Magetan, 23 Juli 2026 – Upaya meningkatkan kualitas layanan konseling sebaya terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya diwujudkan oleh mahasiswa Nazzil Abror dari Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunodjoyo Madura yang berhasil menyusun Modul Tahapan Konseling sebagai media pembelajaran dan panduan praktis bagi calon konselor sebaya.
Modul ini disusun untuk membantu mahasiswa, remaja, maupun fasilitator dalam memahami setiap tahapan konseling secara sistematis, mulai dari membangun hubungan awal (attending), mengeksplorasi permasalahan, memberikan intervensi yang tepat, hingga menyusun rencana tindak lanjut dan mengakhiri proses konseling secara professional serta cara menenangkan klien. Penyusunan modul dilakukan dengan mengacu pada literatur dan praktik konseling yang relevan sehingga materi yang disajikan mudah dipahami sekaligus dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pelatihan konselor sebaya.
Selain memuat penjelasan teoritis, modul ini juga dilengkapi dengan ilustrasi, contoh perilaku konselor, teknik komunikasi, serta materi pendukung seperti teknik menenangkan klien yang mengalami kecemasan, ketakutan, maupun menangis saat proses konseling. Kehadiran modul diharapkan mampu menjadi referensi pembelajaran yang lebih menarik, praktis, dan aplikatif.
Penulis, Nazzil Abror, menjelaskan bahwa penyusunan modul berangkat dari kebutuhan akan bahan ajar yang mudah dipahami oleh calon konselor sebaya.
“Saya berharap Modul Tahapan Konseling ini dapat menjadi panduan praktis bagi mahasiswa, remaja, maupun siapa saja yang sedang belajar menjadi konselor sebaya. Konseling bukan hanya tentang memberikan solusi, tetapi tentang mendengarkan dengan empati, memahami kondisi klien, dan mendampingi mereka menemukan jalan keluarnya sendiri. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan kualitas layanan konseling, khususnya di lingkungan pendidikan dan masyarakat.”
Dengan hadirnya Modul Tahapan Konseling, diharapkan semakin banyak calon konselor sebaya yang memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam memberikan pendampingan psikologis kepada teman sebaya maupun masyarakat. Inovasi ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan layanan kesehatan mental melalui edukasi yang mudah diakses dan diterapkan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































