghasilkan prediksi yang keliru apabila data yang digunakan kurang memadai.
Pelatihan juga mengajak siswa berdiskusi mengenai berbagai isu etika penggunaan AI, seperti bias algoritma, penyebaran hoaks dan deepfake, pelanggaran privasi, hingga pentingnya melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan oleh chatbot AI. Setelah itu, siswa mengikuti praktik Prompt Engineering melalui kegiatan Prompt Battle, yaitu kompetisi antarkelompok dalam menyusun prompt menggunakan format Persona – Expectation – Context – Steps – Output – Constraint untuk menghasilkan jawaban AI yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan pembelajaran.
Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta mengikuti kuis dan mengisi kuesioner umpan balik menggunakan skala Likert. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh respons yang sangat positif. Sebanyak 594 dari 630 jawaban (94,29%) berada pada kategori Setuju dan Sangat Setuju, 35 jawaban (5,56%) berada pada kategori Netral, serta hanya 1 jawaban (0,16%) yang menyatakan Tidak Setuju. Seluruh sesi memperoleh kategori Sangat Positif, menunjukkan bahwa materi, metode pembelajaran, serta praktik yang diberikan dinilai bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa Program Studi S1 Informatika Fakultas Informatika Telkom University yang terdiri atas Liya Khoriunnisa sebagai ketua pelaksana, serta Meutya Azzahra E., Lailatur Rahmah, Mutia Rani Zahra M., dan Fatik Nurimamah sebagai anggota. Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Muhammad Zidny Naf’an, S.Kom., M.Kom. selaku dosen pembimbing dan Aulia Desy Nur Utomo, S.Kom., M.Cs. selaku dosen pengampu Mata Kuliah Informatika untuk Masyarakat.
Antusiasme peserta juga tercermin dari berbagai tanggapan yang diberikan setelah kegiatan berlangsung. Salah satu peserta dari kelas XI A2, Dinda Aisyah Maheswari, menyampaikan kesannya terhadap pelatihan ini.
“Pembelajaran tentang AI-nya itu sangat menarik, informatif dan juga menambah wawasan tentang beberapa model serta program-program dan cara kerja AI.”
Testimoni tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis simulasi dan praktik secara langsung mampu membantu siswa memahami konsep AI dengan lebih mudah sekaligus meningkatkan ketertarikan mereka terhadap perkembangan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, tim pelaksana berharap siswa tidak hanya memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai alat untuk memperoleh jawaban secara instan, tetapi juga mampu menggunakan teknologi tersebut secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Pemahaman mengenai cara kerja AI, teknik menyusun prompt yang efektif, serta pentingnya etika dalam penggunaan AI diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ke depannya, tim pelaksana berharap kegiatan literasi AI seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan memanfaatkan AI secara bijak untuk mendukung proses belajar, meningkatkan kreativitas, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan era transformasi digital. Tingginya antusiasme peserta dan hasil evaluasi yang sangat positif menjadi motivasi bagi tim untuk terus menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 34 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)








































