JAKARTA — Pandemi COVID-19 tidak hanya berefek pada sektor kesehatan, namun juga mengguncang perekonomian banyak keluarga di Indonesia. Walaupun sudah lebih dari 6 tahun yang lalu, kenangan itu akan selalu membekas pada semua orang. Salah satunya dirasakan oleh seseorang ibu rumah tangga yaitu ibu Yati (46) yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Membuatnya mengharuskan merubah jalur hidup keluarganya setelah sang suami menghadapi pemutusan ikatan kerja (PHK) pada tahun 2020. Kehilangan sumber pemasukan dan penghasilan membuat kebutuhan sehari-hari menjadi sulit terpenuhi. Keadaan tersebut mendorongnya untuk mencari cara supaya keluarganya tetap bisa bertahan. Berbekal tekad serta dukungan keluarga, ia mengawali usaha kecil yang saat ini menjadikan sumber penghasilan utama keluarganya.
Ketika masa awal pandemi, Yati (46) berupaya membuat dan menjual makaroni goreng dalam jumlah kecil yang dititipkan di warung milik saudaranya. Tetapi hasil penjualan dari makaroni goreng saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingga ia terus mencari cara dari usaha lain. Titik cerah tiba ketika ibunya atau sang nenek memberikan sedikit modal untuk berjualan buah pepaya dan pisang di depan rumah milik keluarga yang terletak dipinggir jalan. Posisi tersebut dinilai lumayan strategis sehingga tidak perlu menyewa kios. “Pas saat itu yang terpenting buat saya bagaimana keluarga saya tetap bisa makan saja, lalu kebutuhan anak-anak bisa terpenuhi kembali,” tuturnya ketika diwawancarai.
Seiring dengan berjalannya waktu, usaha tersebut mulai tumbuh dan berkembang. Tidak cuma menjual buah pepaya serta pisang saja, Yati (46) kemudian menambah dagangan buah lain berupa buah nanas dan semangka setelah mendapatkan tawaran kerja sama langsung dari pemasok buah. Beberapa pelaku usaha kecil pun mulai menitipkan produk semacam keripik pisang, keripik singkong, rengginang, serta santapan ringan lain untuk dijual di tempatnya. Bertambahnya variasi produk inilah yang membuat jumlah pembeli terus menjadi bertambah dan meningkat dari hari ke hari. Pendapatan yang sebelumnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, perlahan meningkat dan memberikan perubahan yang cukup signifikan untuk kondisi ekonomi keluarga Yati (46).
Hasil dari usaha tersebut memberikan dampak positif untuk kehidupan keluarganya. Penghasilan yang kian membaik dan menjadi stabil membuat kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi dengan lebih baik. Tidak hanya itu, usaha tersebut juga membantu membiayai pendidikan anak sulungnya sampai sukses menuntaskan kuliah serta mendapatkan gelar sarjana. Tidak lama setelah itu sang suami pun kembali memperoleh pekerjaan sehingga keadaan keuangan keluarga berangsur pulih. Baginya keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan sang orang tua, kerabat dan kerja keras segala anggota keluarga yang saling membantu dan menguatkan sepanjang masa-masa sulit.
Kisah perjuangan ini menunjukan kalau semangat untuk bangkit bisa membuka jalan keluar di tengah keterbatasan. Pandemi memanglah memberikan banyak tantangan untuk masyarakat. Tetapi banyak cerita tentang ketangguhan serta kreativitas dalam mencari nafkah. Usaha kecil yang berawal dari berjualan buah di depan rumah meyakinkan kalau kesempatan bisa tiba dari hal-hal sederhana apabila dijalankan dengan tekun serta konsisten. Pengalaman keluarga ini diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk masyarakat supaya tidak mudah menyerah dikala mengalami kesulitan ekonomi. Dengan dukungan keluarga, kerja keras, serta keinginan untuk terus berusaha, keadaan yang semula terasa mustahil perlahan dapat berubah menjadi harapan baru.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































