Alumni Organisasi Ikatan Senat Mahasiswa/BEM yang tergabung dalam Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI) Mengecam keras pihak tertentu yang menyeret nama Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco dalam polemik kasus Ijasah Jokowi, salah satunya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, menyoroti adanya peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di balik polemik tersebut, Pernyataan itu disampaikan Norman Hadinegoro Dalam unggahan di media sosial tersebut, Norman menulis, “Dasco bermain di balik kasus Roy Suryo. Hati-hati Dasco, kamu ketahuan.”.
Ketua Umum Pengurus Pusat PENA ISMSI, Fuad B menyayangkan tudingan tersebut dan menganggap ini bagian dari upaya untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap Sufmi Dasco yang dianggap selama ini banyak berkontribusi menyelesaikan permasalahan bangsa ketimbang mengurusi persoalan kasus ijasah yang nyata nyatanya merupakan persoalan kepentingan politik personal kelompok tertentu.
“Sejauh ini yang saya lihat, Pak Prof Dasco tidak mengurusi mengenai masalah ijasah tersebut, beliau lebih sibuk dalam mengurusi kepentingan masyarakat, karena beliau tahu persis masalah kasus ijasah merupakan masalah personal antara mantan Presiden dengan kelompok tertentu, bukan merupakan permasalahan masyarakat banyak sehingga kalau ada tudingan soal adanya cawe cawe dari beliau soal itu maka saya bisa pastikan itu hoaks” ujar Ketua Umum PENA ISMSI, Fuad B di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya Dasco selama ini sangat disibukan dengan peran besar berkaitan dengan kepentingan bangsa, selain ikut turun tangan mengatasi permasalahan di masyarakat, Dasco juga menjaga ritmei komunikasi dengan semua komponen bangsa untuk tetap Mensuport Kebijakan Pemerintah
“Selama ini justru Prof Dasco mengambil peran besar untuk mengatasi berbagai permasalahan masyarakat, tentunya sangat aneh jika beliau dikaitkan dengan polemik kasus ijasah Jokowi yang hanya merupakan masalah personal antar kelompok tertentu” katanya
Olehnya itu, PENA ISMSI menegaskan akan tetap berada di garda terdepan untuk pasang badan dan membekup Sufmi Dasco karena dianggap selama ini sudah sangat berkontribusi bagi bangsa, PENA ISMSI juga mengingatkan publik untuk lebih cerdas memverifikasi segala informasi yang berkembang.
“Jangan sampai ada oknum tertentu yang mau membenturkan antar Tokoh bangsa kita, olehnya itu harus lebih cerdas dalam menyikapi dan memverifikasi setiap informasi diruang digital” tutupnya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































