Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, memiliki berbagai potensi lokal yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Potensi tersebut berasal dari komoditas pertanian seperti jeruk dan kentang serta limbah rumah tangga seperti minyak jelantah. Bahan-bahan tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai tambah.
Melihat potensi yang ada, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Bromo Bestari melaksanakan Pelatihan Pembuatan Produk Komoditas Lokal serta Edukasi tentang Gizi dan Kesehatan pada Sabtu, 18 Juli 2026, dalam rangka Pertemuan Rutin PKK Desa Gubugklakah. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK dan memperkenalkan tiga bentuk pemanfaatan limbah rumah tangga dan bahan lokal, yaitu minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, jeruk menjadi selai, dan kentang menjadi MPASI dalam produk kue lumpur.
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai pemanfaatan bahan lokal, pengelolaan limbah rumah tangga, serta pentingnya gizi dan kesehatan. Peserta kemudian diperkenalkan pada proses pengolahan melalui demonstrasi dan praktik. Cara ini diharapkan dapat membantu peserta memahami proses pembuatan dan menerapkannya kembali di rumah. Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi pembuangan minyak jelantah secara sembarangan sekaligus memperkenalkan konsep penggunaan kembali limbah rumah tangga. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pengolahan jeruk menjadi selai. Jeruk yang memiliki potensi sebagai komoditas lokal diolah menjadi produk dengan bentuk dan daya simpan yang berbeda sehingga dapat memberikan alternatif pemanfaatan serta peluang pengembangan produk olahan.

Pada praktik pengolahan jeruk, peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses pembuatan. Peserta terlihat antusias mengikuti tahapan pengolahan hingga proses pengemasan produk. Selai jeruk yang telah selesai dibuat kemudian dikemas menggunakan wadah sederhana dan diberi label sehingga memiliki tampilan yang lebih menarik. Pengemasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan produk tidak berhenti pada proses produksi, tetapi dapat dilanjutkan melalui peningkatan tampilan produk agar lebih siap untuk diperkenalkan kepada masyarakat maupun dikembangkan sebagai produk usaha.
Selain pengolahan jeruk dan minyak jelantah, kegiatan juga memperkenalkan pemanfaatan kentang sebagai bahan dasar MPASI yakni dalam pembuatan kue lumpur. Pengolahan kentang menjadi MPASI diarahkan untuk memberikan alternatif pemanfaatan pangan lokal dalam penyediaan makanan bagi anak. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh edukasi mengenai gizi dan kesehatan sehingga pengolahan bahan pangan tidak hanya mempertimbangkan rasa dan kemudahan pembuatan, tetapi juga aspek kebutuhan gizi.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama proses demonstrasi dan praktik pembuatan produk. Peserta mengikuti tahapan pengolahan secara langsung serta berdiskusi mengenai bahan, proses pembuatan, hingga kemungkinan pemanfaatan produk setelah kegiatan. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya memperoleh informasi secara satu arah, tetapi juga dapat menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan bahan pangan maupun pengelolaan limbah rumah tangga yang selama ini dilakukan.
Melalui kegiatan tersebut, KKN-PPM UGM Bromo Bestari berupaya mendorong masyarakat Desa Gubugklakah untuk melihat kembali potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diarahkan menjadi produk nonpangan, sedangkan komoditas lokal seperti jeruk dan kentang dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan manfaat yang lebih beragam. Pengolahan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal tidak selalu membutuhkan teknologi yang kompleks, tetapi dapat dimulai dari pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan sederhana yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.
Kegiatan pelatihan pembuatan produk komoditas lokal serta edukasi gizi dan kesehatan menjadi salah satu upaya KKN-PPM UGM Bromo Bestari dalam mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan di Desa Gubugklakah. Dengan demikian, potensi lokal Gubugklakah tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































