Bahas Cara Mewariskan Cinta kepada Generasi Alpha
BEKASI, 14 Juli 2026 – Sekolah Alam Bekasi (SASI) menggelar seminar parenting yang diikuti lebih dari 300 wali murid pada 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Imas Maslahul Islahiah, M.Pd, pakar parenting dan fun teaching dari PRIMAGO Consulting, sebagai narasumber.
Mengangkat tema “Mewariskan Cinta Bagi Generasi Alpha, Memutus Luka Pengasuhan Melalui Healing Emosi Orang Tua”, seminar ini mengajak para ayah dan bunda untuk melihat pengasuhan dari sudut pandang yang lebih mendalam.
Peserta tidak hanya diajak memahami karakter Generasi Alpha, tetapi juga diajak menyadari bahwa kualitas hubungan orang tua dan anak sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional orang tua.
Lebih dari 300 Wali Murid Hadir
Seminar parenting Sekolah Alam Bekasi berlangsung dengan antusias. Lebih dari 300 wali murid yang terdiri dari ayah dan bunda mengikuti kegiatan tersebut.
Materi disampaikan secara komunikatif dengan mengangkat berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan keluarga. Peserta diajak melihat kembali bagaimana emosi, pengalaman masa lalu, serta pola komunikasi orang tua dapat memengaruhi proses pengasuhan anak.
Dalam pengasuhan sehari-hari, orang tua sering kali berfokus pada bagaimana memperbaiki perilaku anak. Padahal, perubahan positif dalam keluarga juga dapat dimulai dari kemampuan orang tua dalam memahami dan mengelola emosinya sendiri.
Orang tua bukan hanya berperan sebagai pendidik bagi anak, tetapi juga menjadi contoh utama dalam cara berkomunikasi, menghadapi konflik, mengendalikan emosi, dan menunjukkan kasih sayang.
Tetap Mengisi Seminar dalam Masa Pemulihan
Seminar parenting tersebut menjadi semakin berkesan karena narasumber masih berada dalam masa pemulihan setelah sakit selama hampir 11 hari.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk berbagi ilmu dengan para wali murid. Materi parenting tetap disampaikan dengan penuh antusias dan dikemas secara interaktif sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Antusiasme peserta terlihat dari perhatian dan keterlibatan mereka sepanjang seminar. Materi tentang luka pengasuhan dan healing emosi ternyata memiliki keterkaitan yang kuat dengan pengalaman banyak orang tua.

Sesi Healing Massal dengan Islamic Butterfly Hug
Salah satu bagian yang paling menyentuh dalam kegiatan tersebut adalah sesi healing emosi secara massal menggunakan metode Islamic Butterfly Hug.
Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak mengikuti praktik secara langsung. Sesi tersebut menjadi ruang bagi para wali murid untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melakukan refleksi, serta mengenali berbagai emosi yang selama ini mungkin terpendam.
Suasana seminar menjadi semakin emosional. Tidak sedikit peserta yang bercucuran air mata ketika mengikuti sesi healing tersebut.
Momen ini menjadi salah satu pengalaman berkesan bagi para peserta karena mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang parenting, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri sebagai orang tua.
Islamic Butterfly Hug dan Healing Emosi Orang Tua
Islamic Butterfly Hug merupakan metode self-healing yang menjadi objek penelitian tesis S2 Imas Maslahul Islahiah, M.Pd.
Metode tersebut mengembangkan teknik Butterfly Hug dengan memadukan unsur psikologis dan nilai-nilai Islam. Dalam penerapannya, pendekatan ini melibatkan unsur seperti niat, dzikir, afirmasi positif, dan tawakal sebagai bagian dari proses pengelolaan emosi.
Penggunaan metode Islamic Butterfly Hug dalam seminar parenting Sekolah Alam Bekasi memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pentingnya melakukan regulasi emosi.
Bagi orang tua, kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan pola pengasuhan yang sehat. Ketika orang tua mampu merespons situasi dengan lebih tenang, komunikasi dengan anak pun berpotensi menjadi lebih positif.
Memutus Luka Pengasuhan dari Generasi ke Generasi
Tema “Memutus Luka Pengasuhan” menjadi bagian penting dalam seminar tersebut.
Setiap orang tua memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Sebagian pengalaman tersebut mungkin membentuk cara seseorang dalam mendidik anak. Tanpa disadari, pola komunikasi atau perlakuan yang pernah diterima saat kecil dapat kembali diterapkan kepada anak.
Karena itu, orang tua perlu memiliki kesadaran untuk mengenali pola tersebut dan menentukan pola pengasuhan seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.
Memutus luka pengasuhan bukan berarti menyalahkan orang tua dari generasi sebelumnya. Sebaliknya, hal tersebut merupakan proses untuk memahami pengalaman masa lalu, menerima berbagai emosi yang muncul, kemudian memilih cara pengasuhan yang lebih sehat.
Dengan demikian, orang tua dapat memberikan warisan emosional yang berbeda kepada anak.
Mewariskan Cinta kepada Generasi Alpha
Generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, media digital, dan perubahan pola interaksi membuat orang tua perlu terus belajar memahami dunia anak.
Namun, di tengah perubahan tersebut, satu hal tetap penting, yaitu kebutuhan anak terhadap kasih sayang dan hubungan emosional yang aman bersama orang tua.
Warisan terbaik orang tua bukan hanya berupa pendidikan, fasilitas, atau materi. Anak juga akan membawa pengalaman tentang bagaimana dirinya diperlakukan di rumah.
Cara orang tua berbicara, mendengarkan, memberikan apresiasi, menghadapi kesalahan, dan menyelesaikan masalah dapat membentuk pengalaman emosional anak.
Karena itu, mewariskan cinta kepada Generasi Alpha dapat dimulai dari kemampuan orang tua untuk menghadirkan hubungan yang penuh kasih, aman, dan sehat secara emosional.
Imas Maslahul Islahiah, M.Pd, Pakar Parenting dan Fun Teaching
Imas Maslahul Islahiah, M.Pd merupakan pakar parenting dan fun teaching dari PRIMAGO Consulting, konsultan pendidikan sekolah Islam di Indonesia.
Dalam berbagai kegiatan pendidikan, Imas aktif berbagi wawasan mengenai parenting, pendidikan anak, pengelolaan emosi orang tua, serta metode pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif.
Pendekatan yang digunakan dalam seminar parenting juga tidak hanya berorientasi pada penyampaian teori. Peserta diajak melakukan refleksi dan mengikuti praktik sehingga materi dapat dirasakan secara langsung.
Kehadiran Imas dalam seminar parenting Sekolah Alam Bekasi menjadi salah satu upaya untuk memberikan perspektif baru kepada para wali murid mengenai pentingnya kesiapan emosional dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
Seminar Parenting Ditutup dengan Penyerahan Sertifikat
Rangkaian seminar parenting Sekolah Alam Bekasi kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat dari pihak sekolah kepada Imas Maslahul Islahiah, M.Pd sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut memberikan pesan bahwa menjadi orang tua merupakan proses belajar yang terus berlangsung.
Tidak ada orang tua yang sempurna. Namun, setiap orang tua memiliki kesempatan untuk terus belajar, memperbaiki cara berkomunikasi, memahami emosi, serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan anak.
Seminar parenting ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan dalam keluarga tidak selalu harus dimulai dari anak.
Sering kali, perubahan justru dimulai ketika orang tua berani melihat ke dalam dirinya sendiri.
Ketika orang tua mampu mengenali emosinya, berdamai dengan pengalaman masa lalu, dan belajar merespons anak dengan lebih sadar, maka peluang untuk menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan penuh cinta akan semakin besar.
Pada akhirnya, generasi yang mendapatkan cinta bukan hanya lahir dari orang tua yang mengetahui banyak teori parenting, tetapi dari orang tua yang mau terus belajar menyembuhkan dirinya dan hadir secara utuh untuk anak.
Ingin Mengundang Imas Maslahul Islahiah, M.Pd?
Sekolah, pesantren, lembaga pendidikan, komunitas, maupun organisasi yang ingin menghadirkan seminar parenting, healing emosi orang tua, fun teaching, atau pelatihan pendidikan bersama Imas Maslahul Islahiah, M.Pd dapat menghubungi:
WhatsApp: 0896-xxxx-xxxx
Hadirkankan seminar parenting yang inspiratif, edukatif, dan menyentuh untuk membantu orang tua dan pendidik membangun generasi yang lebih sehat secara emosional.

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































