BATANG, AGUSTUS 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Penangkan, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan desa. Harits Setiono, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Manajemen, turut berkontribusi melalui program pengembangan UMKM, kegiatan edukasi lingkungan, serta pengenalan literasi keuangan kepada anak-anak.
Rangkaian kegiatan tersebut berangkat dari potensi sekaligus permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan KKN di Desa Penangkan. Desa ini memiliki sejumlah UMKM berbasis rumah tangga, khususnya pada sektor kuliner. Namun, informasi mengenai jenis usaha, produk unggulan, dan lokasi UMKM belum seluruhnya terdokumentasi dan terpetakan dengan baik. Di sisi lain, pemanfaatan pemasaran digital dan metode pembayaran non-tunai juga masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Melalui program multidisiplin bertema BERDAYA (Bersama Membangun Desa Berbasis Data, Edukasi, dan Karya Nyata), Harits melaksanakan program Pendataan dan Pengembangan UMKM Desa Penangkan. Kegiatan dilakukan dengan mengidentifikasi jenis usaha serta produk unggulan, mendata dan memetakan lokasi UMKM melalui Google Maps, menyusun buku saku pemasaran, hingga memberikan sosialisasi mengenai penggunaan QRIS.
Pendataan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan daftar pelaku usaha, tetapi juga membantu memperjelas keberadaan dan persebaran UMKM di Desa Penangkan. Buku saku pemasaran turut disusun sebagai media sederhana yang dapat digunakan pelaku usaha untuk memahami pengembangan pemasaran produknya. Sementara itu, pengenalan QRIS menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kegiatan transaksi dan pengembangan usaha.

Pelaksanaan program sempat menghadapi kendala karena beberapa pelaku UMKM sulit ditemui di tengah kesibukan menjalankan usahanya. Meski demikian, pendataan dan pemetaan dapat dilaksanakan sehingga UMKM yang menjadi sasaran program memperoleh buku saku pemasaran dan sosialisasi penggunaan QRIS. Ke depan, pelaku UMKM diharapkan dapat terus mengembangkan pemasaran melalui media digital serta memanfaatkan pembayaran non-tunai sesuai dengan kebutuhan usahanya.
Kontribusi dari bidang manajemen juga diterapkan pada program multidisiplin kedua, ECO-PENANGKAN: Edukasi, Contextual-learning, dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Desa Penangkan. Program ini hadir di tengah masih ditemukannya kebiasaan pengelolaan sampah rumah tangga yang kurang optimal, termasuk pembakaran sampah yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan.
Dalam pelaksanaan sosialisasi ECO-PENANGKAN, Harits bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) sekaligus menyiapkan teks MC, susunan acara, dan cue card sebagai panduan selama kegiatan. Dari perspektif manajemen, penyusunan alur kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga koordinasi dan pengelolaan waktu sehingga materi mengenai pengelolaan sampah dapat disampaikan secara tertib kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan panduan acara dapat digunakan sesuai dengan susunan kegiatan yang telah dipersiapkan.
Tidak hanya menyasar masyarakat dan pelaku usaha, pemberdayaan juga dilakukan kepada generasi muda Desa Penangkan melalui program sosial kemasyarakatan Fun Day. Dalam kegiatan tersebut, Saya menjadi pemateri pada sesi “Bos Cilik”, yang mengajak siswa mengenal nilai uang serta memahami pentingnya belajar mengelola uang sejak dini.

Materi dikemas sebagai pembelajaran sederhana agar konsep keuangan dapat lebih mudah dikenalkan kepada anak-anak. Pengenalan mengenai nilai uang dan cara mengelolanya sejak usia sekolah diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan finansial yang lebih baik. Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada fungsi uang, tetapi juga diajak memahami bahwa uang perlu digunakan dan dikelola secara bijak.
Ketiga kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan desa dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi. Pendataan UMKM dan pengenalan pemasaran digital mendukung penguatan potensi ekonomi desa, keterlibatan dalam ECO-PENANGKAN mendukung terselenggaranya edukasi lingkungan kepada masyarakat, sedangkan Fun Day: Bos Cilik membawa edukasi manajemen keuangan kepada generasi muda.
Melalui rangkaian program KKN tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya meninggalkan luaran berupa peta lokasi UMKM, buku saku pemasaran, materi dan perangkat pendukung kegiatan, tetapi juga pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pelaku UMKM, masyarakat, dan anak-anak menjadi bagian penting dalam mendorong Desa Penangkan agar semakin berdaya dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun kualitas sumber daya manusianya.
Penulis: Harits Setiono, KKN Tim II Universitas Diponegoro TA
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































