Jakarta – Public Gold mencatat sejarah baru dalam perjalanan industri logam mulia melalui peresmian Public Gold Refinery Centre di Batu Kawan, Pulau Pinang, Malaysia.
Fasilitas dengan nilai investasi RM30 juta tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas pemurnian logam mulia di Malaysia sekaligus mendukung perkembangan ekosistem emas dari tingkat lokal hingga pasar internasional. Peresmian ini turut dihadiri Menteri Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia Steven Sim Chee Keong, Ketua Menteri Pulau Pinang Chow Kon Yeow, serta Founder dan Executive Chairman Public Gold Datuk Seri Louis Ng.
Steven Sim: Penang Berpotensi Menjadi Pusat Perdagangan Emas ASEAN
Dalam acara peresmian, Steven Sim menyampaikan pandangannya mengenai potensi Pulau Pinang untuk berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan emas di kawasan ASEAN.
Menurutnya, Pulau Pinang memiliki sejumlah modal penting, mulai dari sejarah industri emas yang telah berlangsung sekitar 200 tahun, basis manufaktur perhiasan yang kuat, hingga posisi geografis yang strategis. Ia juga menyebut ketidakpastian geopolitik global turut mendorong pencarian lokasi alternatif dalam perdagangan emas.
“Saya percaya tidak ada yang menghalangi Penang untuk menjadi ‘Dubai plus one’ atau ‘India plus one’.
Steven Sim juga menilai keberadaan industri manufaktur emas yang telah berkembang di Penang dapat menjadi fondasi untuk membangun ekosistem emas yang lebih komprehensif.
Ia menyebut Malaysia termasuk dalam jajaran 15 besar eksportir perhiasan emas dunia, sementara Penang berkontribusi sekitar 70% terhadap manufaktur dan produksi perhiasan emas Malaysia.
Investasi RM30 Juta Jadi Langkah Penguatan Ekosistem Emas
Peresmian Public Gold Refinery Centre menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem tersebut.
Steven Sim mengatakan investasi senilai RM30 juta pada fasilitas pemurnian ini merupakan langkah penting menuju pengembangan ekosistem emas yang lebih luas di Penang. Dalam visi jangka panjang yang disampaikannya, pengembangan tersebut dapat mencakup pusat perdagangan emas serta fasilitas penyimpanan emas dengan dukungan pemerintah negara bagian dan pemerintah federal.
Dengan demikian, fasilitas pemurnian tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur produksi, tetapi juga sebagai salah satu komponen dalam pengembangan industri logam mulia secara lebih menyeluruh.
Chow Kon Yeow: Sejarah Penting bagi Penang dan Malaysia
Ketua Menteri Pulau Pinang Chow Kon Yeow turut menyoroti arti penting fasilitas tersebut bagi perkembangan industri logam mulia.
Dalam pidatonya, Chow menyebut peresmian kilang tersebut sebagai tonggak penting bukan hanya bagi Public Gold, tetapi juga bagi Penang dan perkembangan industri logam mulia Malaysia.
“Fasilitas ini merupakan langkah penting dalam ambisi kami menarik investasi bernilai tinggi.”
Menurut Chow, investasi tersebut sejalan dengan fokus Penang untuk menarik investasi bernilai tinggi, mengembangkan tenaga kerja terampil, serta memperkuat ekosistem manufaktur dan industri yang telah berkembang di wilayah tersebut.
Dibangun di Kawasan Batu Kawan Industrial Park
Public Gold Refinery Centre berlokasi di kawasan Batu Kawan Industrial Park dengan luas lahan sekitar 0,46 hektare atau 1,14 acre.
Fasilitas tersebut memiliki luas bangunan sekitar 43.472 kaki persegi dan dirancang untuk memurnikan hingga 10 ton logam mulia per tahun.
Kapasitas tersebut masih dapat dikembangkan hingga mencapai 20 ton per tahun apabila kebutuhan pasar meningkat. Fasilitas ini juga dirancang untuk memproses logam mulia yang berasal dari sumber primer maupun sekunder.
Membuka Peluang untuk Pasar Lokal dan Internasional
Dengan kapasitas tersebut, Public Gold Refinery Centre diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemurnian logam mulia di Malaysia sekaligus melayani kebutuhan pelanggan di pasar lokal maupun internasional.
Bagi Public Gold, pembangunan fasilitas pemurnian ini melengkapi ekosistem bisnis logam mulia yang telah dikembangkan perusahaan, termasuk aktivitas perdagangan emas dan pengembangan berbagai layanan terkait logam mulia. Situs resmi Public Gold juga mencantumkan aktivitas perusahaan yang mencakup perdagangan, penambangan, dan pemurnian logam mulia.
Dari Batu Kawan Menuju Ekosistem Emas Regional
Peresmian Public Gold Refinery Centre menandai babak baru dalam perkembangan industri emas Public Gold.
Di sisi pemerintah daerah, fasilitas ini dipandang sebagai bagian dari peluang untuk memperkuat posisi Penang dalam industri emas dan menarik investasi bernilai tinggi. Sementara bagi Public Gold, fasilitas pemurnian tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur industri logam mulia.
Dengan kapasitas awal 10 ton per tahun dan peluang ekspansi hingga 20 ton, Public Gold Refinery Centre menjadi salah satu fasilitas yang kini berada dalam ekosistem industri emas Malaysia.
Langkah berikutnya adalah bagaimana fasilitas tersebut dapat berkembang bersama industri emas dan perhiasan yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi Penang.
Dari Batu Kawan, sebuah babak baru industri emas Malaysia resmi dimulai.
Tag
#PublicGold #PublicGoldIndonesia #Refinery #IndustriEmas #LogamMulia #ASEAN
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































