Menuju Produk Ikan Asap Berdaya Saing. Tim Pengabdian UPNVJT Petakan
Kebutuhan Teknologi dan Persiapan Standar Halal KUBE Mandiri Bersatu di
Pasuruan
Produk pangan olahan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan
sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Namun, ditengah meningkatnya
tuntutan konsumen terhadap kualitas, keamanan pangan, dan jaminan halal, pelaku usaha
dituntut untuk tidak hanya mampu menghasilkan produk yang baik tetapi juga menerapkan
proses produksi yang memenuhi standar. Oleh karena itu, penguatan teknologi produksi dan
kesiapan pemenuhan standar halal menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing
produk pangan lokal.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan potensi usaha di daerah
Pasuruan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kelompok
Usaha Bersama (KUBE) Mandiri Bersatu di Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo,
Kota Pasuruan pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini merupakan tahap awal dari program
pengabdian yang bertujuan memetakan kondisi eksisting usaha sebagai dasar penyusunan
intervensi teknologi, peningkatan kualitas produksi, dan pendampingan menuju penerapan
standar pangan halal.
Kegiatan ini juga akan difokuskan pada identifikasi kebutuhan teknologi pengasapan
ikan yang sesuai dengan karakteristik usaha mitra. Untuk menggali informasi mengenai
kondisi alat pengasapan yang saat ini digunakan dilakukan diskusi secara partisipatif untuk
mengetahui kapasitas produksi, alur pengolahan ikan asap, serta berbagai kendala yang
dihadapi selama proses produksi. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam
merancang teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi produksi.
Selain aspek teknologi, observasi juga dilakukan untuk memahami proses produksi
dan memperoleh gambaran mengenai praktik kebersihan serta sanitasi yang telah diterapkan.Identifikasi dilakukan terhadap penanganan bahan baku, penggunaan peralatan produksi,
kondisi tempat pengolahan, proses penyimpanan, hingga alur kerja selama kegiatan produksi
berlangsung. Pemetaan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang dapat
mendukung peningkatan mutu produk secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga berfokus pada aspek lain yang menjadi fokus dalam kegiatan yaitu
pengumpulan data terkait kesiapan penerapan standar halal. Tim melakukan identifikasi
terhadap penggunaan bahan baku dan bahan tambahan serta ketersediaan dokumen
pendukung yang berkaitan dengan proses pengolahan ikan asap. Data tersebut menjadi bagian
dari pemetaan awal untuk mengetahui tingkat kesiapan kelompok usaha. Melalui hasil FGD
dan observasi lapangan menjadi dasar dalam penyusunan langkah dan pendampingan secara
berkelanjutan. Mulai dari penyempurnaan desain alat pengasapan, penyusunan standar
operasional prosedur (SOP) produksi dan sanitasi, hingga persiapan pemenuhan persyaratan
sertifikasi halal secara bertahap sesuai dengan kondisi riil usaha. Dalam penjelasannya, Bu
Musyaroh selaku Dosen Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur menyampaikan bahwa,
“Pemenuhan standar halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi produk, tetapi dimulai dari
penerapan proses produksi yang higienis, penggunaan bahan baku yang jelas asal-usulnya,
serta dokumentasi yang tertata dengan baik.” Beliau menekankan bahwa pendampingan
dilakukan secara bertahap agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai dengan kapasitas
dan kondisi riil KUBE Mandiri Bersatu.
Kegiatan ini juga menghasilkan data baseline yang menggambarkan kondisi awal
KUBE Mandiri Bersatu dari aspek produksi, teknologi, keamanan pangan, dan kesiapan
penerapan standar halal. Data tersebut akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program
pengabdian pada kunjungan berikutnya sehingga setiap bentuk intervensi yang diberikan
benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra dan mampu memberikan dampak yang
berkelanjutan bagi pengembangan usaha ikan asap di Kota Pasuruan. Melalui sinergi
perguruan tinggi, mitra pendamping, dan pelaku usaha, penguatan kapasitas UMKM
diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mampu
mendorong lahirnya produk ikan asap yang lebih berkualitas, aman dikonsumsi, dan semakin
siap memenuhi standar untuk memperluas akses pasar. Pelaksanaan program ini turut
mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui
penguatan kapasitas UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan
teknologi tepat guna dalam proses produksi, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui
peningkatan keamanan pangan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab) melalui penerapan praktik produksi yang lebih higienis, efisien, dan berkelanjutan.
(Penulis: Dr. Musyaroh, M.TP., M.T. dan Ary Fauziah Amini, S.Pn., M.SE. merupakan
Dosen dan Anggraeni Dwi Suryani adalah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jawa Timur)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































