Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) semester 4 melaksanakan kuliah tamu dan kunjungan lapangan dalam mata kuliah Kewarganegaraan Ekologis pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini diawali dengan kuliah tamu di Laboratorium PPKn dan dilanjutkan dengan observasi langsung ke TPA Mrican.
Kuliah tamu menghadirkan Abri Susilo selaku Kepala UPT TPA Mrican sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Abri menjelaskan berbagai aspek pengelolaan sampah, mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan di TPA Mrican.
Salah satu materi yang paling membekas bagi mahasiswa adalah slogan “Sampahmu, Tanggung Jawabmu”. Pesan tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengelola TPA, melainkan tanggung jawab setiap individu sebagai penghasil sampah. Mahasiswa diajak untuk lebih sadar dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, mulai dari membiasakan memilah sampah hingga menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi kuliah tamu, mahasiswa melakukan observasi langsung di TPA Mrican untuk melihat praktik pengelolaan sampah di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyaksikan setiap truk sampah yang datang terlebih dahulu ditangani oleh petugas untuk dilakukan pemilahan berdasarkan jenis sampah. Selain itu, tumpukan sampah secara berkala ditimbun menggunakan lapisan tanah guna mengurangi bau tidak sedap serta menjaga kondisi lingkungan di sekitar TPA.
Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai pengelolaan lumpur tinja yang dilakukan di kawasan TPA. Hasil pengolahan lumpur tinja dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman yang berada di sekitar area pengolahan dan hingga saat ini belum diperjualbelikan. Penggunaannya pun tidak dianjurkan untuk tanaman konsumsi, seperti buah dan sayuran, karena masih berpotensi mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
TPA Mrican sendiri telah beroperasi sejak tahun 1995. Pada awalnya, kawasan tersebut berupa cekungan, namun seiring meningkatnya volume sampah, kondisinya kini berubah menyerupai gunungan sampah. Saat ini, TPA Mrican memiliki luas sekitar 2,5 hektare dan terus berupaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga menargetkan pada tahun 2029 jumlah residu sampah yang berakhir di TPA maksimal hanya 10 persen dari total timbulan sampah. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui optimalisasi pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sampah sejak dari sumbernya.
Melalui kegiatan kuliah tamu dan observasi lapangan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami secara langsung kompleksitas persoalan sampah di daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis serta memperkuat peran mahasiswa sebagai warga negara yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Maulana Bintang Pratama P. S., Aferda Cantika Sari, Azzahra Putri Pramesti, Syahra Maulida Fauziah Rohma, Farhan Reza Cordova, Eggi Malvin Refaat. Seluruh penulis merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































