BATANG, JAWA TENGAH – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Reguler Tim II 2026 mengoptimalkan operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Batarakuwera di Desa Kemligi, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, melalui pendampingan dan pemberian rekomendasi tata kelola serta digitalisasi selama 4–10 Agustus 2026. Program Multidisiplin 2 ini diinisiasi karena potensi usaha BUMDes, khususnya peternakan bebek, dinilai belum optimal dan perlu diperkuat untuk mendukung keberlanjutan usaha. Pemasangan banner identitas dan penyerahan berbagai output program dilakukan pada 10 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan BUMDes secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
BUMDes Batarakuwera merupakan salah satu unit usaha Desa Kemligi yang telah berjalan dan memiliki potensi pengembangan yang cukup besar. Usaha peternakan bebek yang dijalankan telah memiliki pasar dan permintaan yang baik. Bahkan, permintaan terhadap telur bebek saat ini telah melebihi jumlah produk yang mampu disediakan. Selain itu, BUMDes juga telah memiliki peluang kerja sama dengan mitra yang siap menyerap hasil produksi telur bebek. Permintaan terhadap produk olahan telur asin juga menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN Undip memandang bahwa pengembangan BUMDes tidak hanya perlu dilakukan dari sisi peningkatan produksi, tetapi juga melalui optimalisasi sistem pendukung operasional. Oleh karena itu, Program Multidisiplin 2 yang mengusung tema “Optimalisasi Operasional BUMDes Batarakuwera melalui Digitalisasi dan Penguatan Tata Kelola Peternakan” dirancang untuk memberikan solusi yang dapat mendukung pengelolaan BUMDes secara lebih efektif, informatif, dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Tim KKN Undip menghadirkan beberapa output yang disesuaikan dengan kebutuhan BUMDes Batarakuwera.

Pertama, pembuatan template otomatis pembukuan keuangan sederhana berbasis spreadsheet. Template ini dirancang untuk membantu pengelola BUMDes dalam mencatat transaksi keuangan secara lebih sistematis dan mempermudah proses pengolahan data keuangan. Sistem berbasis spreadsheet juga dilengkapi dengan pengolahan data secara otomatis sehingga dapat membantu menghasilkan informasi keuangan yang lebih mudah dipahami dan digunakan sebagai dasar evaluasi usaha.
Kedua, pembuatan banner identitas BUMDes yang dipasang di area kandang peternakan. Banner tersebut berfungsi sebagai identitas visual usaha sekaligus memberikan informasi mengenai keberadaan BUMDes Batarakuwera kepada masyarakat maupun pihak luar yang berkunjung ke lokasi peternakan. Pemasangan identitas usaha diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan memperkuat citra BUMDes sebagai unit usaha desa yang aktif dan memiliki potensi untuk berkembang.
Ketiga, pembuatan prototype kandang dengan konsep yang lebih efektif dalam proses pembersihan kotoran ternak. Prototype ini menjadi salah satu bentuk rekomendasi teknis untuk membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan kandang. Desain tersebut memperhatikan kemudahan dalam proses pembersihan sehingga pengelolaan kebersihan kandang dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Keempat, pembuatan booklet mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sanitasi, dan higienitas. Booklet tersebut berisi informasi praktis yang dapat menjadi panduan bagi pengelola dan pekerja dalam menjaga keselamatan kerja serta kebersihan lingkungan peternakan. Aspek sanitasi dan higienitas juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan peternakan dan produk telur yang dihasilkan.
Kelima, pendaftaran lokasi BUMDes Batarakuwera pada Google Maps serta pemetaan potensi mitra. Digitalisasi lokasi usaha dilakukan untuk meningkatkan kemudahan akses informasi bagi masyarakat dan calon mitra. Sementara itu, pemetaan potensi mitra dilakukan untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat mendukung perluasan pasar dan pengembangan usaha BUMDes di masa mendatang.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa optimalisasi BUMDes tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga mencakup aspek administrasi keuangan, identitas usaha, efisiensi operasional, keselamatan dan kebersihan kerja, hingga pengembangan jaringan pasar dan kemitraan.
Quotes Pengurus BUMDes. Dimas selaku Sekretaris BUMDes “Kami berterima kasih kepada teman-teman KKN Undip karena sudah membantu melihat hal-hal yang sebelumnya mungkin belum terpikirkan oleh kami. Adanya pembukuan yang lebih praktis, banner, prototype kandang, booklet K3 dan sanitasi, sampai pemetaan mitra sangat membantu untuk pengembangan BUMDes. Harapannya, setelah KKN selesai kami bisa melanjutkan dan memanfaatkan semua hasil ini agar usaha telur bebek dan telur asin kami semakin berkembang dan bisa memenuhi permintaan pasar yang ada.”
Melalui Program Multidisiplin 2 ini, Tim KKN Undip Reguler Tim II 2026 berharap berbagai output yang telah dihasilkan dapat menjadi pendukung bagi BUMDes Batarakuwera dalam mengembangkan unit usaha peternakan bebek secara lebih terstruktur. Dengan adanya sistem pembukuan yang lebih tertata, identitas usaha yang lebih jelas, rekomendasi desain kandang, panduan K3 dan sanitasi, serta pemanfaatan platform digital dan pemetaan mitra, BUMDes Batarakuwera diharapkan semakin siap dalam memenuhi permintaan pasar dan mengembangkan potensi usaha yang telah dimiliki.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi desa melalui pendekatan multidisiplin, dengan mengintegrasikan aspek manajemen, digitalisasi, teknis peternakan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengembangan kemitraan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































