GAYO LUES, 23 JULI 2026 – Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. H. Nevi Rizal, M.Kes., M.H., mengajukan pengunduran diri dari jabatannya setelah aksi flexing anaknya viral di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat. Ia mengambil keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral karena masalah yang terjadi dinilai ikut memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Jika dikaitkan dengan Leadership; Seni dan Gaya Kepemimpinan, keputusan Nevi Rizal menunjukkan bahwa menjadi seorang pemimpin bukan hanya soal menjalankan tugas dan memegang jabatan, tetapi juga tentang keberanian untuk bertanggung jawab ketika menghadapi masalah yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan tempatnya bekerja.
Sorotan terhadap keluarga Nevi Rizal bermula dari unggahan anaknya, Dea Arranoya, yang viral di media sosial. Beberapa unggahannya dianggap memperlihatkan gaya hidup mewah atau flexing hingga akhirnya ramai dibicarakan masyarakat. Salah satu konten yang cukup mendapat perhatian adalah unggahan yang memperlihatkan deretan jerigen berisi BBM di akun media sosialnya. Di tengah masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan BBM, unggahan tersebut mendapat sorotan karena dianggap kurang menunjukkan kepekaan terhadap keadaan sekitar. Jika dilihat dari sisi humanisme, hal ini menunjukkan bahwa apa yang dibagikan di media sosial sebaiknya tidak hanya dilihat dari keinginan pribadi, tetapi juga perlu mempertimbangkan keadaan orang lain. Setiap orang memang memiliki kebebasan untuk membagikan kehidupannya, namun tetap penting untuk memahami bahwa kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tidak selalu sama. Setelah mendapat banyak kritik, Dea akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa dirinya kurang bijak dalam menggunakan media sosial dan memilih menghapus konten yang menjadi sorotan.
Di tengah ramainya persoalan tersebut, keputusan Nevi Rizal untuk mengundurkan diri menarik jika dilihat dari sisi kepemimpinan. Menurut Chaniago (2017), kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan posisi seorang pemimpin, tetapi juga bagaimana ia memengaruhi dan mengarahkan orang lain dalam mencapai tujuan. Walaupun tindakan flexing tersebut dilakukan oleh anaknya, Nevi Rizal menyadari bahwa posisinya sebagai pejabat publik membuat masalah ini ikut berdampak pada kepercayaan masyarakat. Karena itu, ia memilih untuk mengambil tanggung jawab dengan melepaskan jabatannya. Dalam surat pengunduran dirinya, Nevi Rizal juga menjelaskan bahwa masalah tersebut memang berasal dari keluarganya, tetapi sebagai pejabat publik ia tetap merasa punya tanggung jawab untuk menjaga etika, nama baik instansi, dan kepercayaan masyarakat. Dari sikap tersebut, bisa dilihat bahwa menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang bagaimana menjalankan tugas, tetapi juga bagaimana berani mengambil tanggung jawab saat menghadapi masalah yang ikut berdampak pada banyak orang.
Jika dilihat lebih jauh dari sisi humanisme, keputusan Nevi Rizal juga memperlihatkan adanya kesadaran bahwa jabatan publik berhubungan langsung dengan masyarakat. Seorang pejabat tidak hanya bekerja untuk menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga membawa kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Karena itu, ketika muncul persoalan yang dinilai dapat mengganggu kepercayaan tersebut, Nevi Rizal memilih untuk mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas daripada mempertahankan jabatannya. Nilai humanisme terlihat dari adanya tanggung jawab moral, kepedulian terhadap pandangan masyarakat, serta kesadaran bahwa keputusan pribadi dapat memberikan dampak kepada orang lain. Dalam hal ini, kepemimpinan dan humanisme saling berhubungan karena seorang pemimpin juga perlu memiliki empati dan memahami kondisi masyarakat sebelum mengambil sebuah keputusan.
Persoalan ini juga tetap mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Setelah menerima surat pengunduran diri Nevi Rizal, pemerintah daerah akan mempelajari dan memprosesnya sesuai aturan yang berlaku. Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, juga menyampaikan rencana pembentukan tim khusus untuk memeriksa persoalan tersebut lebih lanjut. Prosesnya akan dilakukan secara objektif dan terbuka, termasuk menyampaikan hasilnya kepada masyarakat. Keterbukaan ini penting karena masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui bagaimana pemerintah menangani persoalan yang melibatkan pejabat publik. Dengan begitu, penyelesaian masalah tidak hanya berfokus pada pejabat yang bersangkutan, tetapi juga memperhatikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Kasus Nevi Rizal menunjukkan bahwa leadership dan humanisme sebenarnya saling berkaitan. Seorang pemimpin tidak cukup hanya mampu menjalankan tugas atau memiliki jabatan, tetapi juga perlu mempunyai rasa tanggung jawab, empati, dan kepekaan terhadap masyarakat. Dari sisi Estetika Humanisme, nilai seseorang dapat terlihat dari bagaimana ia memperlakukan dan mempertimbangkan orang lain dalam setiap tindakan yang diambil. Keputusan Nevi Rizal untuk mundur dapat dilihat sebagai bentuk kesadaran bahwa kepercayaan masyarakat juga perlu dihargai. Sementara itu, kasus flexing yang menjadi awal persoalan ini mengingatkan bahwa kebebasan menunjukkan sesuatu di media sosial tetap perlu diikuti dengan kepekaan terhadap kondisi orang lain. Menjadi pemimpin yang baik bukan hanya tentang bagaimana memimpin orang lain, tetapi juga bagaimana menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap sikap dan keputusan.
Tentang Pemerintah Kabupaten Gayo Lues
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues merupakan pemerintah daerah yang bertugas menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Selain memberikan pelayanan, pemerintah daerah juga berperan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara terbuka, bertanggung jawab, dan mengikuti aturan yang berlaku.
Oleh: Andi Nahda Aulia Fasya, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Siber Asia
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































